Menang dengan Bersabar

BERTAQWALAH kepada Allah, perkuat sabar, baca Al-Qur’an, dan tingkatkan terus keimanan. Jangan lupa dirikan shalat dengan berjamaah karena ini yang menguatkan persatuan ummat, kurangi lawan, dan perbanyak kawan. Jadi, salah satu kunci sukses kemenangan dalam sejarah ialah dengan cara bersabar.

Kemenangan yang diraih oleh Thalut dan Daud ‘alaihis salam atas Jalut (QS. Al-Baqarah [2] :   246-251) itu tidak lain –setelah izin Allah- merupakan buah kesabaran. Di saat-saat genting menghadapi pasukan Jalut yang terkenal kuat, Thalut membesarkan jiwa pasukannya, “Betapa banyak pasukan sedikit mengalahkan pasukan yang banya. Sedang Allah bersama-sama orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2] : 249). Orang-orang yang mau bersabar bersama Thalut dan Daud, mereka mendapatkan kemenangan gemilang. Sedangkan yang tidak sabar, menjadi lemah, lesuh dan tentu saja jauh dari kemenangan. Mereka dijelaskan Al-Qur’an sebagai pasukan yang KO sebelum pertandingan.

Demikian juga Nabi Musa ‘alaihis salam ketika diri dan kaumnya mendapat tekanan hebat dari Fir’aun beserta bala tentaranya. Nasihat yang diberikan Musa ‘alaihis salam kepada mereka ada dua: Pertama, memohon pertolongan Allah. Kedua, bersabar (QS. Al-A’raf [7] : 128).

Buah dari kesabaran ini dikabarkan pada ayat 137, “Dan Kami pusakakan kepada kaum yang ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah kemi berkahi padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” Di sini sangat jelas, salah satu kunci kemenangan Musa ‘alaihis salam beserta kaumnya atas Fir’aun adalah kesabaran.

Dalam Sirah Nabawiyah, dengan kesabaran, para sahabat mampu menang melawan musuh di medan tempur. Secara gamblang Al-Qur’an menggambarkan kekuatan umat Islam jika beriring sabar. Dalam kondisi kuat, satu orang muslim bisa mengalahkan sepuluh orang kafir. Sedangkan saat lemah, satu orang bisa mengalahkan dua orang musuh (QS. Al-Anfal [8] : 65, 66). Lihat bagaimana kekuatan sabar dalam menentukan kemenangan.

Jika berkaca pada kekalahan Perang Uhud, salah satu hikmah kenapa ummat Islam kalah pada perang itu adalah ketidak sabaran dan ketidaktaatan kepada perintah pemimpin. Jika mau sedikit sabar saja, maka kemenangan pertama pasti diraih. Hanya saja godaan ghanimah begitu meloyokan kesabaran sehingga mudah dikalahkan musuh. *mbs

 

Sebarkan Kebaikan!