ArtikelGaleri Foto

Meraih Mental Mujahadah Saat Beri’tikaf

Berdua-duaan dengan Allah adalah mujahadah paling indah dan disitulah seseorang akan mendapatkan energi jihad dari-Nya.

MUJAHADAH adalah berjuang keras untuk melawan syahwat demi melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah Swt., berjuang keras dalam menegakkan laa ilaha illallah, atau berjuang keras dalam membentengi agama. Dalam i’tikaf ketiga ini bisa didapatkan. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS. al-Ankabut: 6)

Kebaikan yang dilakukan oleh seseorang akan kembali kepada dirinya sendiri. Demikian juga orang yang bermujahadah dalam memperjuangkan agama Allah atau menegakkan kalimat-Nya. Sebuah kehinaan jika hidup hanya untuk memperjuangkan perut. Seseorang tidak akan mulia jika orientasi hidupnya untuk karir. Kemuliaan akan didapatkan sebagaimana nabi dan rasul, para syuhada, dan orang-orang sholeh, jika bermujahadah dalam ketaatan kepada-Nya.

Seperti hadis riwayat Imam Tirmidzi no. 3595, doa orang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah Swt.. Pada sepuluh terakhir ramadahan ini, mintalah kekuatan kepada-Nya agar dimampukan maksimal dalam berbuat kebaikan.

Banyak amal sholeh yang bisa dilakukan selama beri’tikaf. Melawan kantuk demi ketaatan kepada Allah, memperbanyak zikir dan doa, tahajjud di sepertiga malam, dan kebaikan lainnya yang bisa kita raih.

I’tikaf bukan nginep di masjid sehingga pindah tempat tidur. Di sepuluh terakhir ini, salah satu mujahadah yang paling penting adalah melawan kantuk. Mujahadah melawan mata yang berat dan mujahadah melawan otak yang mulai suntuk.

Selain itu, mujahadah melawan situasi yang membuat bosan juga penting. Rasulullah mengencangkan ikat pingganya di malam hari. “Dari Aisyah RA, ia berkata, Rasulullah SAW, ketika masuk 10 hari terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain bawahnya menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya”. (muttafaq ‘alaih).

Aisyah RA. kadang membawakan makanan berbuka atau sahur kepada Rasulullah lewat jendela. Ini adalah bentuk mujahadah dalam rangka mengfasilitasi diri untuk senantiasa taat kepada Allah. Berdua-duaan dengan Allah adalah mujahadah paling indah dan disitulah seseorang akan mendapatkan energi jihad dari Allah Swt.. *Ditulis dari tausiyah KH Bachtiar Nasir.

Selengkapnya— https://www.youtube.com/watch?v=Uqax7NGaj54

*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close