ArtikelTausiyah

Menggapai Derajat Takwa di Bulan Ramadhan

ADA dua kelompok besar manusia dalam menyikapi ramadhan. Pertama, orang yang memulai dengan niat ikhlas dan menjadikan takwa sebagai target. Kedua, orang yang ruhnya terpenjara dalam jasad, hidup tak ubahnya hewan hanya menyoal perut dan syahwat.

Golongan pertama inilah yang akan sukses dan bahagia dalam dekapan ramadhan. Qalbu mereka berada di ketinggian, ruhnya ringan dan bersih sehingga mampu terbang menembus eskalasi langit dan sujud di hadapan Allah Swt.. Hati mereka dipenuhi dengan keikhlasan untuk mencapai derajat takwa. Mereka tidak sibuk dengan urusan-urusan duniawi.

Sebagaimana Imam Syafi’i yang mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dua kali dalam sehari semalam. Dia menghabiskan waktunya bersama Al-Qur’an. Karena qalbunya telah berada diketinggian sehingga diberi kemudahan untuk terus meningkatkan imannya. Orang-orang yang seperti ini, seperti Imam Syafi’i, tidak akan kehilangan dunianya karena telah dijamin oleh Allah Swt. Lalu bagaimana cara mencapai derajat tersebut?

Jadikanlah ikhlas sebagai tempat berangkat dan takwa sebagai target. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah bahwa kedua hal ini (ikhlas dan takwa) berada dalam qalbu. Memang amalan-amalan puasa itu didominasi oleh amalan qalbu. Kalaupun ada perintah untuk menahan lapar dan dahaga, hal tersebut tujuannya untuk menekan nafsu dan syahwat sehingga qalbu aman dari gangguan jasad untuk melakukan ibadah kepada Allah Swt.

Di hari mahsyar nanti, seperti yang digambarkan dalam surat Ath Thariq ayat 9, “Pada hari dinampakkan segala rahasia”, yang pertama kali dinilai di sisi Allah adalah isi hati (qalbu). “dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,” (QS. Al Adiyat: 10). Pada hari ketika semua rahasia dibongkar maka yang pertama kali dinilai adalah qalbu. Jika hendak mendapatkan energi besar ramadhan maka perhatikanlah qalbu atau ikhlaskan hati untuk mencapai derajat takwa.

Jagalah hati agar tidak terkontiminasi dengan duniawi. Perbanyaklah ibadah-ibadah qalbiyah; zikir kepada Allah sebanyak-banyaknya, memperbanyak istigfar dan doa. Menghabiskan waktu bersama Al-Qur’an dan hati selalu terpaut dengan Allah Swt.

Jangan hidup seperti hewan. Menjalani hidup hanya memenuhi kebutuhan mulut, perut, dan syahwat. Tidak ada target menembus eskalasi langit dengan berkendara ikhlas untuk mencapai derajat takwa. Takwa yang menjadi goals ramadhan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS. Al BAqarah: 183)

Untuk itu, sejak hari ini tanamkan dalam hati untuk mencapai goals ramadhan yaitu takwa. Persiapkan sejak sekarang agar hidup tak sia-sia di bulan penuh berkah dan bulan ampunan. Orang yang paling merugi di bulan ramadhan ini adalah mereka yang keluar dari ramadhan tapi dosa-dosanya tidak diampunkan dan tidak berhasil mencapai derajat takwa. *Ditulis dari ceramah tarwih KH Bachiar Nasir di AQL Islamic Center, Rabu Malam, 16 Mei 2018.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close