News

Lawan Hoax, UBN: Hindari Dosa Berantai di Medsos

JAKARTA (AQLNEWS) – Di era digital saat ini, ada dosa berantai tetapi sangat sedikit yang menyadarinya. Dosa tersebut adalah tiadanya adab dan akhlakul karimah di media sosial. Padahal di dunia maya itu sangat banyak jerat-jerat setan yang berdampak lebih dahsyat ketimbang di dunia nyata. Misalnya, tabir antara laki-laki dan perempuan di media sosial hilang hanya dengan satu ketikan. Salah satu jerat setan yang sangat marak dilakukan di medsos adalah menghujat, mencela, membully, dan menyebarkan fitnah lewat berita hoaks. “Di medsos juga bahasanya tidak mencerminkan akhlak muslim, suka mengonsumsi hoax. Begitu lihat berita, lansung dishare tanpa klarifikasi”, ungkap Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir dalam Acara Tadabbur Asmaul Husna “Al Karim” di Masjid Al Huda, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (10/3/18).

Jangan sampai kebencianmu pada suatu kaum sehingga membuatmu tak mampu berbuat adil dan menjaga akhlak yang terpuji. Sebagai seorang muslim, jangan menebarkan berita yang bisa merusak kehormatan orang lain. Ini karena kita belum belajar ilmu beretika di dalam media sosial, tiba-tiba kita harus berhadapan dengan teknologi ini. Sehingga terjadi gagap teknologi yang membuat kita banyak melakukan dosa. Belum lagi gambar-gambar asusila dan pornografi.

Menurut UBN (Sapaan akrab KH Bachtiar Nasir), masih banyak masyarakat yang sebenarnya belum siap menghadapi derasnya alur informasi lewat media sosial. “Tiba-tiba mereka harus berhadapan dengan sistem nilai yang membahayakan,” tulis lulusan Universitas Madinah ketika menyinggung jerat-jerat halus setan dalam bukunya “Tadbir Rabbani”.

Sekjen MIUMI Pusat ini menyitir ayat dalam surat al-Baqarah mengenai bahaya jebakan setan bagi umat manusia.

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS al-Baqarah: 168-169)

Karenanya, kata dia, jadikanlah setan sebagai musuh, jangan pernah mau berkawan dengan setan. Jika ingin selamat dalam berislam maka jauhilah langkah-langkah setan dan jadikanlah setan sebagai musuh yang nyata.

Terlebih lagi, ketika umat Islam dihadapkan pesta demokrasi 2018/2019, aksi hujat-menghujat sangat mudah ditemukan. Meski begitu, umat Islam tidak perlu menghindari dunia medsos ini karena pada dasarnya wadah ini juga masih bisa menjadi ladang dakwah dan syiar Islam. Inilah situasi yang ditakdirkan Allah SWT kepada umat dewasa ini dengan tetap menjaga akhlak yang terpuji.

“Tetaplah bersikap tenang dan jadilah orang yang selalu bersyukur. Caranya, sikapilah persoalan secara jernih dan tunjukkan kepada mereka bahwa umat Islam itu damai, adil dan tidak suka menghujat apalagi memfitnah, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial,” katanya.

Sebagai muslim perlu totalitas dalam beragama dan itulah perintah yang wajib dilaksanakan dalam al-Qur’an. “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” (Al-Baqarah : 208)

Berislam secara total kaffah adalah menjalankan syariat agama dalam segala hal, bukan hanya dalam urusan agama yang bersifat vertikal tetapi juga horizontal. “Jangan seperti orang-orang munafik dalam berislam. Menjalankan Islam kalau sesuai dengan hawa nafsunya dan mengamalkan al-Qur’an jika menguntungkan dirinya. Jika al-Qur’an merugikan, maka mereka tidak mau mengerjakannya,” urainya.

*MN

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close