NewsSirah
Trending

Kesaksian Mantan Tahanan Kamp Konsentrasi Uighur

JAKARTA (AQLNEWS)- “Tangan dan kaki diborgol, kaki diberi logam seberat 5 kilogram,” ungkap seorang perempuan Uighur yang mengaku telah menghabiskan waktu selama 15 bulan di dalam salah satu kamp menuturkan catatan langka tentang kondisi yang sebenarnya terjadi.

Namanya Gulbahar Jelilova (54), seorang pebisnis yang selalu mengadakan perjalanan di dua Negara, Kazakastan dan Cina.

Suatu hari di Cina, Jelilova ditangkap pemerintah komunis Cina atas tuduhan terorisme dan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi. Ditangkap tanpa kesalahan apapun, layaknya jutaan tahanan lainnya.

“Pernah satu hari, saya selama 24 jam diintrogasi tanpa diberikan segelas air minum maupun sepotong roti, saya kehausan dan kelaparan ketika itu,”

“Kita hanya diberi sepotong roti sebesar tangan dengan kuah sayur, segelas air minum saja, dan itulah yang menjadi menu makanan kami setiap hari,” urainya.

Seyit Tumturk memperlihatkan foto pembunuhan massal muslim Uighur yang dilakukan pemerintah Cina, Sabtu, 12 Janu 2019. (Foto Mohajer – AQLnews)

Berdasarkan data yang dirilis PBB diperkirakan lebih dari 1 juta etnis minoritas Muslim Uighur telah ditahan tanpa persetujuan mereka di pusat penahanan tidak resmi di Xinjiang. Meskipun Seyit Tumturk Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur membantah bahwa tak hanya 1 juta, “sekitar 3-5 juta Muslim Uighur yang saat ini ditahan di dalam kamp.” Ungkapnya dalam satu kesempatan di AQL Islamic Center.

Pemerintah Cina mengatakan kamp-kamp tersebut adalah pusat pelatihan kejuruan yang menyediakan pelatihan bahasa dan pendidikan ulang bagi para ekstremis. Tetapi laporan dari dalam pusat menceritakan kisah yang sangat berbeda.

“Satu ruangan itu ada 40 orang, tidak ada ventilasi, tidak ada jendela, yang ada hanya kamera pengintai. Semua bentuk aktivitas kehidupan dilakukan dalam ruangan itu; makan, buang hajat, dan kita diwajibkan menghadap ke satu arah, jadi kalau kita buang hajat semua orang di situ akan melihat kita buang hajat,” katanya.

“Dan ada satu hari, kami diwajibkan melepas pakaian,”

Gulbahar Jelilova sedang memperlihatkan satu-satunya foto yang memperlihatkan kondisi tahanan di Kamp Konsentrasi Uighur, Sabtu, 12 Jan 2019. (Foto Mohajer – AQLnews)

Saat menunjukkan foto ruangan tersebut, Jelilova tak mampu menahan tangis teringat jutaan saudarinya yang masih disiksa di tempat tersebut.

“Kecil kesalahan yang dilakukan maka kita akan dimasukkan ke dalam ruangan yang sangat gelap, tanpa sedikit pun cahaya. Di sana kami disiksa dan tinggal bersama banyak tikus,” urainya sembari menahan tangis.

“Kami didiintrogasi. Tahanan yang pulang dari introgasi datang dengan penuh lebam di mukanya, bahkan ada juga yang mengalir darah dari kepalanya,”

“Pernah satu ketika, ada ibu hamil, setelah melahirkan anaknya diambil dan dia tidak pernah melihatnya lagi, bahkan tidak pernah diberikan ASI,”

Bahkan para tahanan dipaksa minum obat yang membuat mereka tak sadar diri, kehilangan Kontrol diri, tak merasakan apapun, bahkan mereka lupa akan dirinya sendiri. Dampat terbesar dari obat tersebut adalah para perempuan tidak pernah datang bulan. “Sehingga selama setahun lebih di sana saya tidak pernah mengalami datang bulan karena obat yang diberikan tadi,” tutur Jelilova.

Seyit Tumturk memperlihatkan perlakuan pemerintah Cina kepada Muslim Uighur, Sabtu, 12 Janu 2019. (Foto Mohajer – AQLnews)

Pernyataan Gulbahar Jelilova ini bertentangan dengan klaim Pemerintah Cina tetapi sesuai dengan kelompok advokasi masyarakat Uyghur dan hak asasi manusia lainnya.

Gulbahar Jelilova dibebaskan oleh pemerintah Cina atas desakan keluarga dan pemerintah Kazakastan. Sebelum dibebaskan dirinya diberi perawatan kulit dan rambut untuk menghilangkan jejak-jejak penyiksaan.

“Saya dibebaskan dari kamp konsentrasi tiga bulan lalu, tetapi setiap hari situasi di kamp konsentrasi masih terbayang-bayang di pelupuk mata saya,”

“Tangisan rakyat Uighur masih terngiang di telinga saya.”

Sementara itu, Pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir mengingatkan kepada umat Islam di Indonesia untuk terus melakukan pembelaan kepada Muslim Uighur yang sedang dizalimi pemerintah Cina. “Pembelaan kepada saudara kita di Uighur harus kita gelorakan terus.” Tuturnya. [Mohajer]

Sebarkan Kebaikan!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close