Kemuliaan Ramadhan Menurut al-Qur`an II

KEMULIAAN Ramadhan yang keempat; bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Kenapa? Karena pada malam hari di bulan Ramadhan merupakan awal diturunkannya al-Qur`an sebagaimana firman-Nya:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami turunkan al-Qur`an pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadar [97]: 1). Dalam kitab Fath al-Qâdir (1414: V/575), Imam Asy-Syaukani menyebutkan bahwa malam bulan Ramadhan, momen diturunkan al-Qur`an disebut sebagai lalatul qadar karena beberapa alasan. Pertama, karena Allah menakdirkan apa saja yang dikehendaki-Nya selama setahun kedepan. Kedua, karena keagungan dan kemuliaannya.

Kelima, dalam bulan Ramadhan ada malam yang disebut Lailatu al-Qadar [Malam kemuliaan] yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Sebagaimana firman-Nya:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadar [97]: 3).

Di samping itu, pada bulan Ramadhan [di malam kemuliaan], para malaikat pada umumnya dan malaikat Jibril turun ke bumi dengan izin Rab-nya untuk mengatur segala urusan. Sebagaimana firman-Nya:

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ.

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. Al-Qadar [97]: 4). Pada malam itu pula (penuh) kesejahteraan dan keselamatan sampai terbit fajar. Sebagaimana firman-Nya:

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar [97]: 5). Terkait ini, Imam Baidhawi dalam tafsirnya (1415: IX/38) menyebutkan bahwa maknany ada dua. Pertama, para malaikat pada pagi itu memberi salam kepada setiap mukmin yang dijumpainya. Kedua, segala urusan menjadi selamat dan tidak ada seorang pun yang ditimpa kejahatan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa satu-satunya bulan yang disebut dalam al-Qur`an hanya bulan Ramadhan karena memiliki karakteristik: Bulan waktu diturunkannya Al-Qur`an untuk pertama kali; bulan yang mulia karena Al-Qur`an diturunkan pada malam kemuliaan dan penuh berkah di bulan Ramadhan; ulan pembeda antara yang hak dengan yang batil karena turunnya Al-Qur`an bertepatan dengan peristiwa perang Badar yang terjadi di bulan Ramadhan; bulan yang mengandung malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang mengandung malam kemuliaan di mana para malaikat dan malaikat Jibril turun ke bumi untuk mengatur segala urusan; bulan yang di dalamnya terdapat malam yang penuh kesejahteraan dan keselamatan hingga terbit fajar. Dari kesekian keistimewaan yang dimiliki bulan Ramadhan itu, pantaslah jika Allah subhanahu wata’ala menjadikannya sebagai bulan yang mulia dan menetapkan kewajiban puasa pada bulan ini.”

Di antara pelajaran berharga dari  pembahasan ini ialah. Pertama, Kemuliaan Ramadhan bukan karena Ramadhannya, tetapi karena berkaitan dengan peristiwa besar berupa turunnya Al-Qur`an. Jadi orang tidak akan mendapat kemuliaan Ramadhan jika tidak memiliki hubungan yang baik dengan al-Qur`an dengan cara membaca, mengamalkan dan mengajarkannya sesuai dengan tujuan diturunkannya al-Qur`an yaitu sebagai petunjuk untuk manusia.

Kedua, Ramadhan mulia karena bertepatan dengan peristiwa besar dalam sejarah perjalanan Islam berupa perang Badar yang mana diistilahkan dalam Al-Qur`an sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. Dengan demikian Ramadhan identik dengan perjuangan; pembeda antara yang hak [Islam] dan yang batil [bukan Islam]. Jadi orang yang berleha-leha saja, bermalas-malasan di bulan Ramadahan tidak akan mendapat kemuliaan di bulan Ramadhan.

Ketiga, bulan Ramadhan mulia karena di dalamnya ada malam kemuliaan yang lebih dari seribu bulan. Ini menggambarkan betapa Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Bayangkan! Di dalamnya ada satu malam yang bernilai lebih baik dari seribu bulan. Salah satu ciri keberkahan ialah adannya perkembangan, perubahan dari negatif menuju positif. Bila kita keluar dari bulan Ramadhan kita tidak ada perubahan lebih baik maka kita tidak mendapatkan berkah di bulan Ramadhan.

Keempat, para malaikat dan Malaikat Jibril berpartisipasi dengan seizin Allah untuk turun ke bumi pada malam kemuliaan di bulan Ramadhan ini. Sangatlah disayangkan dan rugi jika kita menyia-nyiakan malam di bulan Ramadhan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, padahal makhluk Allah yang mulia yaitu malaikat turun berpartisipasi pada malam kemuliaan itu. Karena itu kita harus mengisinya dengan memperbanyak ibadah.

Kelima, malam kemuliaan di bulan Ramadhan mengandung kesejahteraan/keselamatan hingga terbit fajar. Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa menebarkan keselamatan dan kesejahteraan dalam kehidupan di dunia ini. Orang muslim yang selalu menebarkan kesejahteraan dan keselamatan pada waktu di dunia maka sewaktu di akhirat nanti ia akan mendapat kesejahteraan dan keselamatan pula dari Allah. Wallahu a`lam.

*Abu Kafillah

 

Sumber Rujukan:

Tafsîr al-Qur`an al-‘Adzîm Ibnu Katsir

Fath al-Qadîr, As-Syaukani

Tafsir al-Sya’raâwi

Taisîr Karîm al-Rahmân,  As-Sa’di

Adhwâ`u al-Bayân fî Îdhâhi al-Qur`ân, Imam al-Baidhawi

Sebarkan Kebaikan!