Tadabbur

Menjadi Paling Beruntung di Bulan yang Agung

Prioritas utama yang harus diraih pada bulan ramadhan adalah rahmat dan ampunan. Bersegaralah mendapatkannya agar dimasukkan dalam golongan orang-orang bertakwa.

ADA seseorang yang semangat menanam tapi pada saat waktu panen tiba dia malah meninggalkan apa yang telah ia usahakan karena mengejar hal lain. Fenomena mudik diperkotaan. Awal ramadhan masjid-masjid penuh jamaah, tapi 10 terakhir ramadhan kebanyakan sibuk mudik atau bahkan habis waktu di mall. Sangat jarang mendapatkan orang yang niat mudiknya membawa ilmu dan ibadah, tapi kebanyakan bawa uang.

Agar tidak merugi di bulan ramadhan maka kita harus cerdas menentukan skala prioritas yang mesti dikerjakan. Ada banyak amalan harian yang bisa menemi ramadhan kita; qiyam (shalat), shiam (puasa), membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Umrah juga menjadi target mulia di bulan ramadhan ini. Tapi jika tidak memliki harta yang cukup untuk sujud di depan ka’bah maka Rasulullah Saw. membocorkan alternative lain, yaitu sepeti termaktub dalam sabdanya,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.” (HR. Thobroni. Syaikh Al Albani dalam Shahih Targhib (469) mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirihi).

Selain itu, optimalisasi mendapatkan keberkahan malam Al Qadr dan memperbanyak doa dan istigfar, terutama di sepertiga malam dan waktu sahur. Amalan ini hanya saran agar bisa menjadi orang beruntung di bulan ramadhan.

Timbul pertanyaan, sebenarnya di bulan ramadhan ini kita mencari apa? Sangat mudah ditemukan video yang menjelaskan bagaimana kehebatan puasa mengurangi racun dalam tubuh dan menyembuhkan banyak penyakit. Tapi bukan hal ini yang menjadi skala prioritas di bulan ramadhan. Jika hal ini menjadi orientasi tentu kita akan berada di golongan orang-orang yang merugi di bulan ramadhan.

Skala prioritas yang harus dicari di bulan ramadhan ini adalah rahmat dan ampunan Allah Swt.. Jaminan ampunan telah Rasul bocorkan dalam sabdanya,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ

“Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang menunaikan shalat malam di bulan Ramadan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika menyoal ampunan Allah, termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 268 bahwa Setan menakuti kemiskinan agar tidak bersedekah sedangkan Allah menjanjikan rahmat dan ampunan. Rasulullah Saw. bersabda,

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hal ini kita biasanya berbeda “pendapat” dengan Allah Swt.. Bagi Dia agung tapi bagi manusia sepele, bagi manusia agung tapi bagi-Nya agung. Agar menjadi orang paling beruntung di bulan ramadhan maka pertama kali penyesuaian akselerasi keinginan kita dengan Allah. Untuk menjadi orang paling beruntung maka kita berbuat berdasarkan standar keagungan Allah, bukan agung dalam perspektif kita. Allah menjanjikan ampunan sedangkan setan menakuti kemiskinan.

Ampunan adalah ganjaran agung di sisi Allah Swt.. Dia berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS. Ali Imran: 133)

Ketika Allah memerintahkan hamba-Nya bersegera kepada sesuatu, berarti seusatu itu sangat agung bagi-Nya. Dalam ayat ini ampunan menjadi target. Tentu bagi-Nya mengampuni dosa-dosa hamba jauh lebih agung daripada memberinya segudang harta. Bulan ramadhan dikenal sebagai bulan ampunan, maka orang yang paling merugi di bulan ini adalah orang yang keluar dari ramadhan tapi dosa-dosanya tidak diampuni oleh Allah Swt.

Qur’an Ali Imran ayat 133 menjelaskan bahwa hamba yang telah diampuni dosanya akan disediakan baginya surga seluas langit dan bumi. Karakteristik surga yang digambarkan dalam ayat ini mengikuti logika manusia, atau Allah memberikan perumpaan dari hal yang bisa dijangkau oleh akal manusia. Luas surga tidak terbatas luasnya langit dan bumi dan modal untuk mendapatkan surga adalah ampunan atas dosa-dosa. Maka bersegeralah kepada ampunan Allah Swt. karena Dia telah menyiapkan bagi orang bertakwa.

Ayat serupa termaktub dalam surat Al Hadid ayat 21. Allah Swt. berfirman,

سَابِقُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadid: 21)

Allah menggunakan kata (سَابِقُوا) “berlomba-lomba”. Ramadhan seperti perlombaan. Semua hamba start untuk menjadi pemenang. Hadiah dari perlombaan ini adalah takwa. Maka selayaknya dalam sebuah perlombaan, semakin mendekati finish maka semakin bersemangat. Pelomba akan merugi jika hampir mencapai finis tapi membelok ke mall-mall. Berlombalah di bulan ramadhan ini untuk menjadi pemenang agar mampu menggapai derajat takwa. Jangan puasa hanya mendapatkan lapar dan haus.

Orang yang paling bahagia adalah mereka yang mengenal Allah dan mengetahui apa yang diutuhkan di bulan suci ini. kebutuhan utama seorang hamba adalah rahmat dan ampunan. Kedua hal ini adalah modal utama untuk mendapatkan surga. Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan, maka seharusnya kita telah melejit dan berseungguh-sungguh dari bulan lainnya.

Jadilah orang beruntung di bulan ramadhan dengan mengerjakan kebaikan yang bisa mendatangkan ampunan dan rahmat. Memperbanyak tilawah, bersedekah, memberi buka puasa, dan banyak kebaikan yang bisa kita lakukan. *Ditulis dari tadabbur kamis pagi oleh KH Bachtiar Nasir, 31/5/2018.

*MN

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close