ArtikelSirahTadabburTausiyah
Trending

Jadikan Al-Qur’an Sebagai Petunjuk Hidup

Apa jadinya jika kita tidak mempunyai petunjuk hidup? Sudah tentu melangkah tanpa arah, tujuan yang tak jelas, dan tak mampu membedakan kebenaran dan kebathilan.

Allah Swt. menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Pada kesempatan ini penulis akan menyampaikan fungsi Al-Qur’an yang disarikan dari kajian Tadabbur Kamis Pagi oleh Ustadz Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No, 40, Jakarta Selatan, Kamis, (30/8).

Allah Swt. berfirman dalam surat An-Nahl ayat 89;

(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Semua mahluk di alam semesta mati saat malaikat Israfil meniup sangkakalanya, kecuali malaikat jibril, Izrail, Israfil, dan Hamatul Arsy. Sejurus kemudian Allah memerintahkan malaikat Izrail untuk mencabut ruh semua malaikat-malaikat di atas. Lalu kemudian Dia berkata; “Hai Malaikat Maut(Izrail), tidakkah kamu mendengar FirmanKu, Kullu Nafsin Dza’iqatul maut, tidakkah engkau tahu setiap yang bernyawa itu akan merasakan mati. Aku jadikan engkau untuk tugas itu dan engkau juga harus mati.”

Pada hari itu, hanya Allah al-Hayyu (Maha Hidup). Dia-lah yang Maha Hidup, menghidupkan dan membangkitkan. Semua hancur dan punah, kecuali Tuhan semesta alam.

An-Nahl ayat 89 membawa pesan yang sangat penting untuk dibawa oleh manusia kemana pun ia pergi, kelak pada hari kiamat manusia akan digiring ke padang mahsyar dan diminta mempertanggung jawabkan amal perbuatan mereka. Orang yang semasa hidupnya bersama Qur’an wajahnya akan memancarkan cahaya. Orang kafir dan munafik buta tanpa cahaya kemudian diperintahkan meminta bantuan ke pujaan mereka semasa di dunia.

Ayat tersebut terfokus pada enggel, “Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri”. Saksi itu adalah para nabi dan rasul yang Allah utus kepada setiap umat untuk menyampaikan risalah-Nya. Apakah mereka telah menyampaikan semua risalah yang diamanahkan ataukah belum. Pada saat itulah seluruh manusia tidak mampu beralasan untuk terhindar dari pengadilan-Nya. Semua manusia akan diadil tanpa sedikitpun kecurangan. Setiap manusia akan merasakan imbalan dari sekecil zarrah pun perbuatannya di dunia.

Seperti rasul sebelumnya yang akan menjadi saksi bagi umatnya, Nabi Muhammad pun akan menjadi saksi kepada kita semua. Sebab beliau di utus oleh Allah sebagai rasul hingga hari kiamat. Nasib kita bergantung pada Nabi Muhammad Saw. di hadapa Allah Swt. bahkan di dunia, keputusan hakim tergantung dari kesaksian oleh saksi.

Lalu setelah kita mengetahui bahwa Nabi Muhammad adalah saksi bagu umatnya, apa pandangan kita terhadap beliau? Bagaimana cara kita menyikap Rasulullah Saw.?

Salah satu hidayah yang tersirat dari ayat tersebut adalah kita diperintahkan untuk menapaktilasi jejak Rasulullah Saw.. Sebagai saksi kita di hadapan Allah, kita wajib berbuat sebagaiman Rasululla contohkan. Apa yang datang dari beliau adalah kebenaran.

Saat bermuamalah dengan sesame muslim dan non-muslim kita wajib mengikuti tata cara yang diajarkan Rasulullah. Semua persoalan hidup sudah ada dalam al-Qur’an kemudian dijelaskan oleh Rasulullah melalui hadis-hadis.

Ayat di atas menjelaskan ada empat fungsi al-Qur’an; tibyanan likulli syay’in (untuk menjelaskan segala sesuatu), hudan (petunjuk), rahmatan (rahmat), busyra lilmuslimin (kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri).

Tibyanan likulli syay’in (untuk menjelaskan segala sesuatu) Ibnu Mas’ud menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu mencakup semua ilmu yang bermanfaat, menyangkut berita yang terdahulu dan pengetahuan tentang masa mendatang. Disebutkan pula semua perkara halal dan haram, serta segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia dalam urusan dunia, agama, penghidupan, dan akhiratnya.

Di dalam Al-Qur’an terdapat petunjuk yang mampu membuat kita akhirat-oriented. Sehingga kita bisa ittiba’ kepada Rasulullah Saw.. Al-Qur’an juga sebagai rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang berserah diri kepada-Nya.

Allah telah memberikan kita kitab sebagai petunjuk dalam mengarungi kehidupan, maka kelak di akhirat kita akan ditanya soal itu, apakah telah menempatkan Al-Qur’an sebagaimana mestinya ataukan malah mengabaikannya.

Sering kita mendengar penceramah yang memotong ayat; menjelaskan politik, ekonomi, dan lain sebagainya, tapi lupa pangkal ayat tersebut. Lupa pada hari kebangkitan. Artinya, apa yang diperbuat dan disampaikan akan dipertanggung jawabkan di padang mahsyar kelak.

Peran dan fungsi Nabi Muhammad Saw adalah menjelaskan tentang apa yang disampaikan Al-Qur’an. Al-Qur’an ini menjelaskan segala sesuatu, tapi ingat, Al-Qur’an ini diturunkan kepada Muhammad, maka tujuannya adalah agar kita ittiba’ kepadanya yang aka menjadi saksi kita di hadapan Allah kelak.

*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close