KH Bachtiar Nasir: Jangan Menuntut, Beri dan Bantu Gubernur Baru

JAKARTA (AQLNEWS) – Peta politik nasional berubah menjadi lebih adil, teduh, aman, dan lebih maju. Sebuah perubahan dan kemajuan sebuah bangsa tidak mungkin diserahkan sepenuhnya kepada pemimpin yang baru terpilih melainkan masyarakat harus ikut berperan dan berkonstribusi dalam setiap pembagunan.

“Tentu kita tidak hanya menyerahkan ke gubernur baru. Jangan menuntut tapi beri dan bantu (gubernur baru) dengan mengawal (programnya). Hal ini tidak mudah karena umat Islam harus menunjukkan kemenangannya dengan kinerja dan untuk bekerja itu pasti ada yang tidak suka dan terus mengganggu. Di situlah peran umat Islam untuk selalu menjaga dan mengawal,” tegas Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir di Jakarta, di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (19/4/17).

Selain itu, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat ini menegaskan, fokus perjuangan umat Islam bukan hanya memenangkan gubernur muslim di Jakarta. Kemenangan umat Islam mengawal kepemimpinan Muslim dalam Pilkada DKI hanyalah bagian kecil dalam gerakan penegakan al-Maidah 51.

Pertama, menegakkan hukum dalam perkara Penodaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.  terhadap penista agama. Diketahui, sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Basuki hanya menuntut hukuman penjara satu tahun dengan masa percobaan dua tahun. Artinya, jika Ahok tidak melakukan tindak pidana selama dua tahun ke depan, maka ia tetap bebas. Padahal, Ahok terbukti telah mengakibatkan kegaduhan akibat pernyataannya yang merendahkan ulama dan umat Islam serta menista al-Qur’an Surat Al-Maidah 51.

Kedua, umat Islam harus terus berjuang melawan opini pelemahan penegakan hukum lewat media sosial.

Di saat yang sama, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menegaskan, kemenangan sejati adalah jika umat Islam mampu istiqamah di jalan Allah SWT. “Tugas kita adalah menegakkan agama Allah SWT, sekalipun kita jatuh dan gagal tapi jika kita tetap istiqamah di dalam menegakkan agama Allah SWT. Itu adalah kemenangan yang sebenarnya. Walaupun kita menang atau sukses tapi jika tidak bisa istiqamah di jalan Allah SWT. Orientasi kita berubah menjadi ke selain Allah SWT. Sesungguhnya itu bukanlah kemenangan,” tegasnya di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (19/4/17).

Kemenangan yang didapatkan umat Islam hari ini adalah anugerah Allah SWT. Kemengan ini jangan dinodai dengan kekerasan dan cacian. Umat Islam harus hadir dan dirasakan sebagai rahmatan lil alamin. Kehadirannya membawa keadilan dan kedamaian yang mengantarkan kita pada kesejukan.

Anies Baswedan sebagai gubernur terpilih berdasarkan hitung cepat lembaga survei dan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta mengatakan, kemenangan muslim di Pilkada Jakarta bukan akhir dari sebuah perjuangan melainkan baru memasuki babak baru. Tanggung jawab untuk menegakkan keadilan, melahirkan perdamaian, dan menciptakan persatuan adalah tanggung jawab semua umat Islam. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di Jakarta telah mengirimkan pesan kepada dunia bahwa umat Islam adalah umat yang mencintai perdamaian. Kedamaian umat mulia ini sekaligus membantah tuduhan negatif yang kerap dicitrakan bagi Islam dengan fitnah intoleran, radikal, penuh kekerasan, perpecahan, dan bahkan teroris. Padahal umat Islam telah mengirimkan pesan perdamaian yang menjadi tanggung jawab moral untuk mempertahankan kedaulatan bangsa.

“Kebhinnekaan adalah fakta dan tugas kita adalah merawat kebhinnekaan. Yang harus diperjuangkan bukan kebhinnekaannya tapi persatuan dalam kebhinnekaan itu. Persatuan tidak akan tegak tanpa keadilan. Karena keadilan di Indonesia menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Anis Baswedan dalam sambutannya di Masjid Istiqlal.

Dengan keadilan itu, kata Anies, tidak ada lagi ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin di Jakarta. Tidak ada lagi ketimpangan antara mereka yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan. “Amanat ada di tangan kita dan tanggung jawab kita adalah melunasi amanat itu. Kita membuktikan bahwa kita focus mewujudkan menghadirkan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia,” urainya.

Dia juga mengingatkan ketika Rasulullah SAW melakukan konferensi untuk melawan kafir Quraisy di perang badar. Pesan beliau sangat sederhana, yaitu lawan jauh lebih besar, sumber dayanya jauh lebih besar, dan kekuatannya jauh lebih besar. “Sementara jumlah kita kecil akan tetapi pertolongan pasti akan datang. Dan pertolongan itulah yang akan mengantarkan kita pada kemenangan. Akan tetapi dengan syarat perjuangan ini untuk membela agama Allah SWT, lalu membela kaum dhuafa’, membela yang tertindas, membela yang terpinggirkan, dan menghadirkan keadilan Insya Allah pertolongan Allah pasti datang,” katanya.

Umat Islam jangan diasosiakan sebagai pembawa kerusakan tapi umat Islam hadir untuk membawa kedamaian dan menegakkan keadilan. Satu fase perjuangan telah terlewati dan fase selanjutnya sedang menanti. “Mari kita teruskan perjuangan ini. Insya Allah perjuangan kita akan menjadi catatan kebaikan. Tanggung jawab yang kita pegang akan dipertanggung jawabkan di dunia dan akhirat,” katanya. *

Repoter : muhajir

Editor : azh pawennay

Sebarkan Kebaikan!