MARHABAN YA RAMADHAN (12): Muhasabah dan Penyucian Jiwa

KH BACHTIAR NASIR

(Pimpinan AQL Islamic Center)

JIKA kita mengevaluasi cara beribadah kita selama 11 bulan, mungkin masih banyak kekurangan dari berbagai sisi? Mulai dari ibadah yang bersifat mahdah seperti shalat dan haji. Belum lagi sifat mentauhidkan Allah SWT dalam hati. Benar-benarkah telah hadir rasa takut kepada Allah dan hanya menggantunkan harapan kepada-Nya? Bagaimana cara tawakkal kita kepada-Nya dan memusatkan cinta kepada-Nya?

Mari kita bermuhasabah. Lebih banyak ibadah atau perbuatan dosa? Lebih berat ketaatan kita kepada-Nya atau mengabaikan syariat dan perintah-Nya? Begitu juga cara bersyukur dan memanfaatkan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Mulai dari nikmat sehat dan kehidupan, nikmat waktu dan kesempatan, serta nikmat iman dan Islam yang Allah anugerahkan kepada kita. Sudah patutkah kita disebut sebagai hamba yang selalu bersyukur? Seberapa besar pengorbanan yang kita lakukan atas rasa syukur tersebut? Apakah semua pengorbanan itu benar-benar untuk Allah Ta’ala?

Dalam hitungan beberapa hari lagi, kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Bagi jiwa-jiwa yang merasa dirinya kotor dan hina, Ramadhan ini menjadi momentum yang sangat istimewa untuk memperbaiki ibadah dan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla. Lewat Ramadhan, kita harus lebih pandai lagi mensyukuri nikmat dari Allah SWT dan yang paling hebat adalah bertaubat. Bertaubat atas semua kesalahan dan dosa-dosa yang selama ini melumuri jiwa selama 11 bulan.

Sungguh, remuk rasanya jiwa ini kalau berpikir selama 11 bulan tentang apa yang telah kita lakukan. Tetapi, kemudian kembali bergairah dan bersemangat, semoga Allah berikan panjang usia sekali lagi bisa menikmati bulan suci Ramadhan. Dari sana kita bisa memperbaiki diri, memperbaiki hati, dan mensucikan jiwa agar lebih mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT.

Muhasabah Ramadhan yang dimaksud disini adalah mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadhan. Di bulan ini ada dua dimensi kemanusiaan kita diselaraskan oleh Allah SWT yaitu, dimensi jasad dan ruh. Dalam bulan Ramadhan, manusia sedang diseimbangkan dan distabilkan kembali oleh Allah dengan sistem Ilahiyah yang diberkahi dan diberikan kepada kita. Manusia juga harus mempunyai persiapan agar dua dimensi itu hadir sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Apa yang harus dipersiapkan terutama dari sisi ruhiyah? Berbahagianya kalbu adalah tatkala mampu merasakan nikmat dan manisnya iman dan takwa kepada Allah SWT. Hal ini harus dipenuhi dari sekarang, yaitu menikmati indahnya hidup bersama iman serta memenuhi jiwa dengan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Jalan yang paling cepat untuk menggapai level itu adalah beristigfar. Beristigfarlah karena dalam jiwa sangat banyak kotoran dan kehinaan. Keyakinan kita sering kali goyah karena kurang tawakkal kepada-Nya. Harapan kita sering kali goyah sehingga beralih mengharap materi kepada makhluk. Rasa cinta kita juga seringkali terkaburkan oleh syahwat.

Rasa takut kita kepada Allah kadang menipis padahal ancaman-Nya setiap saat berlaku kepada kita. Lidah sering kali malas berzikir dan mata sering kali menatap yang Allah haramkan ketimbang menatap kitab suci yang Allah sucikan. Telinga juga sering kali mendengarkan hal yang sia-sia daripada mendengarkan kebenaran al-Qur’an dan as-Sunnah. Lisan sering menjadi penentu kotornya jiwa.

Karenanya, persiapan yang harus kita pesiapkan untuk memasuki bulan suci Ramadhan adalah bebasnya jiwa dan ruh dari berbagai macam bentuk penyakit jiwa dan penyakit kalbu yaitu, syirik, kemunafikan, riya’ dan sum’ah, ujub (bangga diri), sombong, dan berbagai macam penyakit-penyakit berbahaya di dalam jiwa. Jika ingin ringan beribadah di bulan suci Ramadhan persiapan terpenting adalah tazkiyatun nafs.

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ. وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ.
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang” (Q.S. al-A’la:14-15)
Proses menuju penyucian jiwa itu adalah membersihkan diri dengan beriman kepada Allah SWT. Kemudian memperbanyak zikir kepada-Nya dalam shalat maupun di luar shalat serta dan menegakkan shalat yang wajib dan sunnah.
Selanjutnya yang sangat dibutuhkan oleh jiwa agar sukses memasuki bulan suci Ramadhan adalah ilmu yaitu, ilmu tentang Ramadhan. Ilmu yang dimaksud bukan sekadar fikih walaupun ini sangat penting karena mengajari aturan-aturan dalam bulan Ramadhan. Akan tetapi, ilmu tentang moment-moment khusus yang Allah sudah siapkan dan yang menjadi puncaknya adalah lailatul qadr.
Ilmu tentang bagaimana mendapatkan perolehan dari ibadah yang kita lakukan. Tapi, yang paling penting dari ibadah yang kita lakukan adalah bagaimana cara mendapatkan ampunan atas dosa-dosa. Itulah orang-orang yang paling beruntung. *muhajir

Sebarkan Kebaikan!