KH Bachtiar Nasir Lepas Relawan Bencana Kelaparan ke Afrika

JAKARTA (AQLNEWS) – Bencana kemanusiaan menimpa sejumlah negara di Afrika dan Yaman. Inilah bencana kelaparan yang terparah abad ini di Somalia, Nigeria, Sudan Selatan, dan juga di Yaman. Lebih dari 20 juta jiwa terancam mati kelaparan dan puluhan ribu lainnya sudah tidak bisa bertahan hidup akibat bencana tragis ini.

 

Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir ikut melepas relawan yang akan diberangkatkan ke Nigeria. KH Bachtiar Nasir mengatakan, keberangkatan relawan sejumlah negara tersebut merupakan perjalanan suci dan mulia. Ini juga menunjujkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang maju dengan aksi sigap dari komponen masyarakat melalui lembaga kemanusiaan ini. “Ciri-ciri muslim adalah memberi makan kepada orang yang dikenal dan yang tidak dikenal apalagi orang yang sedang kelaparan di belahan bumi mana pun mereka berada. ACT akan memberangkatkan timnya untuk membantu mengatasi kelaparan di empat dan ini sungguh bukanlah perjalanan yang mudah,” ungkap Sekjen MIUMI  ini saat pelepasan Relawan ACT
di Masjid al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/03/17).

Dia menegaskan, inilah Islam yang sesungguhnya. Dalam memberikan bantuan tidak melihat suku dan agama.  “Misalnya di Sudan Selatan kebanyakan yang menjadi korban adalah nonmuslim yang lemah dan ini juga menjadi target  kebaikan ACT,” kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini.

Perjalanan ini merupakan diplomnasi kemanusiaan yang sangat elegan, bahwa Indonesia memiliki lembaga kemanusiaan bertaraf internasional yang bekerja secara profesional dan didukung oleh umat Islam. Sebelumnya ACT telah mengirim timnya ke Somalia dan akan menyebrang ke Yaman. Sementara para relawan yang akan berangkat ke Sudan Selatan masih menunggu visa. Dana awal yang dimiliki ACT untuk bantuan kemanusiaan ini sebanyak Rp 5 miliar.

Relawan Senior ACT Syuhelmadi S mengutip pernyataan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa, sebanyak 20 juta jiwa di Yaman, Sudan Selatan, Somalia, dan Nigeria bagian timur laut, mengalami kelaparan parah. Bencana yang membutuhkan uluran tangan para dermawan di Indonesia itu terjadi akibat kekeringan yang ekstrem dan konflik.

“Akibatnya terjadi kelangkaan pangan dan air. Kondisi ini diperparah dengan wabah penyakit akibat buruknya sanitasi dan minimnya fasilitas,” ungkap Syuhelmadi saat pelepasan Relawan ACT
di Masjid al-Azhar.

Syuhelamdi S menambahkan, jutaan anak-anak sudah mengalami gizi buruk dan terancam mengalami tubuh pendek, dan infeksi berbagai penyakit. Akibatnya, sulit untuk mengembalikan harapan hidup mereka. Dua tujuan utama program bantuan atas bencana kemanusiaan ini, yaitu memberikan makanan. Kedua, menyediakan fasilitas untuk mengatasi kekurangan air. “Tentu kita sangat berharap konflik-konflik di negara tersebut bisa segera berakhir,” katanya. *

reporter: muhajir

Sebarkan Kebaikan!