MARHABAN YA RAMADHAN (1): Persiapan Iman Menyambut Ramadhan

INILAH saat-saat yang mendebarkan bagi orang yang merindukan bulan suci Ramadhan. Saat dimana kita membuktikan bahwa kita adalah orang yang beriman sesungguhnya atau orang yang berpura-pura rindu kepada Ramadhan.

Inilah saat dimana kita memeriksa dan mengevaluasi diri, apakah sungguh-sungguh menjadi orang yang menginginkan kenikmatan balasan dari Allah SWT dari banyaknya dosa-dosa yang selama ini kita kerjakan. Orang yang berpikir strategis dan ingin menjadi terbaik di hadapan Allah SWT tidak mungkin ia lalai dan menyia-nyiakan kesempatan yang sangat hebat ini. Saat inilah kita berusaha menjadi yang terbaik di hadapan-Nya dengan melakukan berbagai kebajikan.

Mana mungkin bisa mendadak lansung masuk ke bulan suci Ramadhan yang penuh kehebatan tanpa ada persiapan? Siapa yang tidak mau jika dicatat sebagai penghuni surga padahal kita belum meninggal? Mereka itulah pada malam bulan suci Ramadhan, namanya sudah dijamin surga oleh Allah SWT. Maka bersiap-siaplah untuk menjadi penghuni surga.

Ada beberapa persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Dua di antaranya adalah persiapan iman (bagian pertama dalam tulisan ini) dan persiapan ilmu (bagian kedua).
IMAN adalah paling utama sebagai bekal untuk mendapatkan berbagai macam bentuk bonus di bulan suci Ramadhan. Betapa meruginya jika hati belum khusyu hingga memasuki bulan suci Ramadhan.

Kerugian besarlah orang-orang yang tidak memenuhi jiwanya dengan iman ketika memasuki Ramadhan dan betapa meruginya jika hati belum dipenuhi getaran cinta kepada Allah SWT untuk memasuki bulan suci tersebut.

Mari kita meratapi diri. Ramadhan sudah di depan mata dan kita masih lalai karena urusan dunia. Sebuah kehidupan yang penuh kebohongan dan kesemuan.

Di saat bertahlil dan beristgfar, apakah hati kita bergetar karena cinta kepada Allah? Adakah getaran harap kepada Allah SWT? Adakah getaran pasrah yang kuat dibalik semua zikir-zikir kita?

Allah SWT menggambarkan orang-orang yang hidup hatinya dalam surat al-Anfal ayat 2:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS al-Anfal:2)

Orang-orang yang hatinya hidup jika disebutkan asma Allah SWT maka bergetarlah getaran cinta, getaran takut, getaran pasrah, dan getaran harap kepada-Nya.

Ciri-ciri orang yang hidup hatinya adalah jika dibacakan ayat-ayat al-Qur’an ditelinganya bertambah volume iman dan bertambah kuat pula pasrah dan tawakkalnya kepada Allah SWT.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS. Fushilat: 30)

Orang-orang yang konsisten di atas jalan Allah SWT, maka malaikat berkerumunan di sekitar mereka. Malaikat-malaikat itu ditugaskan untuk mencabut rasa takut dan dihilangkan rasa sedih dan cemas mereka terhadap hiruk-pikup dunia. Lalu malaikat malaikat membukakan tabir di hadapannya, alam fikirannya dipenuhi suasana-suasana surgawi, dalam keyakinan semakin kecintaannya untuk menjadi penghuni-penghuni surga. Sejak sekarang ia mulai tertarik untuk mengerjakan amalan-amalan penghuni surga. (Bersambung/ ditulis dari ceramah KH Bachtiar Nasir)

Sebarkan Kebaikan!