KH Bachtiar Nasir: Orangtua adalah Guru dan Profesor Saya

SHAH ALAM (AQLNEWS) – Orangtua bukan hanya sebagai guru pertama bagi anak-anak mereka. Lebih dari itu, orangtua juga harus menjadi profesor sekaligus rektor dalam pendidikan kepada anak-anak baik di rumah maupun di luar. Dari didikan dan sentuhan orangtualah, seorang anak akan menapak tangga-tangga kesuksesan dalam hidupnya.

Demikian pesan yang disampaikan pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir saat menjadi pembicara dalam Peluncuran dan Bedah Buku Masuk Surga Sekeluarga di Kompleks Perkumpulan Media Karangkraf, Seksyen 15, Shah Alam, Malaysia, Jumat malam (3/3/17). Buku Masuk Surga Sekeluarga yang ditulis KH Bachtiar Nasir kini sudah diedarkan dalam bahasa Melayu di Malaysia bekerja sama dengan penerbitan Karangkraf. Terbitan perdana berbahasa Melayu ini dicetak hingga 3.000 eksemplar.

Saat menjadi pembicara pada acara peluncuran buku tersebut, KH Bachtiar juga berbicara tentang Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam. Al-Qur’an dan keluarga tidak bisa dipisahkan agar rumah tangga terbina dan terbiasa bersama Al-Qur’an. Orangtualah yang seharusnya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada anak-anak sebelum diserahkan untuk dididik oleh orang lain.

“Guru saya, profesor saya, adalah orangtua saya. Karena merekalah yang mengajari saya Al-Qur’an. Saya tidak bisa pindah belajar kepada orang lain sebelum tamat membaca Al-Qur’an di depan ibu saya. Semoga Al-Qur’an yang saya ajarkan pada orang lain, pahalanya sampai kepada kedua orangtua saya,” kata Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini.

Karenanya, orangtua tidak hanya berkewajiban membesarkan fisik anak-anak mereka, tetapi yang jauh lebih penting adalah membina dan membesarkan jiwa anak-anak mereka dengan tauhid, akhlak karimah, dan Al-Qur’an. Dia menegaskan, Al-Qur’an diturunkan tidak hanya untuk dibaca tetapi diturunkan untuk menjadi tuntunan hidup bagi umat Islam. Al-Qur’an harus melebihi fungsi GPS (global positioning system) dalam sistem navigasi. “Al-Qur’an harus menjadi GPS bagi umat Islam. Ada tujuan yang ingin dicapai dengan mengikuti petunjuk dan arahannya,” katanya.

Dia mencontohkan, dimanapun anak disekolahkan, tetap harus diberikan Al-Qur’an. “Misalnya, anak saya yang kuliah di kedokteran, saya pesankan bahwa menyembuhkan penyakit itu jangan semata-mata melihat jenis penyakitnya secara fisik. Tetapi lihatlah secara spiritual, dan obatnya adalah secara spiritual juga. Karenanya menjadi dokter muslim itu sangat penting,” katanya.

Nah, jika seseorang ingin menjadikan surga sebagai tujuan hidupnya, ikuti tuntunannya. Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, semuanya harus dilakukan berdasarkan petunjuk dalam Al-Qur’an demi mencapai surga-Nya. “Manusia tentu ingin masuk surga. Untuk menuju ke sana ada panduannya, yaitu Al-Qur’an. Lalu ke mana kira-kira manusia yang ingin ke surga tapi tidak membaca dan memahami Al-Qur’an?” katanya. *azh/bur

Sebarkan Kebaikan!