ArtikelTausiyah

Menjadi Paling Mulia di Sisi Allah

Allah Swt. meninggikan derajat suatu kaum dengan Al-Qur'an dan merendahkan yang lain dengannya pula

SEGALA sesuatu yang terhubung dengan Al-Qur’an akan menjadi mulia. Malaikat Jibril menjadi imam para malaikat karena mendapatkan tugas menyampaikan wahyu (Al-Qur’an) kepada Rasulullah Saw., dan dia menjadi malaikat termulia. Nabi Muhammad Saw. dimasukkan ke dalam hatinya Al-Qur’an, maka jadilah dia manusia paling mulia dan penghulu para nabi dan rasul. Al-Qur’an diturunkan pada bulan ramadhan, maka bulan ini menjadi bulan paling mulia. Malam Al Qadar menjadi lebih mulia dari seribu bulan karena pada malam itulah Al-Qur’an diturunkan. Umat Muhammad menjadi umat terbaik karena mereka diberi Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Al-Qur’an adalah nikmat terbesar yang Allah turunkan di muka bumi. Al-Qur’an menjadi yang pertama Allah sebut dalam surat Ar-Rahman, sebuah surat yang menceritakan nikmat-nikmat-Nya. Bila Al-Quran melekat di hati setiap Muslim, dia mengimaninya, membacanya, mempelajari isinya dan mentadabburinya serta mengamalkan apa yang terkandung di dalam Al-Quran, maka umat Islam akan menampilkan kemuliaanya di hadapan umat-umat lainnya.

Lalu bagaimana umat Islam menyikapi nikmat terbesar ini? Rasulullah Saw. pernah curhat kepada Allah Swt. yang diabadikan dalam surat Al Furqan ayat 30. Allah Swt. berfirman,

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.

Indikasi Al-Qur’an diabaikan atau tidak tergantung dari kondisi umat Islam. Jika umat Islam terdepan dalam segala hal maka umat umat Islam tidak mengabaikan kitab sucinya. Indikasi umat Islam mengabaikan kitab sucinya jika terbelakang dalam segala hal. Umat jauh dari Al-Qur’an. Mengambil hukum yang bukan berasal dari Al-Qur’an. Tentu setiap kita mampu menganalisa bagaimana umat Islam memperlakukan Al-Qur’an di era modern ini. Tidak semua umat Islam, masih ada yang berpegang teguh, tapi kita berbicara dalam skala bangsa atau mayoritas.

Salah contoh menganai hal ini adalah pada generasi terbaik umat Islam. Saat Abu Bakar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan, Islam muncul ke permukaan yang membuat dunia kagum. Pada era Umar bin Khattab, 2/3 dunia dikuasai oleh umat Islam. Hal ini mampu diraih oleh umat Islam karena menjadikan kitab sucinya sebagai hukum tunggal. Menjadikan Al-Qur’an pedoman dalam menjalankan aktivitas.

Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa derajat suatu kaum rendah atau tinggi karena Al-Qur’an.

اَنّ اللّٰهَ يَرْ فَعُ بِهَذَ الْكِتَابِ أقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ.

“Sesungguhnya Allah Saw. mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan merendahkann yang lain dengannya pula.” (H.R. Muslim)

Pengaruh Al-Qur’an sangat kuat terhadap kemajuan suatu bangsa. Melalui hadis ini kita bisa menyimpulkan bahwa solusi problematika bangsa adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan. Demikian juga dekadensi moral remaja, solusi terbaik adalah mengajak mereka untuk mengamalkan Al-Qur’an. Jika Indonesia hendak ditinggikan derajatnya, maka pemerintah harus berani menjadikan Al-Qur’an sebagai hukum tunggal.

Ramadhan adalah bulan Qur’an. optimalisasi waktu dengan membaca, mentadabburi, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an. Dengan demikian kita akan mendapatkan jaminan dari Allah Swt, yaitu derajat yang tinggi. (Disarikan dari khutbah Jum’at Ustaz Is Wahyudi, Ketua BPH AQL Islamic Center, Jumat, 1/6/2018)

Penulis: MN

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close