ArtikelTausiyah

Muhasabah, Andai ini Ramadhan Terkahirku

Andai ini ramadhan terakhirku. Ketika dimasukkan ke dalam kubur, kira-kira seperti apa penyesalan jika ramadhan berlalu dan dosa-dosa belum terampunkan.

ANDAI ini ramadhan terakhirku. Bagaiamana penyesalan seseorang yang telah terbaring lemah di dalam kubur, sementara belum sempat bertaubat sebelum mati. Menyesal dan menjerit atas apa yang diterimanya. Menyesali satu detik yang terlewati dengan maksiat. Menjerit karena lalai untuk sekedar mengucapkan istigfar. Ramadhan bulan penuh rahmat sia-sia sebab terlena oleh kehidupan dunia yang fana. Terbaring kaku di dalam kubur, didatangi dua malaikat yang siap bertanya, sadar ramadhan berlalu dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah Swt., usai ramadhan pun dosanya tidak diampuni, dan belum sampai ramadhan berikutnya tiba-tiba nyawanya dicabut oleh sang Maha Kuasa.

Jeritan penyesalan tak terbayang karena telah menyia-nyiakan nikmat terbesar ini, bulan suci ramadhan. Bulan pembakaran dosa-dosa. Fasilitas yang diberikan oleh Allah untuk menggapai derajat takwa. Bahkan setiap masa berputar pada ramadhan ini, Allah siapkan fasilitas mewah bagi siapa yang ingin dibebaskan dari siksa api neraka padahal masih hidup, sebuah jaminan yang mengagumkan. Rahmat Allah begitu luas di bulan ini, maka syukur atas nikmat itu harus diaplikasikan dalam lisan dan perbuatan.

Semoga tiap langkah dan waktu yang berputar kita dimampukan untuk memperbanyak istigfar dan taubat di waktu sahur. Jangan bawa anugerah kesehatan di bulan ini ke tempat maksiat, sebab, seluruh waktu di bulan suci ramadhan adalah tempat dikabulkan doa dan harapan. Allah di sepertiga malam tidak kembali ke arasy-Nya sebelum mengabulkan taubat orang yang mengadahkan kepala dan tangannya memohon ampun atas dosa-dosanya.

Semoga Allah lembutkan hati dan lenturkan otot-otot untuk senantiasa sujud dan rukuk. Semoga Allah meringankan lisan untuk beristigfar dan memohon ampun kepada Allah Swt. dari semua kesalahan. Bertaubat untuk berhenti dari semua maksiat.

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa. Kita harus berjuang keras menundukkan diri serta menundukkan hawa nafsu agar fokus pada subtansi kehidupan, yaitu kehidupan akhirat. Cobalah melintasi area pemakaman lalu merenunglah sejenak. Kita diciptakan dari tanah dan dari tanah pula kita dikembalikan, kemudian dari tanah lagi kita akan dibangkitkan. Semua akan kembali kepada Allah Swt..

Datanglah ke makam orang tua jika telah tiada, kunjungi rumahnya jika masih ada, jika sedang sakit datangi dan kunjungi sambil mendoakan,

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”

Tidak hanya mendoakan kedua orang tua, sertakan seluruh kamu muslimin dan muslimat yang masih hidup atau pun yang telah mati dalam doa, agar lebih banyak pahala yang bisa kita dapat dan banyak orang yang mendapatkan manfaat dari doa-doa kita.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ

“Ya Allah, ampunilah kaum mukminin laki-laki dan wanita, kaum muslimin laki-laki dan wanita, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya, Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar, Mahadekat, Dzat yang mengabulkan doa.”  

Doa orang berpuasa pasti dikabulkan oleh Allah Swt.. Untuk itu jangan pernah sia-siakan falisitas mewah yang Allah telah siapkan. Jangan sampai kelak di kubur kita menyesal dan menjerit. *Ditulis dari tausiyah ramadhan KH Bachtiar Nasir.

*MN

 

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close