ArtikelSirahTadabbur
Trending

Meraih Hidayah Al-Qur’an

Sebagai mukjizat paling mulia yang diturunkan kepada nabi termulia, Al-Qur’an memiliki hidayah yang tak akan pernah habis untuk diungkap. Semakin dalam manusia menyelam untuk mengambil mutiaranya, semakin banyak rahasia-rahasia yang menggelitik rasa penasaran untuk dipecahkan.

Mutiara yang sangat penting untuk diambil dalam Al-Qur’an adalah hidayah. Hidayah yang akan menuntun kita kepada jalan yang diridhoi-Nya.

Allah Swt, berfirman;

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. ASy-Syura: 52).

Ada dua fungsi Al-Qur’an yang disebutkan dalam ayat ini; Pertama, Al-Qur’an itu adalah ruh.

Al-Qur’an itu adalah ruh. Ia diistal ke dalam qalbu Muhammad melalui perantara wahyu. Coba kita renungkan, ruh adalah subtansi dalam jiwa seseorang. Artinya kitab suci hanya akan masuk ke dalam hati manusia yang bersih, hati yang dipenuhi oleh iman, qalbu yang terbebas dari kesyirikan dan kemunafikan. Sebab, Al-Qur’an tidak bercampur dengan sesuatu yang kotor dalam qalbu manusia.

Kedua, Al-Qur’an sebagai cahaya. Cahaya untuk memberikan petunjuk jalan kepada manusia ke jalan yang lurus.

Al-Qur’an adalah cahaya yang menjadi petunjuk manusia dalam kegelapan. Tanpa Qur’an tak akan dapat melihat mana yang benar dan mana yang salah, semua tampak sama, gelap. Akan tetapi, cahaya ini hanya diberikan kepada hamba-Nya yang Dia kehendaki. Hamba yang terpilih adalah mereka yang mempunyai hati yang bersih. Semakin bersih hati seorang hamba maka semakin terang cahaya Qur’an dalam hatinya. Demikian juga sebaliknya, kotoran hati akan meredupkan cahaya Qur’an.

Jangan pernah putus asa jika hidup berama Al-Qur’an. Hati akan menjadi tenteram. Kehidupan dipermudah. Selalu ikhlas menerima takdir dari-Nya. Manusia-manusia yang bersama Qur’an akan selal tercerahkan oleh cahayanya dan menuntun dia ke jalan yang benar. *Ditulis dari Tadabbur Selasa Pagi di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan, (28/8/18).

*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close