MARHABAN YA RAMADHAN (10): Munajat Agar Dipertemukan Ramadhan

KH BACHTIAR NASIR

(Pimpinan AQL Islamic Center)

YA Allah, kami sebagai hamba-Mu engkau lihat dengan sangat jelas bahwa kami adalah hamba-hamba-mu yang telah lama merindukan perjumpaan dengan ramadhan. Mampukan kami dan tolong kami untuk bisa merasakan perjumpaan dengan-Mu lewat zikrullah. Ajari hamba-Mu, bahwa Ramadhan adalah kesempatan yang paling tepat untuk bersyukur kepada-Mu.

Tidak ada nikmat yang sedahsyat yang pernah kami rasakan selain bulan suci-Mu. Tidak ada rezeki yang lebih besar dan tidak ada lagi rezeki yang lebih besar dari rezeki yang sebentar lagi akan kami dapatkan. Jika engkau perkenankan kami memasuki bulan suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan. Mampukan kami untuk bisa berzikir dan bersyukur kepada-Mu.

Yaa Rahmaan Yaa Raahim, jangan Engkau golongkan kami ke dalam golongan yang merugi karena menyia-nyiakan kesempatan yang sangat besar yang telah Engkau berikan kepada kami dan usia telah Engkau sampaikan kepada kami.

رَبِّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah, bantulah aku untuk berzikir dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik.”
Yaa Allah, biarkanlah ruh kami terbang menembus tujuh eskalasi langit yang telah lama terpenjara oleh emosi dan syahwat. Lepaskan dan biarkan kami tersungkur sujud di hadapan-Mu ya Rahman ya Rahim.

Wahai qalbu-qalbu yang keras, tangisi dirimu yang sekarat. Sebentar lagi bulan suci Ramadhan kau masuki sementara qalbumu masih dalam keadaan lalai. Bangunlah wahai qalbu yang sekarat, bangkitlah dari tidur panjangmu dan sebut nama Tuhan-Mu. Kalau belum tersentuh maka bertakbirlah empat kali atas kematian qalbu dengan kematian panjangnya. Tapi jangan biarkan kesempatan istimewa ini hilang begitu saja.

Wahai qalbu-qalbu yang mulai bangun dari lalai panjang. Ada dua bekal yang sangat penting untuk mendapatkan kesucian Ramadhan. Ada dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan tapi berat timbangannya di mizan serta tinggi kualitasnya di hadapan Tuhan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua kalimat yang ringan di ucapkan dengan lisan, berat dalam timbangan dan sangat di cintai oleh Dzat yang Maha pengasih adalah Subhanallah wa bihamdihi subhanallahil ‘adzim (Maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha suci Allah dan Maha Agung).” (Hadits Ibnu Majah Nomor 3796)
Jadikan dua kalimat yang diajarkan Nabi SAW ini sebagai senandung sepanjang siang dan malam, pagi dan petang selama bulan suci Ramadhan apalagi menjelang bulan suci Ramadhan. *muhajir