News

Ketika Takbir dan Pekik Persatuan Bergema di Langit Bali

BALI (AQLNEWS) – Acara Tabligh Akbar memperingati milad Muhammadiyah yang ke-105 dengan mengangkat tema ‘Muhammadiyah Merekat Kebersamaan’ dibanjiri perserta. Masjid Jami’ Singaraja, Bali. Jum’at malam (24/11/17).

Hadir dalam Tabligh Akbar ini Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) KH Bachtiar Nasir sebagai pembicara utama, Ketua Muhammadiyah Bali H Aminullah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali HM Taufik Ashadi, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Dalam acara itu, UBN memulai dengan pertanyaan kepada jamaah, “Apa jadinya jika anak kita tidak mengecup Islam?”

Menurutnya, hanya dengan Islam manusia bisa menemukan hakikat dirinya. “Dari sana dikenalkan Tuhan. Darimana manusia itu dan mau kemana dia” ungkap UBN menjelaskan pertanyaannya kepada peserta.

Umat Islam tidak bisa bersatu jika semua saling melihat dari sudut pandang Laa Ilaha illallah dan saling mencerabut kasih sayang di antara mereka. “Organisasi hanya sarana untuk berkhidmat kepada Islam”, jelas Sekjen MIUMI itu yang disambut pekik takbir ribuan jamaah.

Hal yang menjadi permasalahan umat juga adalah, banyak orang yang memanfaatkan agama untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

“Jika ingin menikmati nikmat Islam maka perkuat sisi tauhid. Pernahkah kita bersyukur karena Allah itu tidak punya anak? Pernahkah kita bersyukur karena Allah tidak punya partner dalam menguasai jagad raya? Dan pernahkah kita bersyukur karena Tuhan kita tidak butuh manusia untuk membantu-Nya mengurus bumi?” Serunya

Kehebatan Islam kedua adalah ayat yang pertama kali turun perintah menuntut ilmu. Ilmu adalah jalan untuk mendapatkan alamat Tuhan. Orang berilmu itu jika semakin dekat kepada-Nya bukan semakin menjauh.

Namun, menurut tokoh persatuan itu, revolusi belajar di era digital ini harus dilakukan. “Para orang tua jangan mendidik anakmu untuk hidup dizamanmu, tapi didiklah untuk bisa hidup di zamannya. Jangan paksakan anakmu untuk menjadi seperti dirimu”, jelasnya.

“Beberapa tahun ke depan, perpustakaan akan sepi, karena semua beralih ke e-book. Bahkan saat ini sudah banyak kampus-kampus yang menerapkan kuliah online, dan itu lebih banyak penggemarnya” sambungnya.

Walaupun perubahan besar dalam sejarah manusia akan terjadi seiring berkembangnya zaman. Tapi kita hanya bisa selamat jika ilmu kita kembali kepada Al-Qur’an, seperti gambaran surat Al-Alaq : 1-5.

Di akhir tausiahnya, dia menasehatkan, “Jangan pake kacamata klasifikasi. Lihatlah saudara dalam kacamata Laa Ilaha illallah. Dulu Islam bisa maju karena begitu cara pandang umat Islam”, tegasnya.

“Saya orang Muhammadiyah, tapi saya cinta NU” tegas pimpinan AQL Islamic center itu.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close