ArtikelTausiyah
Trending

Menguji Kebenaran Agama-Agama

BANDUNG (AQLNEWS) – Kebenaran sebuah agama diukur dari orisinalitas kitab sucinya. Hal ini diungkapkan oleh Pimpinan AQL Islamiic Center Ustadz Bachtiar Nasir kajian yang diadakan oleh Majelis Taklim Pengwil Jabar IPPAT di Gedung Pusat Dakwah Islam (PUSDAI JABAR), Bandung, Rabu Malam, (14/2).

Untuk menguatkan argumentasinya, beliau kemudian mengutip sebuah kisah yang menceritakan antara Khalifah Al-Ma’mun dan seorang rabi yahudi yang berhaluang menjadi ulama fikih. “Contoh, di zaman khalifah al-Ma’mun dibuat diskusi linas keyakinan, khlaifah kemudian menawarkan kepada rabih Yahudi untuk masuk Islam tapi dia menolak. Beberapa tahun kemudian, si khalifah menemui si rabih yahudi, dan menemui di sudah menjadi ahli fiqih,” ucapnya.

Sang khalifah kaget dengan fakta yang didapatinya. Untuk mengobati rasa penasarannya ia terdorong untuk bertanya kepada sang lrahib, “Bagaimana ceritanya anda tiba-tiba menjadi ulama fikih?” ucap UBN menirukan. Sang rahib menjawab, “Setelah saya diajak untuk masuk Islam, saya terpanggil untuk melakukan pencarian, mana agama yang benar di muka bumi,”

Sang rahib kemudia melakukan uji orisinalitas kitab suci semua agama, tak terkecuali Islam. Ia mengaku saat menguji taurat dan Injil, kepercayaannya kepada yahudi dan nasrani runtuh. “Saya menulis kembali kita taurat, saya kurangi dan saya tambahkan teksnya, ternyata para rahib yahudi menerima dan membelinya,” ucap sang rahib.

Hal serupa terjadi pada kitab Injil, penambahan dan pengurangan yang dilakukan sang rahib tersebut tidak terdeteksi oleh para pendeta nasrani, “Saya jual ke gereja, mereka juga menerima dan membelinya.”

Akan tetapi, lanjut sang rahib, “ketika saya menulis ulang Alquran, menambah dan mengurangi, tidak ada satupun umat Islam yang mau menerimanya. Dari sinilah saya tahu bahwa inilah agama yang paling benar, karena sumbernya masih orisinil dan semua umatnya bisa menguasai dan menghafalnya.”

Beragama itu bukan sesuai selera hati. Beragama itu tidak cukup hanya dengan akal saja, perlu wahyu. Beragama tidak harus disesuaikan dengan keadaan, tapi keadaan yang harus mengikuti agama.

Otentitas sebuah agama diukur dari refrensi utamanya, yaitu kitab sucinya, lanjut UBN, begitu juga ketika hendak berislam, jadikan Alquran sebagai sumber utama untuk beragama. Jangan katanya, katanya, dan katanya.

Bagaiamana cara memahami bahwa Alquran adalah sumber kehidupan? agar hidup kita secara agama menjadi benar. Salah satu tujuan diturunkan Alquran adalah untuk dijadikan petunjuk. Bukan sekedar dibaca, difahami, atau diamalkan. “Memang untuk diamalkan, tapi untuk bisa mengamalkannya harus ada istikhrajul hidayah (harus mengambil nilai-nilai hidayah yang ada dalam Alquran). Barulah kita bisa beragama dengan benar.” ungkap Sekjen MIUMI tersebut.

Ada tiga macam hidayah dalam Alquran jika ingin mengamalkan Aqluran dengan benar.

Pertama, Hidayah Al Khalqi yaitu hidayah yang datang bersama penciptaan manusia, yang dimaksud dalam hidayah ini adalah akal manusia yang memiliki kemampuan untuk berfikir dan memahami sesuatu. Melalui akalnya inilah manusia memiliki kebebasan berkehendak atau kebebasan memilih, bersamaan dengan diberinya hidayah ini, Allah juga memberikan potensi baik dan buruk pada manusia sebagai konsekuensi kebebasan berkendak atau kebebasan memilih.

Hal ini bisa dilihat dalam surat AS Syams ayat 8 dan Al Balad ayat 10.

Kedua, Hidayah Al Irsyad wa Al Bayan, yaitu hidayah yang diturunkan Allah dengan diturunkannya al qur’an dan diutusnya Rasulullah SAW kepada seluruh manusia. Hal ini berfungsi sebagai guidance atau tuntunan bagi manusia dalam melaksanakan tugasnya di dunia sebagai wakil Allah. bisa dilihat dalam surat Ash Shaff ayat 9 dan surat Al Baqarah 185.

Ketiga, Hidayah At Taufiq, yaitu persetujuan atau kemudahan yang datang dari Allah ketika seseorang menjalankan aktivitas menaati-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketika seorang hamba melaksanakan ketaatan kepada Allah dengan maksimal maka Allah pun akan memberika taufiq kepadanya agar dapat menjalankan ketaatan itu dengan lebih mudah. Terdapat dalam surat Al An’am ayat 125.

Vidionya bisa didengarkan melalui chanel you tube AQL Islamic Center dengan judul : Keseimbangan Antara Kehidupan Beragama, Berkeluarga dan Bekerja

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close