MARHABAN YA RAMADHAN (17): Dahsyatnya Bulan Ramadhan

KH BACHTIAR NASIR
(Pimpinan AQL Islamic Center)

ORANG-orang beriman meyakini dahsayatnya bulan Ramadhan terutama dari sisi ampunan dosa. Maka mereka akan bergembira andai dicabut nyawanya di bulan Ramadhan. Sebagaimana ukuran keberhasilan para mujahid di lapangan bukan menang atau kalah tetapi mendapatkan tropi syahadah.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mereka bisa mempunyai cara pandang sehebat itu. Sementara di sisi lain ada yang menikmati Ramadhan sama seperti tahun lalu sebatas rutinitas tanpa gairah.

Taraweh sepuluh hari pertama masih antusias tapi sepuluh terahir antusias di mall-mall. Orang-orang yang memiliki niat yang luar biasa dia akan full power memenuhi Ramadhan dengan beribadah.

Agar bisa memandang Ramadhan hebat kita akan berikan perumpamaan-perumpamaan agar mudah dipahami. Ramadhan adalah bulan yang begitu sempurna tetapi tergantung bagaimana cara kita memandangnya. Karena Allah sendiri yang mempersepsikan kepada kita bahwa bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya al-Qur’an.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran………..” (Q.S. al-Baqarah:185)

Semua al-Qur’an diturunkan pada bulan itu padahal satu ayat saja al-Qur’an sangat dahsyat. Satu ayat saja dalam al-Qur’an itu sangat dahsyat pengaruhnya, misalnya dentuman al-Maidah yang baru-baru ini terjadi. Akan tetapi, dalam satu malam al-Qur’an diturunkan 30 Juz 114 surat 6.236 ayat. Tentu ini adalah sesuatu yang agung dan besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. al-Baqarah:183)

Dalam sejarah disebutkan bahwa banyak orang yang sukses karena puasa maka kita harus lebih baik dari mereka.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan” (Q.S. al-Qadr:1)

Jika ditadabburi setiap ayat-ayat yang berkaitan dengan presepsi tentang Ramadhan pasti menunjukkan sesuatu yang sangat luar biasa.

Dalam bulan Ramadhan ini kita diminta untuk berpuasa, qiyamul lail, dan banyak aktivitas-aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ada banyak kedahsyatan di bulan Ramadhan, tapi tidak semua orang bisa merasakan kehebatannya. Bagi orang yang mengerjakan shalat malam di bulan Ramadhan, Allah akan menghapus semua dosa-dosanya. Jika semua dosa telah dihapus maka semua musibah yang diakibatkan dari dosa itu akan hilang pula serta rezeki akan datang kepada dia.

Apapun permasalahan yang dihadapi dan keinginan apaun yang ingin Anda capai, maka Ramadhan adalah momentum yang paling penting untuk memohon kepada Allah SWT.

Orang-orang yang berdoa sebelum berbuka puasa pasti akan dikabulkan oleh Allah SWT. Maka sampaikanlah hajatmu kepada-Nya. Sepertiga akhir malam dan waktu sahur adalah istigfar. Maka sempatkanlah duduk sebentar untuk beristigfar atas semua dosa-dosa yang kita lakukan.

Ada banyak kedahsayatan yang diperoleh dalam bulan suci Ramadhan. Dari sahur sampai sahur lagi adalah kebaikan dan Alah menyiapkan ampunan-Nya kepada kita. Keikhlasan itu tidak ternilai harganya.

Imam Syafi’I berkata, “Seandainya yang turun itu hanya surat saja itu sudah cukup. Tapi karena kebaikan Allah SWT sehingga Dia menurunkan kepada kita 30 juz sebagai pedoman.”
Maka, apakah kita ingin menjadi orang yang cerdas memandang Ramadhan atau menjadi orang yang biasa-biasa saja. Indonesia ini sudah menghadapi masalah yang luar biasa maka tidak mungkin masalah yang luar biasa dihadapi dengan cara yang biasa saja.

Kita mau jadi siapa dalam hidup? Ingin menjadi orang yang biasa atau menjadi orang yang luar biasa. Tahukah kita bahwa Allah menginginkan kita untuk menjadi orang yang luar biasa maka dia syariatkan puasa kepada kita.

“Sebagaimana diwaibkannya orang-orang sebelum kalian…” (Q.S. al-Baqarah:183)

Banyak orang hebat di masa lalu lulusan dari universitas Ramadhan. Banyak orang-orang hebat masa lalu hanya lulusan dari lembaga shaum menjadi orang-orang tangguh di muka bumi. Seperti Nabi Daud AS dan Nabi Nuh AS, jika ingin menjadi orang hebat dan terbuka cakrawalanya, laksanakan apa yang Anda minta setiap hari, yaitu surat al-Fatihah ayat 6-7.

Maka cara pandang jika ingin memandang Ramadhan hebat dan ingin Ramadhanmu hebat maka cara hidupmu harus seperti cara hidup para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan para shalihin. Perang Badar yang terjadi pada bulan Ramadhan tapi kenapa umat Islam bisa menang karena mereka berada di puncak kehebatan waktu. Mereka dalam kondisi merindukan kematian dan bulan Ramadhan adalah bulan masuk surga. Kekuatan yang tidak berimbang tapi kemenangan yang gemilang diraih oleh para perindu surga di bulan Ramadhan.

Jika kita menikmati Ramadhan seperti para Nabi, shiddiqin, ayuhada, dan shalihin maka kita akan menjadi orang yang hebat. *muhajir

Sebarkan Kebaikan!