Artikel

Karena Tak Rela Qur’an Tercecer

BANTEN (AQLNEWS)- “Bahkan ada yang ditangkap dan dimasukkan ke dalam kamp, hanya karena di rumahnya ada Qur’an.” Ucap Gulbakhar Cililova, beberapa waktu lalu di AQL Islamic Center.

Ingatan itulah terngiang kembali, membuat dirinya tak mampu menahan air mata.

Ada sungai yang mengalir di hatinya, saat wanita mantan tahanan kamp konsentrasi Uighur itu menemukan lembaran-lembaran Alquran tercecer di antara puing-puing reruntuhan akibat tsunami.

Daun-daun di hatinya semakin bergemuruh saat ia buka mushaf tersebut. Ia berujar dalam bahasa Uighur, yang telinga Indonesia gagal memahami.

Kejadian mengharukan ini terjadi saat rombongan diasopra Uighur di Turki berkunjung ke Pandeglang, Banten.

Seyyit Tumturk, Abdul Kadir Tumturk, dan Gulbakhar Cililova, sebelum terbang ke Turki malam ini, ditemani tim AQL Peduli menyempatkan diri memberikan bantuan secara langsung kepada korban tsunami Selat Sunda.

Seperti diketahui, kedatangan mereka ke Indonesia dalam rangka silaturahim dan menyampaikan rasa terima kasih 35 juta muslim Uighur kepada umat Islam  Indonesia.

“Kami 35 juta muslim Uighur mengucapkan rasa terima kasih kepada umat Islam Indonesia yang telah melakukan aksi bela Uighur,” ucapnya

“Kami juga merasakan adanya bantuan moral dari Indonesia, semoga Indonesia dilimpahkan keberkahan dari Allah.”

Mereka yang dizalimi oleh komunis Cina pun menjunjung tinggi persaudaraan Islam. Kita?
Jangan biarkan kebenaran melenggang bisu di lengang bibir.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close