KH Bachtiar Nasir: Lanjutkan Kedamaian!

PEKANBARU (AQLNEWS) – Umat Islam di mana pun berada di bumi nusantara ini diminta agar tetap menjaga kedamaian dan ketenteraman. Pesan tersebut disampaikan Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir usai shalat subuh berjamaah di Masjid al-Falah, Pekanbaru, Kamis (6/4/17).

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini diminta memberikan tausiah untuk mengisi kegiatan rutin Kajian Kamis Subuh Masjid al-Falah. KH Bachtiar Nasir menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia bukan dengan pedang melainkan dengan cara-cara damai. Karenanya, aksi damai menjadi pesan kunci dalam Aksi Bela Islam.

“Goals Aksi 212 adalah lanjutkan kedamaian dan ketentraman bagi bangsa. Sikap damai dan persatuan dialokasikan di tempat yang tepat. Kita ingin Islam Indonesia ini menjadikan kualitasnya setara dengan kuantitasnya,” ungkapnya saat menjawab pertanyaan seorang jamaah yang menanyakan kelanjutan Aksi 212 dalam sesi dialog usia tausiah selama satu jam lebih itu.

Dia mengakui bahwa tantangan dakwah dan syiar Islam baik sebelum dan sesudah Aksi Bela Islam sangat berat. Karenanya, KH Bachtiar Nasir mengingatkan, dakwah Nabi Muhammad SAW memang selalu dihadapkan dengan tantangan yang jauh lebih berat dari apa yang dihadapi umat Islam saat ini.

“Ketika Islam datang memang Islam selalu dihina. Kepada Nabi pun dituduh gila. Meski telah bersatu akhlak terpuji dalam diri Rasulullah SAW,  beliau tetap dituduh gila. Itulah tuduhan yang kuat masa itu untuk mendiskreditkan pribadi Nabi Muhammad SAW,” urai Sekjen MIUMI Pusat ini.

Meski demikian, KH Bachtiar Nasir mengatakan, umat Islam tidak bisa membalas berbagai macam fitnah dan tuduhan kepada umat Islam dengan cara-cara kekerasan. Kedamaian adalah cara terbaik yang yang telah ditanamkan para pendiri bangsa ini untuk mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Tidak usah resah, bagi saya, Indonesia adalah negeri paling baik untuk mengekspesikan Islam,” katanya.

Di masa silam, katanya, Islam datang di tengah-tengah hilangnya kemanusiaan. Tetapi dengan datangnya Rasulullah membawa Islam, masa jahiliah bisa diubah menjadi era kebangkitan dan peradaban manusia. “Ketika cahaya ilmu datang ke dunia, kamuflase kegelapan hilang. Salah satu sifat kenabian adalah ilmu,” katanya.

Bagaimana Islam memuliakan manusia, dia menganalogikan seperti karpet di masjid. “Karpet ini kenapa lebih mulia? Karena ini dilekatkan kepada Allah. Beda dengan karpet yang ada di hotel yang fungsinya hanya untuk diinjak-injak menggunakan sepatu. Begitu juga dengan muslim, jika tujuannya dan perjuangannya untuk Allah, maka dia akan dimuliakan,” katanya. *azh

Sebarkan Kebaikan!