Kembali Ke Jati Diri Bangsa Melalui ‘Fajar Di Ufuk Indonesia’

JAKARTA (AQLNEWS) – Persembahan istimewa dan inspiratif dari AQL Islamic Center ‘Fajar di Ufuk Indonesia’. Fajar sebagai tanda alam berakhirnya malam dan dimulainya siang, semburatnya yang merobek kegelapan dan cahaya fajar yang menyiratkan harapan kedamaian. Fajar yang akan membersihkan sampah-sampah ideologi dan mengembalikan Indonesia ke jati diri bangsa yang sesungguhnya.

“Kemasan milad AQL yang ke-9 yang akan diadakan di balai sarbini berbeda dengan milad sebelumnya, karena akan menghadirkan tadabbur qur’an special yang dipadu dengan parade tilawah, pembacaan puisi, teaterikal, dan intertainment. Acara ini juga membawa nuansa-nuansa memperjuangkan kebenaran dan keadilan dan tentu perlawanan kepada ketidak adilan”, kata Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir dalam konferensi pers di Balai sarbini, Jakarta, Kamis (12/10/17)

UBN juga menjelaskan perihal dirinya yang selama tampil dengan karakter keras di hadapan public. “Jika selama ini kami dikenal dengan karakter keras karena menyuarakan kebenaran, tapi sebetulnya kami konsen di dakwah-dakwah kulutural khususnya di bidang tadabbur dan milad AQL ke-9 ini kami berdakwah dengan penedekatan interteiment, untuk itu kami libatkan beberapa public figure dari beberapa selebritis yang akan mendukung acara ini”, katanya

Secara garis besar acara ini yang bertemakan ‘Fajar di ufuk Indonesia’ menyiratkan hal yang abstrak. Fajar pembawa kedamaian dan fajar pembawa pesan persatuan. Titah ilahiyah menyeru agar kita bangun sejak waktu fajar menyambut keberkahan. “Yang kita maksud fajar di sini adalah kebangkitan umat untuk berislam di tengah kondisi bangsa yang tercabik-cabik dan tema ini sangat relevan” kata UBN

Latar belakang tema adalah perlawanan kepada sampah-sampah ideologi yang masuk di Indonesia. sebenarnya Kapitalisme sudah lama menikam bangsa ini dan sebagian kita sudah berideologi materialisme. “Sehingga perlawanan yang akhir-akhir ini terjadi mengandung tanda tanya, apakah betul mempertahankan jati diri bangsa sesuai dengan pancasila atau karena takut kapitalismenya terganggu oleh komunis-sosialis” tanya UBN dengan nada heran

“Kami hadir dalam format yang intertaining tapi sekaligus subtantif untuk menyampaikan ayat-ayat suci al-Qur’an dengan pendekatan yang berbeda. Sebenarnya tujuan dari acara ini adalah mengokohkan jati diri bangsa, khususnya di pancasila di semua sila”, jelasnya

“Lebih dari itu Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim berkewajiban menjadi benteng terdepan dan terakhir dalam malindungi ideologi bangsa, di mana Indonesia pada Undang-undang dasar sebagai Negara yang berketuhanan yang maha esa. Umat Islam harus menjadi benteng terdepan untuk mempertahankan kedaulatan ideologi”, sambung UBN

Indonesia tidak boleh jadi kapitalis dan Indonesia haram menjadi komunis. Indonesia harus kembali ke jati diri bangsanya, yaitu Negara yang berketuhanan yang maha esa dengan kemanusiaanya yang adil dan beradab, berjuang keras untuk mempertahankan persatuan republik Indonesia, kemudian ditingkat implementasi kita harus kembalikan kerakyatan wajib dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, sehingga keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia bisa terwujud.

Baca juga – http://aqlnews.com/kh-bachtiar-nasir-indonesia-tidak-boleh-jadi-kapitalis-dan-haram-jadi-komunis/

Fajar di Ufuk Indonesia tema yang diangkat dalam milad AQL yang ke-9 adalah untuk mengajak umat kembali ke jati diri bangsa dan membersihkan negeri ini dari sampah-sampah ideology. -InSya Allah- acara akan dilaksanakan pada 14 oktober di balai sarbini pada pukul 18.30 sampai selesai. Acara ini juga akan disertai suguhan inspiratif dari Taufik Ismail, Helvy Tiana Rosa, Dwiki Dharmawan, Arie Untung, Fenita Jayanti, Andi Arsyil, serta tim teaterikal. Info selengkapnya bisa menghubungi 0852-1016-7235

Sebarkan Kebaikan!