ArtikelTausiyah
Trending

Keluarga Kokoh, Bangsa Kuat

KELUARGA merupakan satuan sosial terkecil yang sangat berpengaruh pada kekuatan suatu bangsa. Peran keluarga sangat menentukan kualitas bangsa, sebab keluarga adalah merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembinaan tumbuh kembang, menanamkan nilai-nila Islam dan pembentukan kepribadian indovidu.

Ibarat keluarga adalah sebuah pondasi dalah pertumbuhan dan perkembangan sebuah bangsa. Pondasi yang kuat dan kokoh tentu elemen di atasnya akan berdiri tegak, awet dan tahan terhadap sampah-sampah ideologi yang hendak menghancurkan. Tentu pondasi yang kuat berawal dari keluarga-keluarga yang berkualitas dan tangguh, sehingga ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Namun, saat ini masih banyak ‘pekerjaan rumah’ bagi bangsa Indonesia dalam membangun ketahanan keluarga. Diantaranya tingkat perceraian yang tinggi, masih banyaknya kekerasan, kenakalan remaja, sampai pada pergaulan bebas. Itu semua merupakan wajah buruk tentang rapuhnya kondisi keluarga indonesia. Tentu hal ini terjadi tidak lepas dari kekeliruan pendidikan orang tua di dalam rumah.

Hal ini bisa terjadi karena surat Attahmrim ayat 6 mulai dilupakan. Padahal dari ayat itu terdapat petunjuk untuk menciptakan keluarga yang kokoh dan kuat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. Attahrim: 6)

(قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا) peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Sepenggal kalimat tapi sarat makna. Kenapa harus dimulai dari sendiri, lalu keluarga? Alngkah baiknya kita menyimak hadis Nabi

“Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang akan menjadikannya sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari Muslim)

Bisa dianalogikan, salah mendidik maka akan berakibat fatal bagi keluarga, tentu sangat berpengaruh pada suatu bangsa. Untuk perbaiki diri sendiri terlebih dahlu lalu melindungi keluarga dari api neraka.

Neraka tak harus realitas siksaan yang dibocorkan dalam Qur’an. Tapi adalah neraka jika anak terjebak dalam tingkah laku yang menyalahi fitrahnya sendiri. Seperti bergaul tanpa hijab, hingga wanita dan lelaki tak lagi ada penghalang. Demikian juga penyimpangan yang kini banyak mewarnai kehidupan masyarakat.

Jika menghendaki keluarga yang kokoh, maka setidaknya ada tiga kurikulum yang harus ditanamkan di dalam rumah. Pertama, didiklah anak-anak dengan tauhid. Bentuk generasi yang bersih akidahnya dari berbagai macam kemusyrikan, kemunafikan, dan kefasikan. Terlebih lagi, orang tua harus melindungi anak-anaknya dari sampah-sampah ideologi yang sangat berpotensi merusak pemikiran mereka. Sampah ideologi yang diberi peluang besar oleh liberalisme.

Kedua, setelah tauhidnya kokoh, maka berilah anak-anak asupan ilmu agama. Kedisiplinan bukan hanya teraturnya waktu tidur, disipilin yang paling penting adalah mendisiplinkan anak-anak untuk menjalankan perintah Allah dan disiplin menjauhi laranganNya.

Ketiga, bangun karakter anak untuk tumbuh dalam ibadah kepada Allah swt.. Ajari anak-anak untuk benar dan disiplin dalam ibadah. Sebab, jika ibadah seorang anak telah kokoh maka sampah ideologi apapun yang masuk ke Indonesia tidak akan berpengaruh pada anak-anak, karena mereka telah tumbuh dengan nilai-nilai Islam.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close