News

Khutbah Jum’at I Hanya Satu Jalan Menuju Allah

JALAN menuju Allah dan untuk mendapatkan surganya hanya satu, tidak bercabang. Dia juga telah menakdirkan hanya satu golongan yang selamat, yaitu golongan yang istiqamah di atas jalan lurus itu. Allah SWT berfirman:

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

 

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’am: 153).

Suatu saat Abdullah bin Mas’ud ra. berkisah,

خَطَّ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوطًا عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هذه سبل و عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ {وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

“Rasulullah SAW membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan Allah’, kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, ‘Ini adalah jalan-jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,’  kemudian beliau membaca,

{وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ}

‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya’” ([Al An’am: 153] Hadits shahih diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya)

Para imam tafsir menjelaskan bahwa pada ayat ini, Allah SWT. menggunakan bentuk jamak ketika menyebutkan jalan-jalan yang dilarang manusia mengikutinya, yaitu {السُّبُلَ}, dalam rangka menerangkan cabang-cabang dan banyaknya jalan-jalan kesesatan. Sedangkan pada kata tentang jalan kebenaran, Allah SWT menggunakan bentuk tunggal dalam ayat tersebut, yaitu {سَبِيلِهِ}. karena memang jalan kebenaran itu hanya satu, dan tidak berbilang.

Imam Ibnul Qayyim berkata, “Dan ini disebabkan, karena jalan yang mengantarkan (seseorang) kepada Allah hanyalah satu. Yaitu sesuatu yang dengannya, Allah mengutus para Rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya. Tiada seorangpun yang dapat sampai kepada-Nya, kecuali melalui jalan ini”

Jalan lurus hanya satu dan jalan sesat sangat banyak. Rasulullah telah menjelaskan bahwa jalan lurus adalah Islam. Umat Muhammad diwajibkan untuk menapaktilasi jalan itu. Jangan satu langkah pun melangkah ke jalan sesat.

Iblis memiliki kreativitas untuk menyesatkan umat manusia sejak zaman Nabi Adam as. Mulai terjerumusnya Adam ke dalam hasutan Iblis, konflik bersaudara Habil dan Qabil, Homoseksual kaum Luth, kemusyrikan kaum Nuh, dan sampai saat ini berbagai kemaksiatan mudah ditemukan.

Iblis menyemangatkan manusia dari jalan yang dia suka. Misalnya, terjerumusnya kaum Nuh pada kemusyrikan. Berawal dari pengkultusan orang saleh, kemudian cerita, lalu dilukiskan, sampai pada dibuat patung dan menjadikan itu sesembahan.

Iblis sangat sabar dalam menyesatkan manusia, makanya hanya orang bersabar yang mampu mematahkan godaannya. Iblis juga sangat tulus menggoda, makanya hanya orang ikhlas yang berhasil lulus dari godaannya.

Kesesatan seringkali berawal dari kehendak manusia. Seorang mencintai mahluk akan rela mengorbankan apa yang dia punya demi orang dicintainya. Orang yang cinta harta takut mati dan enggan untuk bersedekah apalagi berinfak di jalan Allah SWT. Dia berfirman:

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. Al Hajj: 52).

Dalam surat Al An’am tersirat pesan bahwa jangan mengambil jalan yang tidak membawamu kepada surga. jangan melewati jalan yang tidak membawamu dekat kepada Allah.

Lalu apa jalan lurus itu?

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,” (QS. Al Baqarah: 2).

Jika ingin mencari jalan lurus itu maka carilah dalam Al-Qur’an. Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ini tidak ada sedikitpun keraguan apalagi kesalahan. Originalitas terjamin yang diwahyukan kepada manusia terpercaya.

Karir terbaik adalah karir yang membawa kepada Allah. Untuk itu, karir yang tidak membawa pada jalan benar maka tinggalkan. Totalitaslah dalam beragama dan selalulah minta jalan lurus kepada Allah. Karena hanya dengan jalan itu kita bisa mencapai kebahagiaan hakiki. *Khutbah Jum’at di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, 22 Maret 2018.

*MN

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close