Meninggalkan yang Dihalalkan

IBNU Mas’ud ketika mendefinisikan takwa ia berkata, Allah itu untuk ditaati bukan untuk dimaksiati, Allah itu untuk diingat bukan untuk dilupakan, dan Allah itu untuk disyukuri bukan dikufuri. Pendapat Hasan al-Basri tentang takwa ia menjelaskan, seseorang dalam kondisi bertakwa ketika meninggalkan yang halal karena khawatir terjerumus ke yang haram.

Dalam bulan Ramadahan ada banyak amalan halal yang diharamkan (di siang hari). Misalnya makan, minum, dan melodi cinta suami istri. Pelarangan makan, minum, melodi cinta dan puasa mata, puasa telinga, puasa pikiran dan puasa perasaan di bulan Ramadhan adalah larangan yang bersifat wajib khusus pada bulan itu untuk mencapai takwa seperti yang digambarkan oleh Imam Hasan al-Basri.

Sebarkan Kebaikan!