KH Bachtiar Nasir Minta Umat Islam Tak Terprovokasi

JAKARTA (AQLNEWS) – Berbagai isu etnis dan berbau rasis menyeruak akhir-akhir ini di Jakarta. Salah satunya, video kampanye pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat yang menayangkan isu etnis dan kekerasank. Namun, umat Islam dan pemilih DKI Jakarta sudah cerdas. Mereka tidak mudah terpancing isu-isu yang terkesan dirancang untuk memancing terjadinya kekerasa menjelang Pilkada DKI putaran kedua.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) KH Bachtiar Nasir meminta umat Islam tidak mudah terprovokasi. Itulah perlunya bagi umat Islam bermental pemenang dalam menghadapi Pilkada putaran kedua DKI Jakarta. Hal itu penting agar umat tidak mudah terpancing dengan berbagai isu yang seolah-olah Jakarta diliputi ketegangan. Padahal, secara teori, umat Islam sudah menang.

“Dengan bermodalkan mental pemenang, Insya Allah umat Islam akan terhindar dari provokasi dan perbuatan tercela lainnya menjelang Pilkada putaran kedua pada 19 April nanti,” ungkap Pimpinan AQL Islamic Center ini saat menjadi khatib Jumat di Masjid Al Mukhlisin, Malaka Sari, Duren Sawit, Jaktim, (14/04/17).

Di lain sisi, dia mengakui
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua rawan kecurangan. Karenanya, segala bentuk kecurangan khususnya di TPS harus diantisipasi. Agar kecurangan tidak terjadi, umat Islam diharapkan terlibat aktif memantau dan mengawasi tempat pemungutan suara (TPS) di lingkungan masing-masing.

Dengan memaksimalkan pengamanan TPS dari kecurangan dan manipulasi, Jakarta lima tahun ke depan akan dipimpin gubernur Muslim. Sebab, di atas kertas kepemimpinan Muslim di Jakarta sudah mulai kelihatan. Namun dapat terjadi hal yang sebaliknya apabila kecurangan yang sudah dirancang rapi dan terstruktur tidak dicegah mulai dari tingkat TPS hingga pada pemghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Oleh karena itu, perlu dilakukan antisipasi oleh umat Islam agar ikut menjaga TPS di lingkungan masing-masing,” katanya pada kegiatan Jum’at Akbar itu dengan tema “Menjalin Ukhuwah Menuju Kemenangan” di Masjid Al Mukhlisin.

Dia juga memastikan bahwa perilaku umat sangat dipengaruhi juga oleh perilaku pemimpinnya. Sebab,
setiap kebijakan yang diputuskan di tangan pemimpin akan berdampak kepada rakyat. “Sehingga diperlukan pemimpin yang mampu mensejahterakan umatnya di dunia dan mengantarkan umat ke Surga Allah SWT pada nantinya,” katanya. *muhajir/ azh

Sebarkan Kebaikan!