Artikel

Mengenal Ciri-Ciri Wali Allah

BERZIKIR mengingat Allah adalah kegiatan yang banyak diperintahkan Allah  dalam Al Qur’an, bahkan dalam surat An Nisa ayat 103 kita diperintahkan agar ingat pada Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring. Namun demikian dalam pelaksanaan dzikir ini kita harus berhati hati, lakukanlah dzikir sesuai dengan tuntunan Rasulullah dan al Qur’an. Pada kenyataannya dewasa ini masih banyak ditemukan amalan dzikir sesat dan menyesatkan. Bacaannya betul menyebut nama Allah, namun niatnya salah dan keliru. Mereka mencampur aduk nama Allah dengan nama selain Allah. Mereka menyebut nama Allah bukan untuk mengabdi atau menganggungkan Allah.

Mereka menyebut nama Allah untuk menghadirkan dan  meminta bantuan khodam Jin. Hal itu kemudian bersenyawa dengan sel-sel tubuhnya dan puncaknya mereka intrans, kemudian pinsang, dan pada saat itu mereka mengatakan sudah bersenyawa dengan Tuhannya. Ini adalah kesesatan nyata. Ketika menganggap bahwa Tuhan telah menyatu dengan dirinya, sehingga apa yang dia katakan adalah produksi-produksi Tuhan, ini adalah sebuah kesesatan.

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

“Dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. Al Isra : 111)

Allah tidak pernah punya wali yang hina di muka bumi. Jangan pernah mengakui wali yang berasal dari pengakuan saja, menjadi wali dengan cara yang hina, pola yang hina untuk kepentingan dunia. Besarkanlah Allah dengan takbir yang sebenarnya. Allah juga telah menggambarkan wali yang sesungguhnya dalam Al-Qur’an:

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (QS. Yunus: 62-63).

Yang disebut wali Allah itu mempunyai empat kriteria;

  1. Mereka tidak punya rasa takut kecuali hanya takut kepada Allah. Tidak takut kelaparan, tidak takut dimusuhi, bagi mereka tidak punya rasa takut mati di hadapan senjata yagn sudah terhunus.
  2. Mereka tidak punya rasa cemas. Dunia boleh datang boleh pergi. Dunia boleh hilang boleh kembali. Dunia boleh banyak boleh sedikit. Dunia boleh indah boleh gersang. Wali Allah itu kecemasannya hanya terusik ketika dia jauh dari Allah. Kecemasannya terusik ketika hatinya tidak merasakan keindahan ketika disebut nama Allah. Kecemasannya terusik ketika rukuknya tidak bisa merasakan keagungan Allah. Kecemasannya terusik ketika sujudnya kehilangan keindahan energi subhana rabiyal a’la. Kecemasannya terusik ketika shalatnya sudah tidak khusyu. Kecemasannya terusik ketika suka sama yang haram. Kecemasannya terusik ketika tidak merasa cukup dengan yang halal. Wali-wali Allah tidak punya rasa cemas, kecuali kecemasan karena Allah.
  1. Mereka beriman. Beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat, beriman kepada kitab-Nya, beriman kepada rasul-Nya, beriman kepada hari kiamat, beriman kepada takdir baik dan takdir buruk. Jangan sebuat dia seorang wali jika sudah kehilangan rukun iman pada dirinya. Jangan sebut dia sebagai wali kalau sudah tidak shalat lagi. Adalah orang kafir jika sudah mengingkari salah satu rukun iman dan salah satu rukun Islam. kalau ada manusia bisa shalat dengan sajadah dilempar ke awan, percayalah burung lebih hebat dari dia, karena burung bisa bershaf-shaf di atas awan. Kalau ada orang yang bisa shalat di atas air, percayalah ikan jauh lebih hebat dari dia, karena ikan bisa shalat di dalam air sementara dia hanya di atasnya. Jangan bodoh mengukur kehebatan seseorang lalu menganggapnya sebagai wali.
  1. Mereka bertakwa kepada Allah Swt., mereka menjalankan perintah dan menjauhkan larangan-larangan-Nya.

Ciri wali Allah selain empat kriteria di atas adalah selalu bertasbih Kepada Allah Pagi dan Sore.

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلً

Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. (QS. Al Ahzab: 42)

Kalau berzikir sebanyak-banyaknya di setiap waktu, maka bertasbih di waktu pagi dan petang. Jika bisa berzikir ribuan kali dalam satu waktu, itu masih sedikit. Lalu, bagaimana agar kita bisa berzikir sebanyak-banyaknya dan apa yang dimaksud dengan berzikir sebanyak-banyaknya?

Seperti ulul albab. “yaitu orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (dan berdo’a), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia – sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (QS. Ali Imran : 191)

Adalah orang-orang yang senantiasa mengingat dan menyebut nama Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan terbaring. Maknanya adalah Allah selalu ada dalam segenap aktivitasnya. Berdiri, duduk, dan terbaring adalah sebuah ungkapan umumnya aktivitas manusia yang diwakili tiga bentuk tiga gerakan itu.

Yang dimaksud berzikir sebanyak-banyaknya kepada Allah adalah; ketika tadi pagi kita bisa bangun tidur itu karena Allah yang menghidupkan kita kembali setelah dimatikan sebentar. Kalau kita bangun tidur dan bisa buka mata itu karena Allah yang mengizinkan kita pada hari itu, karena di sana banyak orang susah membuka matanya lagi. Kalau kita bisa ke kamar mandi berjalan, itu karena Allah yang lenturkan tulang-belulang kita ini, sehingga kita mudah berjalan, karena di sana ada orang yang sangat sulit untuk berjalan. Kalau kita mampu membuang air kecil dalam diri kita itu karena Allah mengizinkan, setelah penceranaan mengolah makanan dan memisahkan mana yang baik bagi tubuh dan membuang mana yang buruk bagi tubuh, itu juga karena Allah yang mengizinkan. Lalu kita keluar dari kamar mandi dengan perasaan legah. Ini hanya satu contoh dari sekian banyak Maha Kasih Sayang Allah, sehingga bagi orang beriman ia selalu bersyukur dan bertasbih kepada Allah dalam setiap aktivitasnya.

Seseorang tidak bisa bersyukur jika bukan Allah yang mengilhamkan rasa syukur ke dalam dirinya. (Dinukil dari tausyiah UBN)

 

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close