Meraih Kemerdekaan Hakiki dengan Al-Qur`an (Bagian: I)

KH Bachtiar Nasir Lc

(Tausiah Kemerdekaan di Masjid Trans Studio Bandung)

INDONESIA ini merdeka penuh dengan darah dan nyawa. Jika bumi Indonesia ini dibelah,  maka akan bersimbah darah para syuhada (para pejuang yang mati syahid). Teriakan merdeka dan pekik takbir tercatat dalam lembaran sejarah yang tidak akan hilang selamanya. Kita memang pendatang baru di dunia ini, tetapi kita datang dan tinggal di Indonesia karena hasil kerja keras dan pengorbanan, hasil perjuangan dan berbagai macam bentuk penindasan yang dialami oleh para pejuang, penistaan, pengusiran, pemerkosaan, dan pembunuhan dengan berbagai macam bentuk yang tidak berperi kemanusiaan.

Kita yang hadir pada hari ini di dunia, tinggal menikmati hasil jerih payah dan perjuangan para pendahulu kita. Maka, sangat tidak pantas kita lupa terhadap jasa-jasa mereka dan lupa kepada perjuangan mereka. Adalah hina jika kita tidak berterimah kasih kepada para pahlawan; tidak bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat dan berkat yang diberikan kepada rakyat Indonesia, sehingga kita bisa menikmati kemerdekaan dan merayakannya pada hari ini.

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُوَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,” (QS. An-Nashr [110]: 1-2)

            Telah datang kemenangan dan telah disiapkan tempat-tempat dimana kita bisa berdiri dengan bebas dan bisa berpikir dengan merdeka, karena Allah selalu menyiapkan bumi-Nya untuk orang-orang yang ikhlas berjuang menegakkan kalimat tauhid di muka bumi. Rukuk dan sujud menjadi bukti nyata rasa syukur kepada-Nya atas pertolongan yang telah dianugerahkan kepada kita, bangsa indonesia ini.

Selanjutnya nikmat yang tak kalah pentingnya adalah, negeri ini ditakdirkan menjadi penduduk muslim terbesar di dunia. Hal ini juga hasil perjuangan para pendahulu kita yang membawa Islam dengan damai ke negeri ini. Entah apa jadinya jika kita tidak menjadi orang Islam dan entah apa jadinya bangsa ini jika bukan karena umat Islam yang mengeluarkan semua potensi yang mereka miliki untuk tetap memurnikan ideologi Islam. Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan semua nikmat ini?

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS. An-Nashr [110]: 3).

(Bersambung)

*Reporter: Muhajir

Sebarkan Kebaikan!