Kenapa Kita Harus Melawan LGBT?

ISU  LGBT yang akhir-akhir ini muncul ke permukaan bukan hal baru. Realitas LGBT telah ada sejak zaman dahulu, yaitu pada zaman Nabi Luth AS. kaum Luth lebih memilih menyukai sesama jenis ketimbang lawan jenisnya. Semua itu didasarkan atas dasar hawa nafsu dan kebodohan semata. Hingga pada akhirnya mereka mendapat azab yang paling dahsyat sepanjang sejarah kehidupan manusia.

Pada zaman ini realitas tersebut bukan tidak ada lagi. Aktivitas LGBT itu masih ada, bahkan lebih para dari zaman Nabi Luth. Sebab, umat Luth hanya praktek homoseksual saja, belum ada gay, biseksual, dan transgender. Dalam perkembangannya argumentasi tentang LGBT pun meluas menjadi argumen kebebasan dan menjadi hak asasi masing-masing manusia dalam memilih dengan siapa pasangannya, termasuk sesama jenis atau lawan jenis.

Virus kaum Luth, saat ini kita mendapat banyak orang yang secara terang-terangan mengatakan dirinya LGBT dan mendukungnya dengan argumentasi yang mereka buat-buat. Sebenarnya yang paling dirugikan dengan adanya virus ini adalah keluarga dan tatanan sosial ilahiyah  di muka bumi. Bahkan saat ini mempunyai anak laki-laki sama resikonya jika mempunyai anak perempuan.

Saat ini, fenomena kebanci-bancian tidak asing lagi bagi kita. Bahkan fenomena itu sudah dipertontonkan dengan bebas di layar kaca, dan hal ini cenderung dianggap lazim. Kaum LGBT sudah berhasil di Amerika dan saat ini mereka sedang berusaha melegalkan aktivitas mereka di Indonesia. Pemerintah akan bertekuk lutut jika masyarakat tidak massif menyuarakan anti-LGBT. Sehingga gerakan anti-LGBT ini bisa dimulai dari pendidikan di rumah kemudian mengajak semua ormas dalam satu wadah untuk bersama-sama menyuarakan anti-LGBT.

Termaktub dalam Al-Qur’an bahwa LGBT adalah perbuatan keji (faahisyah) dan negara yang melegalkan LGBT dalam Al-Qur’an disebut “Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,” (QS. Al-Anbiyah: 74)

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan dalam surat Al A’raf (7) ayat 80-81;

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” (QS. Al A’raf: 80).

Kelakuan jorok kaum Luth disebutkan pada ayat selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman;

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (QS. Al A’raf: 81)

Kaum LGBT sering mempelintir ayat untuk mencari pembenaran atas kesalahn mereka. Sering kita mendengar argumentasi bahwa manusia itu lahir bebas memilih jenis kelaminnya sendiri, bebas untuk menikah dengan jenis apa pun, hal itu berdasarkan HAM Internasional.

Ayat yang sering dipelintir oleh aktivis pro-LGBT adalah surat Ar Rum (30) ayat 21.

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

(لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ)“dari jenismu sendiri” aktivis pro-LGBT menafsirkan ayat bahwa boleh menikah sama jenis. Padahal hewan saja tidak mau menikahi sesama jenisnya. Akan tetapi argument ini telah dijawab dalam Al-Qur’an surat Al A’raf (7) ayat 82. Allah Subhanahu wa Ta’aala berfirman;

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”.

Ini adalah informasi yang dibocorkan oleh Al-Qur’an, bahwa jika mereka telah menguasai suatu negeri maka mereka akan mengusir para aktivis anti-LGBT dan semua orang yang anti.

Dari uraian singkat di atas kita menjadi tahu kenapa kita mesti melawan virus LGBT, setidaknya ada empat alasan; melawan fitrah manusia, hubungan LGBT tetap ada yang menjadi laki-laki dan perempuan, hilangnya keturunan, dan hak asasi manusia tidak boleh melawan fitrahnya sendiri. *dinukil dari Tausiyah UBN di Masjid WTC Jenderal Sudirman, Karet, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/18).

*Gubahan M

Sebarkan Kebaikan!