MARHABAN YA RAMADHAN (7): Bulan Pembakaran

KH BACHTIAR NASIR

(Pimpinan AQL Islamic Center)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Q.S. al-Baqarah:183)

Orang yang paling berbahagia pada hari ini dan beberapa hari ke depan adalah orang-orang yang sudah mempersiapkan jiwanya untuk menyatakan Marhaban yaa Ramadhan. Orang-orang yang paling berbahagia adalah yang merindukan untuk diampunkan dosa-dosanya, bergelora cinta dan ridha Allah SWT dan orang-orang yang telah mempersiapkan segala sesuatu demi menggapai ketakwaan yang sesungguhnya. Serta mempersiapkan banyak hal untuk mendapatkan Lailatul Qadr.

Ada beberapa persiapan yang sangat perlu dipersiapkan sebelum memasuki bulan suci ramadhan untuk mendapatkan ampunan Allah SWT.

Persiapan ilmu sangat penting karena amal tanpa ilmu seperti orang buta yang berjalan. Orang yang tidak cukup ilmu lalu beramal bisa saja terperangkap dalam kesia-siaan. Persiapan ilmu yang paling penting untuk dipersiapkan adalah konsep berilmu sebelum beramal. Hal paling penting untuk dipersiapkan adalah konsep ilmu tentang subtansi Ramadhan.

Baca juga: http://aqlnews.com/marhaban-ya-ramadhan-6-bulan-masuk-surga-sekeluarga/

Apa yang paling subtansi dari Ramadhan itu? Tujuan yang paling inti dari Ramadhan adalah menjadi orang-orang yang bertakwa. Bertakwanya orang yang shalat beda dengan bertakwanya dengan orang yang berzakat sebagaimana bedanya juga orang yang berpuasa.

Untuk mengetahui takwanya orang yang berpuasa maka terlebih dahulu kita melihat kata Ramadhan lalu kata puasa kemudian dikaitkan dengan kata takwa. Arti dari takwa itu berasal dari kata-kata takut atau kata takwa ini adalah kata yang universal untuk semua kebajikan yang berorientasi akhirat. Artinya, siapa yang ingin menjadikan ketakwaan sebagai tujuan utama di bulan Ramadhan adalah gelora takutnya atau orientasi hidupnya harus sampai ke akhirat bukan hanya kapok di dunia.

Contoh dari ketakutan itu adalah jika dalam penghasilan kita tercampur dengan sesuatu yang syubhat atau bahkan haram atau selama ini banyak harta anak yatim dan orang miskin yang tidak diberikan dalam harta kita. Ketakutan itu juga bisa berupa zakat yang lupa kita keluarkan. Semua itu berkaitan dengan perkara-perkara akhirat.

Setelah sedikit menyelami kata takwa kemudian kita beralih ke kata Ramadhan. Coba kita pikirkan, kenapa harus ada Ramadhan? Apa alasannya dan kenapa harus ada Ramadhan?

Baca juga: http://aqlnews.com/marhaban-ya-ramadhan-3-esensi-puasa-ramadhan/

Karena ada al-Qur’an yang akan diturunkan dan kitab yang akan diturunkan ini membutuhkan ruang yang suci. Al-Qur’an itu tidak diturunkan pada lorong waktu juni, juli, dan desember. Lorong waktu suci kalam Allah itu adalah Ramadhan.

Lalu apa hubunganya Ramadhan dengan al-Qur’an?Ada dua hal penting yang akan didapatkan dalam bulan suci Ramadhan. Di bulan Ramadhan itu ada pembakaran dosa-dosa dan syariat untuk berpuasa. Ketika seseorang mentadabburi al-Qur’an di bulan Ramadhan maka nilai dahsyat tadabbur itu akan sangat berbeda dengan bulan-bulan lain.

Karena kita membaca al-Qur’an di bulan Ramadhan dalam keadaan berpuasa dan ampunan Alllah SWT terbuka kepada hamba-Nya siang dan malam. Sehingga kemungkinan besar Qur’an itu bisa menghujam ke dalam jiwa itu lebih mudah. Ibarat seusai membakar besi maka sangat gampang untuk dibentuk sesuai yang diinginkan.

Ramadhan itu adalah bulan pembakaran dosa-dosa ditambah lagi dengan anjuran untuk menahan nafsu agar tidak berbuat maksiat yang bisa mengeraskan hati. Dalam Ramadhan juga semua yang bisa membangkitkan emosi dan syahwat ditahan dan tidak diberi ruang untuk muncul. Sehingga al-Qur’an sangat mulus untuk masuk dalam jiwa dan membentuk jiwa-jiwa yang diharapkan takwanya oleh Allah SWT. *muhajir

Sebarkan Kebaikan!