Sirah

Makna Pahlawan Menurut KH Bachtiar Nasir

JAKARTA (AQLNEWS) – Ratusan tahun lalu ada seorang laki-laki yang bercita-cita ingin menyatukan sebuah Negeri yang dikenal dengan sebutan Nusantara. kemudian, tahun 1945 Indonesia resmi diproklamasikan oleh Persiden Ir. Soekarno didampingi Drs. Mohammad Hatta atas nama rakyat Indonesia. Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidak bisa terlepas dari jasa para pahlawan. Berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa bangsa Indonesia dibebaskan oleh mereka dari cengkraman para penjajah. Untuk mengenang jasa-jasa mereka maka 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Berikut pernyataan lengkap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) KH Bachtiar Nasir dalam memaknai hari pahlawan 10 November:

Karakter pahlawan adalah ikhlas, bertakwa, bersabar, rela berkorban, membebaskan, dan visioner, tentu juga kreatif dan multi-skill yang dimilikinya. Sebut saja para pahlawan negeri ini, adalah Pangeran  Diponegoro, Jenderal Sudirman, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Siti Rahmah dan lainnya. Mereka semua adalah sosok pahlawan yang pemberani dengan keikhlasan dan keimanan serta ketakwaannya membebaskan dengan penuh kesabaran, mereka tidak memikirkan dirinya sendiri sehingga Indonesia bisa merdeka. Indonesia merdeka di masa kepemimpinan para pahlawan.

Saat ini kita harus belajar dari para pahlawan. Kita harus melihat bentuk-bentuk ketertindasan yang ada di sekeliling kita dan bentuk-bentuk kolonialisme di abad modern ini. Dengan berjiwa pahlawan kita akan melihat itu semua dan –In Sya Allah- kita akan menjadi bangsa yang kuat.

Menjadi pahlawan tidak harus kuat di awal, menjadi pahlawan tidak harus menunggu tua dulu, menjadi pahlawan tidak harus kaya dulu, kita mulai dari yang terkecil yang bisa kita lakukan.

Menyelamatkan orang dari terantuk batu adalah pahlawan. Menyingkirkan duri di jalan adalah pahlawan. Memaafkan orang lain dalam kesendirian meski sakit adalah pahlawan. Dia yang mendoakan saudaranya tanpa sepengatahuan dia adalah jiwa pahlawan. Di malam hari bermunajat untuk mendoakan bangsa adalah pahlawan. Tidak memakan yang haram adalah jiwa pahlawan. Berjiwa keadilan dan pemerataan serta mementingkan kepentingan orang lain adalah kepahlawanan. Tapi ikhlaslah! Dan satu hal jangan pernah pamer, jangan pernah ria, karena pahlawan itu tidak mesti terlihat.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close