Memenangkan Pemimpin Muslim Jakarta

JAKARTA (AQLNEWS) – Relawan Bangsa dan Negara (RBN) menggelar shalat Subuh berjamaah di Masjid Ar-Rahman AQL Islamic Center (02/04/2017). KH Bachtiar Nasir, yang diamanahi sebagai pemberi tausiah, menyampaikan beberapa poin yang cukup krusial, utamanya terkait perpolitikan yang sedang memanas di Jakarta.

Pertama, menggapai kemenangan dengan cara konstitusional. Menurut Pimpinan AQL Islamic Center ini, umat Islam harus melakukan cara-cara konstitusional untuk memenangkan pemimpin muslim di Jakarta. Bila ada kecurangan dilakukan mereka, maka dibalas dengan keadilan. Alasannya jelas, karena umat Islam punya prinsip, “Sesungguhnya Allah itu baik dan hanya menerima yang baik.” (HR. Muslim).

Kedua, menjaga kedamaian. Sekjen MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) ini, tak memungkiri adanya kaidah yang menyatakan: “Perang itu adalah tipu daya”. Meski demikian, menurut beliau,  langkahnya tidak boleh keluar dari jalur kedamaian.  Di sisi lain, tetap mengawal proses pilkada agar berjalan secara jujur dan adil.

Ketiga, menjadikan masjid sebagai basis dakwah politik. Poin yang tak kalah penting, menurut penulis buku Masuk Surga Sekeluarga ini adalah menjadikan masjid sebagai basis untuk dakwah politik Islam. Ini adalah hak demokrasi dan dakwahnya dalam bentuk dakwah personal dan dakwah kolektif. Meski demikian,  para dai ditekankan tetap memerhatikan kode etik para dai dalam surat al-Mudassir:1-7.

Keempat, membicarakan politik tidak bertentangan dengan nilai agama Islam dan konstitusi. Menurut beliau, sangat wajar umat Islam membicarakan bagaimana memenangkan pertarungan politik yang ada di Jakarta. Al-Qur’an telah mengatur tentang memilih pemimpin dan itu adalah politik. Berbicara mengenai politik adalah bagaimana berbicara publik secara konstitusional dan bagaimana menata sosial berdasarkan keadilan. Semua itu sudah diatur dalam al-Qur’an.

Kelima, memenangkan pemimpin muslim. Ustadz jebolan Madinah ini menegaskan, karena hanya ada satu calon muslim, maka umat Islam ikut memperjuangkan nilai-nilai kebenarannya. Mungkin dari sekian banyaknya kebijakan Anis ada yang tidak sesuai dengan keinginan kita, namun menjaga keikhlasan adalah kata kunci.

“Jadilah ikhlas-wan (red: relawan ikhlas). Ikhlas karena Allah SWT dalam memperjuangkan al-maidah:51. Akan tetapi, kita melakukan ini semua dengan cara demokrasi dan konstitusional,” pungkasnya.

*Laporan: Muhajir

*Editor: Abu Kafillah

Sebarkan Kebaikan!