Meraih Kemerdekaan Hakiki dengan Al-Qur`an (Bagian: II)

UMAT Islam wajib bersyukur karena mempunyai Tuhan yang tidak beranak sebagaimana terkandung dalam ideologi sila pertama Pancasila.

Orang-orang yang merdeka sesungguhnya adalah, ketika ideologinya mempunyai keyakinan bahwa Tuhan tidak berketurunan, Tuhan tidak mempunyai sekutu dalam menguasai dunia, dan kita berkeyakinan bahwa Tuhan tidak butuh pertolongan untuk memimpin dan menyelenggarakan dunia ini. Pernahkah kita bersyukur dengan tiga fungsi Tuhan kita? Tuhan yang tidak mempunyai keturunan, tidak mempunyai sekutu di dalam kekuasaan, dan tidak mempunyai perwakilan dan meminta pertolongan kepada orang-orang yang hina di muka bumi. Firman Allah SWT:

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. al-Isra [17]: 111)

Demi Allah jika bangsa indonesia telah mempunyai akidah seperti itu, bahwa Tuhan yang tak berketerunan, Tuhan yang tak punya partner, dan Tuhan yang tidak membutuhkan siapa pun di dunia, maka dimana pun bumi kita pijak,  di situ selalu ada pertolongan dan kemenangan dari Allah SWT. Akan tetapi, jika ideologi ini sudah lumpuh maka meskipun kita bebas tetapi kita adalah orang yang terpenjara oleh pikiran kita sendiri, bangkai-bangkai berjalan, dan hanya penduduk kuburan yang berkeliaran. Bebaskan diri kita dari berbagai macam bentuk penindasan pemikiran, penindasan ideologi, dan dari bentuk penindasan kemanusiaan atas nama kekuasaan. Inilah manusia-manusia merdeka sesungguhnya.

Atas dasar itulah Allah menurunkan Sang Rasul bersama kitab sucinya, sebagaimana yang dijelaskan dalam surat al-Kahfi ayat 1-10. Dan itulah rahasia mengapa kita diperintahkan untuk membaca surat al-Kahfi minimal 10 ayat, karena dari situ Allah menjamin kita agar tidak bisa ditindas oleh siapa pun bahkan mahluk sedahsyat Dajjal sekalipun, walau dajjal-dajjal kecil di muka bumi sudah mulai meraja lela. Tetapi, walau mereka mulai menindas, mereka akan takluk di bawah surat al-Kahfi atas izin dan jaminan dari Allah dan kita akan menjadi manusia merdeka seutuh-utuhnya, karena bentuk kekuasaan sedahsayat dajjal pun tidak akan pernah bisa mengalahkan kita. Hegemoni, sekutu, dan segala bentuk kekuasaan di muka muka tidak akan bisa mengalahkan orang yang telah berlindung kepada Allah SWT.

            Memang Mongol berhasil menguasai Baghdad, ketika laskar dan ahli strategi sudah tidak punya strategi untuk melawan kekuatan besar pada masa itu. Tetapi ulama di Baghdad berkata, “Kita boleh kalah tempur tetapi kita tidak boleh kalah perang”. Artinya, Abbasiyah boleh hancur tapi Islam harus tetap tegak. Atas dasar itulah, Islam sampai saat ini berkembang. Perkembangan Islam itu terjadi atas izin Allah kemudian pengaruh ulama yang selalu meminta pertolongan dari-Nya. Begitulah jiwa-jiwa ulama yang merdeka dan jiwa yang telah dimerdekakan oleh Allah SWT.

*Reporter: Muhajir

Sebarkan Kebaikan!