Artikel
Trending

Mati Datang Tak Mengenal Waktu

MENGUJI Rasa. Bagaimana perasaan kita jika pengadilan memvonis hukuman mati? Apakah setelahnya amal ibadah kita semakin meningkat atau melemah?

Jiwa-jiwa yang takut kepada Allah Swt. pasti akan meningkatkan ibadahnya. Alasannya sangat simple, karena tahu kematian akan segera datang. Kata “mati” menghujam dalam jiwa. Membayang terbaring seorang diri, jasad melebur jadi tanah, ruh menanggung tanya dari malakait Munkar dan Nakir.

Sebuah fenomena yang menguras fikir. Mayoritas manusia tidak sadar jika dirinya telah divonis mati oleh Allah Swt.. Terhadap pengadilan saja psikologis demikian terbawa, lalu mengapa vonis Allah tidak? Allah Swt. berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (QS. Ali-Imran: 185)

Hukum dunia masih bisa diatur, kapan pelaksanaan dan di mana tempatnya. Sedang hukum Allah tak ada bocoran waktu dan tempatnya. Malam ataupun siang, terhindar dari pengetahuan kita. Hal tersebut agar persiapan diri lebih baik lagi. Tidak cinta dunia dan takut mati. Beribadah seolah mati telah mengetuk pintu. Memperbanyak bekal seolah sedetik lagi kita akan melakukan perjalanan sunyi.

“Kita tinggal di dunia, tapi tidak boleh duniawi. Berorientasi akhirat itu perlu, tapi jangan lupakan kesuksesan di dunia. Islam mengajarkan kita keseimbangan.” Begitu nasihat Ustad Bachtiar Nasir dalam sebuah video yang ia unggah di laman istagramnya.

Lakukanlah persiapan terbaik; vertikal maupun horizontal. Vertical dengan meningkatkan amal ibadah, dan horizontal dengan meningkatkan hubungan baik dengan sesama manusia. kedua sisi inilah yang akan mengantarkan kita pada ganjaran terbaik di sisi Allah Swt..

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close