ArtikelNews
Trending

Kisah Malam Pertama

Palu, Berkah Berjamaah. Adalah keajaiban jika selamat dari gempa, tsunami, maupun likuifaksi. Tapi setelahnya?

Malam itu, gemuruh ketakutan menyebar ke seluruh sudut-sudut kota.Tangis bayi bertabrakan dengan pilu tua renta. Wanita berlarian, di samping kanan kirinya pekikan minta tolong terdengar begitu jelas. Listrik padam dan komunikasi lumpuh total. Sebuah kisah malam pertama.

Malam pertama, bagi kebanyakan orang adalah hadiah untuk memainkan melodi terindah dalam sejarah peradaban manusia. Tapi tidak bagi pengungsi, malam pertama adalah nestapa. Terjebak dalam jurang luka yang begitu dalam. Terperangkap dalam entah, memasuki lorong yang berantah. Tubuh berdebu berkarib dengan angin, hujan, polusi, dan gempa susulan yang mengancam. “Susah sekali,” Ungkap Pak Iko seorang pengusaha sumur bor saat mengisahkan kejadian malam pertama para pengungsi.

Saat lelah mulai menyerang, para ayah mendirikan tenda seadanya. Tak peduli rapuh atau kuat, memandu kantuk lebih utama. “Waktu malam pertama itu kita mengungsi susah sekali, satu tenda 12 Keluarga. Ibu-ibu tidur itu sambil duduk, anak-anak disuruh tidur di bawah tenda yang tidak ada bocornya.” Lanjut pak Iko.

Sedetik ke depan tak ada yang tahu. Kita yang masih berdiri di bawah rumah mewah, entah esok telah berdiam di bawah tenda. Cukuplah gempa dan tsunami Palu menjadi pelajaran bahwa tak ada yang susah bagi Allah. “Salah satu hikmahnya gempa, orang-orang “kaya” meminta bantuan.” Ucap Rio, relawan AQL Peduli.

Palu kini telah menelan ribuan korban. Hingga Rabu kemarin, (10/10), seperti dirilis Badan Nasional Penanggulanhan Bencana (BNPB) sudah tercatat 2.045 korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan dan diindentifikasi.

Tidak hanya itu, puluhan ribu masih membutuhkan uluran tangan kita. Korban luka berat dan luka ringan mencapai 10.679 orang. Pengungsi 82.775 jiwa dengan rincian 74.044 jiwa di 112 titik di Sulawesi Tengah dan 8.731 jiwa di luar Sulteng.

Masihkah kita diam? Harta yang kita tabung tak dibawa mati, seperti pesan Rasul, “Sesungguhnya hartanya adalah yang ia telah sedekahkan”. (HR. Bukhari)
_____________

Ditunggu donasi terbaik untuk Palu dan Donggala. Bantu sodara kita. Salurkan melalui :

Bank Syariah Mandiri (kode : 451) 7555250007
a/n Yayasan Pusat Peradaban Islam

Do’a dan kepedulian kita sangat berarti
agar mereka kuat dan sabar menjalani musibah ini.

lnformasi dan konflrmasi : +6281292847019

#BerkahBerjamaah
#AQLPeduli
#AQLMedia

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close