ArtikelTausiyah
Trending

Kisah Bangsa Pengecut yang Lari dari Medan Juang

KEBENARAN Alquran itu absolut, maka orang-orang yang senantiasa kembali kepadanya dia mendapatkan kebenaran yang absolut. Sisi lain yang menarik dari Qur’an adalah sisi sejarah yang mayoritas menjadi tema untuk menyampaikan hikmah yang tersirat di dalamnya. Bahkan Alquran adalah sejarah antroplogi kemanusiaan itu sendiri. Sehingga sejarawan yang tidak menjadikan Qur’an sebagai pegangan, ia akan telah dan akan kehilangan jejak sejarah.

Bukti kemukjizaran Qur’an itu terdapat pada penyampaian kisah yang selalu berkaitan dengan zaman. Beragam kisah yang diceritakan di dalamnya adalah solusi masa kini, dan sebagai pelajaran agar kita tidak terjebak di lembah gelap yang sama. Qur’an telah memberikan peta kehidupan dari sejak Adam hingga akhirat kelak, tinggal manusia mau mengambil pelajaran atau hanya memandang Qur’an sebagai tulisan tak bermakna.

Salah satu pelajaran penting itu misalnya adalah, apa yang tersurat dalam surat Albaqarah ayat ke 243. Allah Swt. berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ ٱلْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ ٱللَّهُ مُوتُوا۟ ثُمَّ أَحْيَٰهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur. (QS. Albaqarah: 243)

Dari Ibnu Abbas Ra., ia meriwayatkan satu hadis mengenai ayat ini bahwa jumlah kaum pengecut yang disebutkan dalam ayat ini berjumlah empat ribu orang.  “Mereka pergi untuk menghindarkan diri dari wabah tha’un. Mereka mengatakan, ‘Kami akan pergi ke daerah yang tidak ada kematian disana.’ Dan ketika mereka sampai di suatu tempat, Allah Ta’ala berfirman kepada mereka, ‘Matilah kamu.’ Maka mereka pun mati semuanya,”

Setelah itu ada seorang nabi yang melewati mereka. Ia berdo’a kepada Rabb-Nya agar Dia menghidupkan mereka. Kemudian Allah menghidupkan mereka. Dihidupkannya mereka kembali oleh Allah, mengandung pelajaran dan dalil yang pasti akan adanya kebangkitan jasmani pada hari kiamat kelak. Oleh karena itu Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia.”

Karunia itu berupa diperlihatkannya tanda-tanda kekuasaan Allah yang jelas. “Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” Artinya, mereka tidak bersyukur atas nikmat yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka, baik nikmat agama maupun dunia.

Lalu apa hubungannya pada masa ini? kita miris dengan pemandangan yang tercipta di negeri-negeri Islam. Afghanistan dihancurkan, Iraq diporakporandakan, Suriah dilululantahkan, dan Yaman pun sedang dikoyak. Tentu kita berharap, Indonesia akan bangkit dengan Islamnya dan menjadi lokomotif peradaban dunia.

Indonesia harus menjadi bangsa yang hidup, bangsa yang bangkit, umat Islam harus menjadi pemberani, jangan menjadi pengecut seperti yang digambarkan dalam ayat di atas. Sungguh memalukn, jika lari dari perjuangan karena takut mati.

Ibnu katsir dalam tafsirnya mengatakan, “Dalam kisah tersebut mengandung pelajaran dan dalil yang menunjukkan bahwa tindakan menghidarkan diri dari takdir itu sama sekali tidak berguna. Dan bahwasanya tidak ada tempat berlindung dari ketentuan Allah kecuali kepada-Nya. Karena mereka pergi dengan tujuan menghindarkan diri dari wabah penyakit untuk meraih kehidupan yang panjang, tetapi mereka mendapatkan kebalikan dari apa yang mereka tuju. Kematian mendatangi mereka dengan cepat dan dalam satu waktu.”

Ketakutan tidak akan merubah takdir, sebagaimana keberanian tidak akan mempercepat kematian. Lari dari perjuangan tidak menyelamatkan diri dari kematian, tapi bukan berarti maju ke medan juang untuk menyerahkan kehidupan dan memilih mati. Jangan sampai kita berada pada posisi yang digambarkan oleh Qur’an dalam ayat di atas.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close