ArtikelOaseOpiniTadabburTausiyah
Trending

Meraih Kemenangan dengan Bertadabbur

Kita sering mendengar stigma bahwa orang Islam itu terbelakang. Hal itu tidak bisa dipungkiri jika melihat keadaan umat Islam saat ini. Akan tetapi, dalam kesempatan ini bukan hal itu yang akan menjadi pokok pembahasan, namun penyebab esensial kemunduran umat Isalam pada zaman modern ini.

Ada hal yang menarik, bahwa al-Qur’an yang ada pada zaman Rasulullah sama saja dengan yang ada saat ini. kitab suci yang dibaca para khalifah saat zaman keemasan Islam sama dengan yang dibaca saat ini. lalu, dimana letak permasalahan yang menyebabkan umat Islam saat ini terlampaui?

Jika al-Qur’an adalah manual peradaban dan manusia sebagai subjek peradaban, maka yang menjadi sumber masalahnya adalah manusianya (Umat Islamnya).

Kesalahan umat Islam saat ini adalah karena memposisikan al-Qur’an sangat tekstual, dan paling tinggi kontekstual. Itu tidak salah namun ada cara terbaik untuk mengeruk hikmah sebanyak-banyaknya dari kita manusal peradaban umat Islam.

Untuk lebih memahami hal ini, kita akan mengambil contoh reaksi umat Islam saat ini ketika mendengar ilmuwan barat menemukan penemuan baru. Misalnya, terungkapnya fakta dibalik mumi Fir’aun. Mayoritas umat Islam akan merasa bangga dan mengatakan, “Ah itu kan sudah ada dalam al-Qur’an sejak 14 abad yang lalu.” Masalahnya ada di sini. Jika telah diberitahukan oleh Allah melalui firman-Nya, mengapa umat Islam yang menemukan fakta itu?

Tidak hanya mumi Fir’aun, saat ini banyak penemuan yang terinspirasi dari al-Qur’an. Misalnya, Pertemuan dua laut yang terjadi di selat gibraltar, tepatnya antara negara spanyol ( Eropa ) dan maroko ( Afrika). Fenomena tersebut sudah dibahas lengkap di Laut Dua Warna ( Pertemuan dua lautan).

Seorang Oceanografer berkebangsaan Prancis, Jaques Yves Cousteau menemukan pertemuan dua lautan (pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania) yang tidak bercampur satu sama lain. Menurutnya, fenomena aneh ini seolah ada dinding yang membatasi kedua aliran air tersebut. Anehnya, umat Islam telah berabad-abad membaca surat ar-Rahman ayat 19-20. Tapi kenapa bukan umat Islam yang menemukan? Masih banyak lagi penemuan yang telah disebutkan dalam manual peradaban Islam. Untuk meraih kemangan dan agar umat Isalm bangkit, al-Qur’an pun telah memberikan solusinya yaitu (salah satu) bertadabbur.

Ada orang mau dapat mutiara. Namun caranya salah. Dia memang datang ke pinggir laut, tetapi justru terlena dengan suasana indahnya pantai. Di situ ia menikmati debur ombak, langit biru, serta memandang samudera yang tak terbatas. Dia tahu di dasar laut ada mutiara tetapi ia enggan menyelam. Lalu mutiara apa yang akan ia dapatkan jika ia tetap saja duduk dan tak kunjung menyelam?

Menyelam ke dasar laut memang bukan pekerjaan yang mudah. Meski di dalam laut terang dan ada cahaya. Tanpa kacamata, berapa lama bisa melihat di dalam air? Tanpa tabung oksigen, berapa lama penyelam bisa bertahan di dalam air?  Tetapi, adakah orang yang bisa menyelam tanpa kacamata dan oksigen? Jawabannya ada kalau tahu ilmunya.

Begitu juga dengan Al-Qur’an. Ada orang, baru lima menit membaca Al-Qur’an, matanya sudah perih. Belum menyelami makna dan kandungan ayat-ayat dalam Al-Qur’an, seakan-akan sudah kehabisan oksigen. Kalau begitu, bagaimana ingin mendapatkan mutiara ayat-ayat dalam Al-Qur’an? Kalau cuma membaca saja tidak memiliki ilmunya, tidak akan dapat.

Karena itu, bertadabburlah. Tadabbur adalah sebuah pendekatan yang diinginkan Al-Qur’an untuk mendapatkan mutiara-mutiaranya. Mentadabburi Al-Qur’an itu seperti menyelami dasar-dasar laut yang di dalamnya terdapat banyak mutiara. Seperti membongkah batu-batu karang. Lewat tadabbur, mutiara dalam Al-Qur’an dapat diraih. Supaya bisa mendapatkan banyak manfaat dari ayat-ayat Al-Qur’an bertadabburlah. *Ditulis dari tausiah KH Bachtiar Nasir di Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), Tangerang Selatan, Banten, Rabu, (15/8/2018).

*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close