Menjadi Pemuda Dambaan Qur’an

“Pemuda adalah pilar peradaban dan pemuda adalah pilar perubahan”

Pemuda memiliki empat kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang yang berjiwa tua. Pertama, kekuatan spiritual: iman, takwa, dan ikhlas. Kedua, kekuatan intelektual: ingatan dan analisa yang tajam. Ketiga, kekuatan emosional: menggelora dan meledak-ledak, semangat dan kemauan yang kuat. Dan keempat, kekuatan fisik: tubuh masih segar dan sehat, otot-otot masih kuat.

Seperti pemuda-pemuda kahfi, merekalah contoh kasus pemuda terbaik di muka bumi

ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. (QS. Al-Kahfi: 13)

Sesuatu yang ada pada pemuda dambaa al-Qur’an adalah keimanan kepada Allah. Hidupnya diselimuti oleh keimanan sehingga Allah tambahkan hidayah dan petunjuk bagi pemuda yang seperti itu. Pemuda yang demikian produktifitasnya melampaui usianya dan kreativitasnya melampaui zamannya.

Pemuda kahfi menjadi pemuda dambaan Al-Qur’an karena selalu menjaga orisinalitas pemikiran keislamannya. Mereka cengah dan sedih dengan peradaban yang berkembang yang keluar dari fitrah kemanusiaan, karena manusia pada zamannya telah seperti binatang. Kemudian Allah selamatkan mereka. Sehingga gua kahfi seakan-akan menjadi benteng akidah mereka, agar terjaga keaslian pemikiran Islamnya.

Pemuda hari ini jika ingin menjadi dambaan Al-Qur’an, maka harus memiliki empat hal. Pertama, Pemikiran yang didasari keikhlasan karena Allah. Kedua, pemuda yang hidupnya untuk beribadah. ketiga, pemuda yang berjuang mencari ilmu membekali dirinya. Keempat, mengamalkan ilmu dan merealisasikan jihad dari ilmu yang didapatkannya. Pemuda seperti inilah yang menjadi dambaan peradaban Al-Qur’an. Indonesia akan bangkit dengan peradaban Al-Qur’an jika pemudanya menjaga orisinalitas pemikiran keislamannya.

Pemuda dambaan al-Qur’an itu, selain memiliki keaslian pemikiran keislaman, dia juga harus menyadari eksistensi dirinya sebagai mahluk yang terbaik yang diorbitkan di muka bumi.

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali-Imran: 110)

Pemuda dambaan Al-Qur’an bukan seperti ilalang yang tumbuh di tanah lapang, dia adalah mahluk yang didatangkan oleh Allah azza wa jall sebagai orang terpilih untuk “menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar”.

Pemuda dambaan Al-Qur’an harus punya manhaj dan sistem yang menjadi pegangan kebenaran bagi dirinya. Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa pegangan itu adalah Islam.

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali-Imran: 85)

Ketika pemuda menggunakan sistem dan menggunakan aturan bukan dari aturan Islam maka sama halnya dia sedang menegakkan benang basah. Artinya, peradaban itu hanya ilusi yang tidak akan pernah dicapai. Pemuda dambaan Al-Qur’an adalah pemuda surgawi. Pemuda yang sudah dijanjikan Surga oleh Allah Subhanahu wa Ta’aala. Bahkan dia masih di dunia tapi sudah dijanjikan keistimewaan oleh Allah, yaitu salah satu golongan dari tujuh golongan yang akan mendapat naungan pada hari tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya. Mereka adalah pemuda-pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah.

Sebarkan Kebaikan!