ArtikelTausiyah
Trending

Menjadi yang Terpilih di Malam Nominasi

BAGAIMANA menjadi yang terpilih mendapatkan lailatul qadar di malam nominasi? Menjadi yang terpilih itu bukan hal yang susah. Hal utama yang harus ditanamkan dalam diri adalah lailatul qadar itu mudah untuk didapatkan. Langkah pertama habiskan malam dengan ibadah kepada Allah Swt., atau tidak mengisi malam sepuluh terkahir ramadhan ini dengan banyak tidur.

Andai kita sepanjang ramadhan ini hanya bermaksiat, dan malam ini hati kita terpanggil untuk menjadi orang baik, ingin berbuat baik, sadar kalau kita bukan orang baik, tapi hendak melakukan yang terbaik, maka bertaubatlah. Kembalilah kepada Allah dengan penuh kerendahan hati di hadapan-Nya. –InsyaAllah- mudah-mudahan Allah takdirkan malam al-Qadar untuk kita.

Untuk menjadi yang terpilih, kita hanya diminta untuk melihat segala peristiwa dengan rahmat Allah Swt.. Lailatul Qadar adalah keberkahan khusus yang Allah berikan kepada umat Muhammad, dan tidak susah untuk mendapatkannya. Allah menghilangkan keraguan kita dengan harfu tawkid (إِنَّا) pada surat al-Qadar ayat pertama,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.” (QS. al-Qadar: 1)

Sebagaimana asbabun nuzul ayat ini, para sahabat galau, apa yang harus dilakukan agar seperti Bani Israil yang bisa seribu bulan siaga satu di siang hari untuk berjihad dan siaga satu pada malam hari untuk berjumpa dengan Allah Swt.. Dzat yang Pemurah memberikan keberkahan khusus kepada umat Muhammad dengan malam al-Qadar. Beribadah pada mala mini lebih baik dari seribu bulan.

Hal selanjutnya yang harus diperhatikan jika hendak menjadi yang terpilih adalah berbaik sangka kepada Allah Swt.. Baik sangka itu dilanjutkan dengan bearmal sholeh.

Dalam beramal Allah melihat hati kita, bukan luarnya. Ada orang yang tidak mampu beri’tikaf, tidak tergolong orang yang mampu berbuat sholeh, tapi tetap saja Allah menilai amalan hamba-Nya lewat hatinya.

Untuk itu, tanamkan maiyatullah (kebersamaan dengan Allah Swt.) di dalam hati, implementasian muraqabatullah (merasa dalam pengawasan-Nya), dan selalu mujahadah dalam melakuak ketaatan kepada-Nya. Jika masih tersisa noda maksiat maka bertobatlah saat ini juga, semoga kita menjadi yang terpilih mendapatkan keberkahan lailatul qadar. *Ditulis dari tausiyah KH Bachtiar Nasir.

*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close