KH Bachtiar Nasir: Ada yang Ingin Simbol Islam Direndahkan

JAKARTA (AQLNEWS) – Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir meminta umat Islam tidak ikut-ikutan untuk menjastifikasi atas pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Menurut dia, sesama umat Islam harus dibiasakan tabayun atas persoalan yang menimpa umat Islam sebab ada yang menginginkan umat ini terpecah. Ada yang menginginkan agar simbol-simbol Islam direndahkan.

“Pembubaran HTI ini baru beberapa pihak dan ini perlu dikonfirmasi ke HTI dulu semuanya. Dalam hal ini, saya melihat HTI belum diberikan kesempatan untuk menjawab karenanya nanti barangkali persidanganlah yang paling tepat untuk itu.Umat Islam jangan ikut-ikutan menilai saudara sendiri dengan kacamata orang lain,” ungkap Sekjen MIUMI Pusat ini dalam konferensi pers menyikapi keputusan Hakim terhadap kasus penodaan agama di AQL Islamic Center, Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Dia mengingatkan kepada umat Islam agar lebih percaya kepada saudaranya sendiri dan mendengarkan argumentasi saudaranya sebelum mendengarkan tuduhan-tuduhan dari orang-orang yang tidak menginginkan umat Islam ini bersatu. Nanti pada saatnya, kata dia, HTI akan menjawab semua terutama tuduhan-tuduhan kepada mereka selama ini.

“Karena saya yakin setelah mendengarkan penjelasan HTI kita juga akan terbuka bahwa mereka juga tidak seperti yang dituduhkan. HTI juga tidak anti-Pancasila. Ketika saya bicara kepada mereka, nyatanya mereka tidak seperti itu. Karena memang sekarang ini anti-NKRI, anti-kebhinekaan, dan anti-pancasila ini terlalu gampang menjadi alat tuduhan. Apa-apa anti-NKRI, anti-Kebhinnekaan,” katanya.

Diketahui, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) Wiranto menyatakan pemerintah berencana membubarkan HTI, Senin (8/5/2017).

KH Bachtiar Nasir menilai, upaya pembubaran itu hanya sasaran antara tetapi bisa menjadi blunder ketika rezim benar-benar membubarkan HTI nanti,” katanya kepada aqlnews.com.

Ketua Alumni Universitas Islam Madinah itu menegaskan, perbedaan pendapat dalam Islam adalah sesuatu yang sangat wajar, tapi bukan berarti dengan perbedaan itu umat harus terpecah belah.

“Kalaupun kita berbeda dengan HTI bukanlah perbedaan akidah hanya masalah furu’. Maka secara garis besar persaudaraan kita harus dijaga dan pembelaan kita terhadap HTI juga harus dilakukan,” katanya. *muhajir

Sebarkan Kebaikan!