Maidaturrahman Kerja Sama ACT untuk Misi Kemanusiaan Afrika dan Yaman

JAKARTA (AQLNEWS)– Dari data PBB bahwa sekitar 20 juta jiwa dalam 6 bulan ke depan, ada empat negara terancam mati akibat bencana kelaparan, dan disebut juga sebagai bencana kemanusiaan terdahsyat abad ini. Dan ironisnya 90% dari 20 juta jiwa itu adalah orang Islam. Maka Maidaturrahman bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) setelah mengirim dana lima miliar ke empat negara, Somalia, Yaman, Nigeria, Sudan Selatan, dan Afrika.

“Maidaturrahman akan bekerja sama ACT mengirimkan beras ke negara yang terancam mati kelaparan itu. Kapal kemanusiaan yang bisa memuat sampai 20 ribu ton akan diisi dengan beras lalu dikirimkan ke Negara-negara yang terancam mati kelaparan,” kata Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir di Masjid Arif Rahman Hakim, UI Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (15/4/17).

KH Bachtiar Nasir mengatakan, Maidaturrahman adalah sebuah program yang sangat mulia dan sebuah program yang sangat luar biasa. Inspirasi terbentuknya program Maidatur Rahman surat al-Insan ayat 8;

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS al-Insan:8)
Al-Qur’an secara jelas menggambarkan orang yang suka memberi makan sebagai al-Abrar, orang-orang yang suka berbuat kebajikan nyata. “Tahun ini Maidaturrahman membuat program baru yang bertaraf nasional. Kalau tahun-tahun sebelumnya hanya berupa pembagian ta’jil di titik-titik tertentu dengan riduan paket dan memberi makan kepada jamaah juma’at di berbgai tempat,” kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini.

Program ini tidak hanya memberi makan kepada orang yang dikenal tapi juga kepada orang yang tidak dikenal. Dia mengatakan, Allah SWT sangat memuliakan orang yang suka memberi makan kepada saudaranya. Dalam surat al-Maun misalnya, orang yang tidak memberi makan kepada orang miskin maka dia dianggap orang yang telah mendustakan agama. Ketika orang dewasa yang berpenghasilan kemudian memberi makan orang lain, Allah juga mencap orang yang demikian sebagai orang yang tidak lalai dari shalatnya.

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya’, dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (QS al-Ma’un:4-7)

Sekjen MIUMI itu juga mengutarakan kisah yang menginspirasi beliau untuk memberi makan untuk berbuka puasa lewat program Maidaturrahman. “Suatu hari, saya berada di dalam Metromini dan pada waktu itu sangat macet. Di tengah kemacetan itu terdengarlah suara adzan yang menandakan masuknya waktu buka puasa. Ketika melihat penumpang yang lain ternyata belum ada yang berbuka puasa. Maka uang 24.000 yang saya punya waktu itu dibelikan air mineral kemudian dibagi-bagikan kepada penumpang lain. Dan sungguh, pada waktu saya merasakan sebuah kebahagiaan yang tidak bisa saya ungkapkan,” urainya seraya mengespresikan rasa bahagianya.

Dia juga mengambil contoh salah seorang temannya yang muallaf dan mempunyai bisnis catering yang sangat laris hanya karena setiap jum’at, ia mengemas 300 paket kemudian dibagikan ke jamaah shalat jum’at. Al-Qur’an menggolongkan orang yang suka memberi makan dalam golongan kanan. Yaitu orang yang dijamin surga oleh Allah SWT dengan berbagai macam kenikmatan.

Sebetulnya istilah ashabul yamin (golongan kanan) itu identik dengan bayi yang belum berdosa lalu meninggal dunia sehingga masuk surga tanpa hisab. Sedangkan orang tua yang masuk surga karena taqwa dia digolongkan dengan al-muqarrabin.

“Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” (QS al-Waaqiah:88)

Stigma musuh Islam yang mengatakan bahwa umat Islam adalah umat yang intoleran dapat dipatahkan lewat dakwah nyata seperti ini. Sudan Selatan yang menjadi salah satu dari empat negara yang mengalami bencana kemanusiaan adalah penduduk dengan mayoritas Kristen. Hal itu tidak menghalangi umat ini untuk memberi bantuan kepada mereka. “Program ini tidak hanya menjadi sebab masuknya kita ke dalam surga. Tetapi salah satu penyebab gampangnya masuk surge secara murah,” kata KH Bactiar Nasir.

Belajar dari muallaf Bali yang diberikan keberkahan dalam usahanya, berbuat kebaikan itu akan mendatangkan keberkahan dalam kehidupan kita. “Mari kita menjadi orang baik yang bermula dari memberi makan kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal, karena itu adalah ciri-ciri orang Islam,” katanya. *

Reporter : muhajir

Editor : azh pawennay

Sebarkan Kebaikan!