Artikel

Meningkatkan Status Dari Muslim ke Mukmin

Berangkat dari kisah Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi ahli tafsir asal Mesir ketika berkunjung ke Francisco. Seseorang bertanya kepadanya, jika kebenaran Al-Qur’an itu absolut dan Allah pasti memenangkan orang beriman dan menolongnya, lalu kenapa saat ini umat Islam lemah dari semua lini?

Syaikh menjawab dengan sigap, menurutnya, karena saat ini umat Islam baru berislam belum beriman. Inilah masalah dasarnya. Orang yang masih berislam merasa puas dengan shalat, zakat, puasa, dan haji serta merasa tidak perlu lagi untuk mengerjakan kebaikan yang berkaitan dengan umat. Sedangkan orang beriman tidak merasa cukup dengan zakat saja tapi akan bersedekah dan berinfak. Orang beriman tidak merasa cukup hanya dengan shalat lima waktu, tapi akan menghidupkan shalat sunnah utamanya shalat tahajjud.

Artinya, orang berislam hanya memikirkan diri sendiri sementara orang beriman memikirkan masalah umat. Orang beriman akan terjung ke dunia politik, tentu dengan membawa panji Islam untuk memperbaiki carut-marut bangsa. Orang beriman akan memperbaiki ekonomi agar bisa membantu saudara-saudaranya.

Lalu bagaimana sebenarnya orang bebriman itu? Allah telah menjelaskan dalam banyak ayat. Misalnya dalam surat Al Hujurat ayat 14. Dalam ayat ini, jika dikaitkan dalam konteks keindonesiaan, maka secara halus telah menggambarkan kualitas orang Islam di sisi Allah.

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Hujurat: 14)

Suatu ketika pada zaman Rasulullah SAW, orang badui menemui beliau dan mengaku telah beriman. Tapi “Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’.

Orang yang hanya merasa beriman, tidak akan mebawa perubahan. Maka status a’rabii ini harus diupgrad menjadi beriman. Iman belum merasuk ke dalam hati mereka, masih sebatas jenggot, jubbah, dan sorban. Dengan upgrading status dari berislam menjadi beriman, kualitas umat Islam Indonesia akan berbanding dengan kuantitas. Hal ini juga yang akan menjadi solusi dari carut-marut bangsa. Keimanan itu dibuktikan dengan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Ciri-ciri orang beriman juga telah disebutkan dalam surat Al Anfal ayat 2-4. Allah Swt. berfirman:

Langkah kedua jika ingin upreding iman naik terdapat dalam surah Al Anfal ayat 2

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (QS. Al Anfal: 2-4).

Ada empat poin yang bisa diambil dari ayat ini, yakni orang beriman itu jika disebut nama Allah maka gemetarlah hati mereka, jika dibacakan ayat-ayat Allah maka bertambahlah iman mereka, dengan demikian mereka juga akan bertawakal kepada Allah Swt.. Kemudian amalan hati ini akan dibuktikan dengan shalat, tidak hanya shalat wajib tapi bersemangat melaksanakan yang sunnah, kemudian akan dibuktikan juga dengan banyak infak di jalan Allah Swt.

Orang beriman itu hatinya akan selalu terpaut dengan Allah Swt., tidak pernah lupa untuk berzikir dan bahkan di setiap aktivitasnya dia akan melibatkan Allah. Untuk itu, sebagai solusi yang paling tepat untuk masalah bangsa ini adalah dengan meningkatkan Status dari Muslim ke Mukmin.

*MN

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close