Tadabbur

Inilah Penyebab Utama Perpecahan Umat

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali-Imran: 103)

Larangan tanazu’ dalam ayat menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan diaplikasikan dalam kesehari-harian, apalagi dalam konteks Indonesia yang semakin hari musuh kian Nampak melakukan perlawanan untuk memecah belah umat. Persatuan itu berawal dari hati dan dari sana pula kasih sayang itu dicabut paksa oleh Allah jika saling berpecah-belah (tanazu’).

Kata tanazu’ biasanya dipakai ketika malaikat akan mencabut nyawa manusia. pemakaian kata itu menggambarkan bahwa umumnya manusia tidak rela dan tidak mau nyawanya dicabut, sehingga harus dipaksa untuk menghadapi kematian. Dalam surat ali-Imran ayat 103 ini terdapat larangan untuk tanazu’, artinya sebagai seorang muslim dilarang untuk saling cabut paksa kasih sayang yang telah Allah tanamkan dalam hati. Sebab, ukhuwah islamiyah yang sudah dimasukkan di dalam hati adalah nikmat terbesar yang Allah turunkan kepada hamba-Nya. Permasalah terbesar umat Islam adalah perpecahan, khususnya umat Islam Indoensia. Sebuah fenomena yang kian tampak di depan mata bahwa umat ini sangat mudah untuk pecah tapi susah untuk bersatu.

Untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan itu maka hati-hati mengambil keputusan terhadap saudara dan hati-hati dalam menanggapi perbedaan. Karena persepsi terhadap saudara kita sangat besar pengaruhnya dalam perilaku kita terhadap terhadap saudara kita itu. Untuk itu, jika ada perbedaan di antara sesame muslim maka tidak usah mengomentari perbedaan tersebut, bicara yang baik-baik saja. sebab tanazu’ atau proses tercerabutnya kasih sayang dimulai dari persepsi kita yang ditindak lanjuti dengan komen. No comen adalah langkah awal untuk menjaga persatuan yang  telah Allah berikan kepada umat Islam Indonesia. Karena manusia itu pada tabiatnya menyukai persaudaraan dan kebenaran.

Persatuan umat Islam pasca aksi-aksi Islam dan bersatunya ormas-ormas Islam terbesar di Indonesia membuat geram musuh dan mereka tidak akan pernah senang akan hal itu. Oleh karena itu, hanya satu prinsip tidak ada saling mencela antar sesame dan tetap fokus pada perjuangan umat Islam yang sudah menjadi cita-cita bersama.

Kemenangan tidak didapat dengan cara saling menyebarkan sisi buruk lawan, justru itu semakin menambah dosa dan semakin mempersatukan musuh. Islam tidak pernah mengajarkan hal itu, karena agama ini dibangun di atas pondasi cinta.

Efek jika rasa persatuan sudah dicabut dalam hati orang Islam adalah kekalahan. Penyebab utama kekalahan itu adalah tanazu’. Setelah gagal dalam persatuan maka otomatis umat semakin lemah.

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ

janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu. (QS. Al-Anfal: 46)

Al-Alusi dalam tafsirnya, bahwa hilang kekuatan kalian maksudnya adalah hilanglah kekuasaan di negeri sendiri, bahkan hilang Negara kita dirampok oleh penjajah. *Dalam safari tadabbur  di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu 7 oktober 2017.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close