Kapitra: Yang Penting Bukan Tuntutan tapi Putusan

JAKARTA (AQLNEWS) – Tuntutan ringan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam persidangan kasus penodaan agama menuai reaksi publik. Tuntutan JPU sangat disayangkan karena dinilai tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Berbagai spekulasi dan pendapat pun bermunculan.

Menyikapi hal itu, Koordinator Tim Advokasi GNPF-MUI Dr M Kapitra Ampera SH MH menyatakan, tuntutan tersebut tidak mungkin dikembalikan menjadi tuntutan maksimal oleh JPU. Sebab proses persidangan sudah dan sedang berjalan. Karenanya, masyarakat tidak perlu menyikapi tuntutan tersebut secara berlebihan.

“Aneh semua orang emosi dengan tuntutan. Yang penting (sekarang) itu bukan tuntutan (jaksa) tetapi putusan (hakim),” ungkap Kapitra Ampera di Jakarta, Ahad (24/4/17).

Menurut dia, tuntutan kepada Ahok dalam kasus penodaan agama sudah berlalu. Hal itu, bagi dia, tidak mengherankan karena kejaksaan berada di bawah Presiden Joko Widodo. “Pasti kendalinya ada pada Presiden,” katanya.

Lalu, bagaimana seharusnya menyikapi masalah tersebut? Kapitra mengingatkan, bahwa pengendali persidangan adalah hakim yang independen. Dia berharap majelis hakim benar-benar menjatuhkan hukuman maksimal kepada Ahok meski tuntutan jaksa hanya dua tahun hukuman percobaan. “Jadi kendali ada pada nurani (hakim) dan Allah Azza wa Jalla,” tegas advokat yang dikenal dekat dengan masjid ini.

Dia pun membeberkan fakta bahwa beberapa putusan hakim melebihi tuntutan JPU. Berikut 15 fakta putusan persidangan melebihi tuntutan jaksa:

1. Putusan No. 537/Pid.B/2007/PN.Jkt.Tim, Tindak Pidana Pembunuhan. Terdakwa Ferry Surya Prakasa, dituntut 14 Tahun Penjara, diputus 15 Tahun Penjara.

2. Putusan No. 04/Pid.Sus/Tipikor/2014/PN.Pbr, Tindak Pidana Korupsi, Terdakwa I Ramdani dituntut 1 Tahun dan 6 Bulan penjara, diputus dan Terdakwa II Indra Gunawan dituntut 2 Tahun, diputus 4 Tahun dan 3 Bulan Penjara.

3. Putusan No. 05/Pid.Sus/Tipikor/Pn.Pbr, Tindak Pidana Korupsi, Terdakwa Zullisman dituntut 2 Tahun Penjara dan diputus 4 Tahun dan 6 bulan Penjara.

4. Putusan No. 316/Pid.B/2015/PN.Sgl, Tindak Pidana Penculikan, Terdakwa Heri bin Militer, dituntut 7 Tahun Penjara dan dihukum 8 Tahun Penjara.

5. Putusan Tindak Pidana Pembunuhan pada Pengadilan Tanjung Pati, Terdakwa Romi Chandra Virnata dituntut 16 Tahun Penjara, diputus 20 Tahun Penjara.

6. Putusan Tindak Pidana Penodaan/Pencabulan pada Pengadilan Negeri Sungai Liat, Terdakwa Heri dituntut 9 Tahun Penjara, diputus 11 Tahun Penjara.

7. Putusan No. 32/Pid.Sus/Tipikor/2016/PN.Jkt.Pst, Tindak Pidana Korupsi, Terdakwa Abdul Khoir dituntut 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara, diputus 4 Tahun Penjara.

8. Putusan No. 75/Pid.B/2012/PN.TK, Tindak Pidana Pencabulan, terdakwa Aulia Rahman Bin Abdul Jalil dituntut 1 Tahun dan 6 Bulan Penjara, diputus 2 Tahun Penjara.

9. Putusan No. 445/Pid.B/2013/PN.Jkt.Sel , Tindak Pidana Penganiayaan, terdakwa Muhamad Reza Fahlefi Alias Eza Gionino dituntut 5 Bulan Penjara, diputus 7 Bulan Penjara.

10. Putusan Pengadilan Tipikor Jakarta, terdakwa Urip Tri Gunawan dituntut 15 Tahun Penjara, diputus 20 Tahun Penjara.

11. Putusan Pengadilan Tipikor Surabaya, terdakwa Achmad Fauzi dituntut 2 Tahun Penjara, diputus 4 Tahun Penjara.

12. Putusan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Tipikor Surabaya, terdakwa Iwan Cipta Hadi dituntut 1 Tahun Penjara, diputus 1 Tahun dan 6 bulan Penjara.

13. Putusan No. 02/Pid.Sus/Tipikor/2011/PN.Mtr, Tindak Pidana Korupsi, Terdakwa Syaifurrahman Salman dituntut 1 Tahun dan 6 Bulan Penjara, diputus 4 Tahun dan 6 Bulan Penjara.

14. Putusan No. 606/Pid.B/2013/PN. Pbr, Tindak Pidana Pengerusakan Terdakwa Mardirjo alias Klewang dituntut 4 Tahun Penjara dan diputus 6 Tahun Penjara.

15. Putusan Pengadilan Tipikor Palembang, Terdakwa Sugeng dituntut 3 Tahun dan 6 Bulan Penjara, diputus 4 Tahun dan 6 Bulan Penjara.

Reporter : muhajir
Editor : azh pawennay

Sebarkan Kebaikan!