ArtikelOaseTausiyah

Keutamaan Akhirat dari Dunia

Jika kita mampu kenyang dengan yang sedikit kenapa harus menyiksa diri untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan.

BULAN ramadhan menjadi momen tepat untuk menekan nafsu agar tidak terikat pada dunia. Sejak pagi kita menahan lapar dan haus, siang hari perut mulai menggeliat, dan ternyata hanya beberapa butir kurma saat berbuka kita sudah merasa kenyang. Bulan berkah ini adalah anugerah agar kita tidak mengorbankan harga diri ataupun akidah demi sesuatu yang sedikit.

Suatu ketika Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan para meneteri dan pembesar pemerintahannya untuk rapat. Selama seharian mereka tidak diberi makan. Menjelang sore mereka disuguhi roti kasar dan sedikit air, karena pengaruh lapar mereka sangat lahap menikmati roti kasar tersebut. Setelah kenyang, barulah mereka disuguhi makanan istimewa. Tapi apa daya perut telah kenyang, selera pun hilang.

Umar bin Abdul Aziz kemudian menjelaskan bahwa jika kita mampu kenyang dengan yang sedikit kenapa harus menyiksa diri untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan.

Begitulah dunia mengeco kita melalui apa yang disenangi oleh hawa nafsu dan dilihat indah oleh mata dengan sedikit perasaan. Jangan sampai dunia terlalu jauh merasuk ke dalam jiwa, dan hawa nafsu terlalu jauh dibawa olehnya. Jika hal itu terjadi maka di situlah letak kehancuran manusia.

Rasulullah Saw. mengabarkan di dalam haditsnya:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- :  مَوْضِعُ سَوْطٍ فِي الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d As-Sa’idi bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu tempat di surga yang sebesar cambuk lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari)

Ibnu Batthal menjelaskan bahwa sebentarnya waktu dan kecilnya tempat di akhirat jauh labih baik daripada lamanya waktu dan luasnya tempat di dunia ini.

Dunia kadang mampu membuat orang gelap mata; merampok, mencuri, bahkan membunuh orang laindemi kesenangan diri. Padahal akhirat jauh lebih baik dari dunia. Kenikmatan akhirat kekal abadi dan dunia hanya sementara.

Sangat merugi orang yang menghabiskan waktunya untuk mengejar dunia, mengejar sesuatu yang sedikit, sehingga melupakan nikmat terbesar yang disediakan Allah di akhirat kelak. Mendedikasikan waktu kepada akhirat jauh lebih baik daripada terperosok ke dalam lembah nikmat dunia. *Ditulis dari tausiyah KH Bachtiar Nasir.

Selengkapnya – https://www.youtube.com/watch?v=AcNwY5PFTbQ&t=6s

*Muhajir

 

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close