Inilah Tausiah Habib Rizieq Syihab di Masjid Sunan Ampel Surabaya (3-habis)

KITA tidak bisa menerima jika ulama dihina oleh kaum liberal. Ulama dimarginalisasi, dituduh anti-NKRI dan ketinggalan zaman, dituduh konservatif. Bahkan mereka sebarkan isu dan fitnah umat Islam sudah tidak tunduk kepada ulama dan ulama sekarang sudah tidak dihormati oleh umat Islam. Berapa banyak umat Islam yang terpengaruh dengan fitnah semacam itu? Bahkan fitnah yang sangat keji bahwa umat Islam sudah tidak mungkin bersatu karena terlalu banyak organisasinya, partai politiknya dan sangat banyak majelisnya.

Akan tetapi, lewat aksi 212 ada pertolongan Allah SWT dengan turunnya izzah Islam dan persatuan umat Islam. Melalui aksi 212 Allah berikan Minhajul Islamiyah hampir delapan juta umat Islam berkumpul di Monas dan berdoa kepada Allah SWT. Anehnya perkumpulan itu datang dari semua organisasi-organisasi umat Islam, Muhammadiyah, NU, Persis, dan lain-lainnya.

Terus tuduhan lainnya adalah, kata mereka ulama sudah tidak dihormati lagi. Aksi 212 bisa terjadi selain karena pertolongan Allah SWT juga karena perjuangan para ulama. Kebesaran Allah SWT tidak bisa digembosi oleh siapa pun. Sesungguhnya Allah SWT akan menolong hamba-Nya selama mereka menolong agama-Nya. “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. [QS Muhammad/ 47: 7].

Jika kita menolong agama Allah SWT, pasti Dia akan menolong kita, ini adalah janji Allah dan janji-Nya pasti benar. Maka tidak usah takut jika dimarginalkan, dikriminalisasi, dihina, karena Allah bersama orang-orang yang bersabar.

Ada dua perkara yang harus diperhatikan oleh pemerintah. Pertama, jangan biarkan Islam dihina. Jika ada orang yang menghina agama Islam dan agama lainnya maka pemerintah wajib menghukumnya bukan malah membiarkannya. Kedua, jangan beri ruang kepada PKI (Partai Komunis Indonesia) untuk bangkit kembali. Tahun 48 dan 65, saat PKI memberontak, mereka menyembelih ulama dan jenderal. PKI yang membakar pesantren, membantai para santri dan melarang pengajian. Sekarang kita lihat benih-benih PKI itu mulai muncul, misalnya pelarangan tablig akbar dan pengajian.

Jadi PKI sangat gampang benci habaib dan ulama. Jika ada orang yang mengaku ahlu sunnah tapi membenci ulama dan membubarkan pengajian, mengaku NU tapi benci habaib dan ulama, maka benih-benih PKI telah tumbuh dalam dirinya. Secepat mungkin harus diobati, jika sudah parah maka diamputasi. Tidak ada NU yang benci habaib dan ulama karena NU adalah organisasi Islam yang berdasarkan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Yang didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari, dan beliau tidak pernah mengajarkan untuk benci kepada habaib dan ulama, apalagi mengajarkan untuk membubarkan pengajian.

Allah SWT berfirman:

وَلا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لا يَرْجُونَ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (١٠٤

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (Surat An Nisa: 104)

Allah mengingatkan kepada orang beriman agar tidak merasa lemah ketika menghadapi musuh. Allah SWT memberikan rahasia kepada orang beriman bahwa “Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan, sebagaimana kamu rasakan. Yang membedakan kalian dengan musuhmu adalah kalian (orang beriman) memiliki harapan ridha Allah SWT, sedangkan mereka tidak. Jika kalian mati maka masuk surga dan jika musuhmu mati mereka disiksa di dalam api neraka.”

Jangan pernah takut dengan intimidasi para musuh Islam karena Nabi Muhammad SAW dalam perjuangannya sangat banyak teror pembunuhan yang ditujukan kepada beliau. Ulama siapapun jika ingin berjuang di jalan Allah SWT pasti akan dimusuhi dan terus dicari-cari kesalahannya. Dan ulama sejati itu tidak pernah takut terhadap ancaman apapun.

Jangan pernah mundur walaupun diancam. Umat Islam harus bangkit tegakkan yang haq dan bela Islam. Jika hari ini satu ulama dibunuh karena memperjuangkan Islam maka besok akan bangkit ribuan ulama yang siap mati untuk menegakkan kebenaran dan membela Islam. Tapi perhatikanlah saudaraku! Kalau pemimpin kita baik maka kita sami’na wa atha’na. Tidak perlu demo-demo, justru kita akan berangkulan untuk menjaga keutuhan NKRI. Yang berjuang mati dan yang tidak berjuang juga mati. Jadi lebih baik berjuang sampai mati. *selesai

 

reporter : muhajir

editor : azh pawennay

Sebarkan Kebaikan!