KH Ma’ruf Amin: Kebangkitan Ulama Jadi Inspirasi Kebangkitan Nasional

JAKARTA (AQLNEWS) – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa kebangkitan ulama di masa lalu telah menginspirasi lahirnya kebangkitan nasional menuju kemerdekaan Republik Indonesia. Karenanya, bangsa Indonesia saat ini sangat membutuhkan lahirnya kembali semangat para ulama terdahulu untuk merajut kebangsaan dalam bingkai NKRI yang sedang tercabit-cabit oleh perpecahan di antara anak bangsa saat ini.

Dia menegaskan, intelektual muslimlah yang memulai gerakan kemerdekaan. Bagaimana mendorong agar umat Islam lebih banyak yang intelek dan cerdas? Simak pesan dan nasihat lengkap KH Ma’ruf Amin saat membuka Islamic Book Fair (IBF) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (3/5/17), berikut ini:

ADA gerakan penyesatan akidah dan penyesatan cara berpikir dan itu juga banyak dilakukan lewat buku-buku. Oleh karena itu, kita berharap melalui acara ini dapat menjadi media untuk melakukan penangkalan terhadap upaya penyesatan akidah maupun cara berfikir. Kemudian menjadi alat penguatan terhadap akidah Islamiyah dan cara berfikir Islamiyah.

Dua hal ini sangat penting dan sangat fundamental karena cara berpikir yang harus kita bangun dan juga menjadi tempat untuk mempromosikan suka membaca. Tapi jangan sampai kita gemar membaca tapi tidak gemar membeli.

Kita semua tahu bahwa perubahan-perubahan terjadi karena banyak membaca. Dengan membaca maka akan melahirkan intelektual dan ulama maka tema ‘Membangun peradaban melalui literasi Islam’.

Kesadaran untuk memerdekakan Indonesia justru dimulai dari kesadaran para ulama. Ketika terjadi pemberontakan di Indonesia akhir abad ke -19. Prof Katroderjo menyatakan, itu terjadi karena perlawanan para ulama. Beliau mengatakan sebagai religious strife, tetapi menurut saya, itu adalah kebangkitan Islam. Bahkan lebih tepat lagi kebangkitan ulama.

Banyak orang mengira bahwa perubahan itu terjadi ketika banyak orang Indonesia berhaji. Tetapi setelah dilakukan penelitian yang melakukan pemberontakan itu bukan orang yang pergi haji. Orang pergi haji setelah pulang tidak ada perubahan. Tapi yang melakukan perubahan itu adalah para ulama yang belajar di Mekkah selama bertahun-tahun setelah mereka mempelajari buku-buku Islam. Kemudian pulang ke Indonesia mengajarkan ilmunya. Itulah yang menyebabkan mereka melakukan perlawanan. Kebangkitan ulama inilah yang menginspirasi lahirnya kebangkitan Nasional menuju Indonesia merdeka.

Intelektual muslim yang sebenarnya yang memulai gerakan kemerdekaan. Oleh karena itu, mari kita berusaha mendorong agar umat Islam lebih banyak yang intelek dan cerdas. Selama ini umat Islam dilecehkan, seakan-akan umat Islam itu Wani Piro? Maka muncullah istilah, ulama khas itu kalah dengan ulama cast.

Akan tetapi, hal itu tidak terjadi bagi umat Islam di Indonesia, artinya tidak berlaku wani piro itu. Kita juga berharap Islamic Book Fair ini melahirkan penulis-penulis buku yang bermutu untuk melanjutkan para pendahulunya. Umat Islam Indonesia bangga memiliki Prof Dr Buya Hamka.

Sebelumnya, kita punya ulama-ulama yang luar biasa. Syekh Yasin al-Padani, yang belum lama ini meninggal, adalah seorang ahli hadist.

Syekh Nawawi Banten beliau disebut ulama abad 14 Hijriyah. Seorang pendeta di Mesir Fr Louis Ma’luf al-Yassu’i dan Fr Bernard Tottel al-Yassu’i dalam kamus al-Munjid hanya memasukkan dua orang Indonesia yaitu Ir Soekarno sebagai tokoh politik dan Syekh Nawawi Banten. Dalam kamus al-Munjid itu disebutkan, Muhammad Nawawi adalah orang Jawa yabg pindah ke Mekkah. Dia adalah seorang ulama ahli fiqih mazhab asy-Syafi’I, ahli tasawuf, dan ahli tafsir. Dia dilahirkan di Jawa kemudian pinda ke Mesir.

Kitab-kitab Syekh Nawawi ini menjadi bahan tesis maupun disertasi. Kita merindukan kembali ulama-ulama yang seperti itu. Tapi ada juga para ulama dan pemimpin yang kurang pandai menulis atau tidak ada waktu untuk menulis tapi pikiran-pikirannya cemerlang, gerakan-gerakannya luar biasa, dan konsep pemikirannya juga luar biasa. Maka sebaiknya ada penulis-penulis yang menuliskan biografi-biografi para pemimpin dan ulama itu supaya bisa ditau oleh generasi berikutnya. Kita berharap akan lahir tokoh-tokoh perubahan di negeri ini. *
Reporter : muhajir

Sebarkan Kebaikan!