Artikel

Ini Khutbah Idul Fitri KH Bachtiar Nasir di Azerbaijan

الحمد لله الذي بعث محمداً رسولاً، ليكون إلى معرفته سَبيلاً، وجعله إلى دينه هادياً ومُهيباً، وعلى خلقه شاهداً ورقيباً، وبالخير مُخبراً ومبشّراً، ومن الشرّ مخوّفاً ومحذّراً، ولأعلام الإسلام ناصباً، ولأحكامه ناصراً.

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus Muhammad sebagai Rasul, yang menjadi jalan untuk mengenal-Nya, menjadikannya sebagai petunjuk dan pemberi peringatan dalam menjalankan agama, menjadikannya sebagai saksi dan pengawas bagi makhluk-Nya, menjadikannya sebagai pembawa berita yang baik dan kegembiraan bagi setiap perilaku kebaikan, dan penjadi pemberi peringatan atas perilaku keburukan, sebagai pembela bagi pejuang-pejuang islam, dan sebagai pembela hukum-hukum-Nya.

All praise to Allah who has sent His messenger Muhammad peace be upon him to give enlightment through the dark days and conveyed His warnings for hereafter, who also witness and  lookafter for His creatures, for bringing good news to those doing good deeds, and warns the wrongdoers, who defends to His followes and His laws.

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله، اللهم صل وسلم على الرحمة المهداة، الذي كان المقصد من رسالته وشريعته، إلحاق الرحمة بالعالمين، قال تعالى: {وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ} (2)، الذي بَيَّن أنَّ خيريَّة الأمة المسلمة، إنما هي بسبب التفقُّه في الدين، وأنَّ استرداد هذه الخيريَّة اليوم، مَنُوط في الفقه في الدين فقال – صلى الله عليه وسلم -: “مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ” (أخرجه البخاري).

Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

I, witness that there aren’t any divine entity but Allah SWT and I witness that Muhammad PBUH is His messenger

Ya Allah, curahkanlan shalawat dan keselamatan kepada Rasul pembawa rahmat yang telah diberi petunjuk, yang menjadikan tujuan dari risalah dan syariatnya adalah menebarkan rahmat dan kasih sayang kepada seluruh alam semesta. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(al-Anbiya : 107)

Ya Allah please prevail your blessings to our Messenger, the one who’s guided, whose sole purpose is to convey your words and good news upon the worshippers. And He said “And We have not sent you but as a Mercy for the Worlds”. (Al-Anbiya 107)

Dan beliau juga menjelaskan bahwa kebaikan yang ada di dalam umat Islam adalah karena tafaqquh fid diin (faham ajaran agama). Dan mengembalikan kebaikan umat islam pada saat ini bergantung pada pemahaman pemeluknya terhadap agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Allah kehendaki baik pada dirinya, maka Allah akan pahamkan orang itu dalam urusan agama.” (HR. Bukhari)

And he also explained that the goodness within worshippers is of sequences of the tafaqquh fid diin or the understanding of islamic teaching. And to restore the value of islam is highly depends on its worshippers. Muhammad PBUH said, “Whomever God will to himself, He will have his understanding in religious matter”

ذلك أنَّ الفقه في الدين، ومعرفة مقاصد التشريع، مؤشِّر الخيريَّة، وأن الكثير من الإصابات والهزائم والعجز عن النهوض، كان بسبب غياب الفقه الصحيح بالدين، والقعود عن النُّفْرة للتفقُّه في الدين.

Itu dikarenakan memahami urusan agama dan mengetahui maksud dari syariat islam merupakan tanda kebaikan dari umat tersebut. dan kebanyakan musibah, kekalahan, dan lemah untuk bisa bangki disebabkan tidak adanya pengetahuan yang benar tentang agama dan tidak ada sekelompok orang yang mau untuk mendalami agama.

To understand islam and to grasp the intention from the syariat of islam is of good signs of ummat, and most disasters, losings, and loss of will to arise is of signs of those who wouldn’t try to understand more about its religion.

ومن هنا ندرك بعض أبعاد دعاء الرسول – صلى الله عليه وسلم – لعبد الله بن عباس رضي الله عنهما، بقوله: “اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ” (أخرجه الإمام أحمد)، فكان ببركة دعاء الرسول – صلى الله عليه وسلم – حَبْرَ الأمة، بما وَعَى، وبما فَقُه، من إدراك العواقب، والمآلات، (وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ) في ضوء سنن الله وأقداره الفاعلة في الحياة.

Dari sini, kita bisa tahu seberapa jauh doa yang dipanjatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Ya Allah berilah dia pemahaman dalam beragama, dan ajarkanlah dia ta’wil (tafsir al-Qur’an) (HR. Ahmad)

Dan karena keberkahan doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Ibnu Abbas menjadi habrul ummah (tintanya umat ini) karena pemahamannya dan pengetahuannya terhadap akibat dan akhir dari suatu permasalahan. Wa ‘allimhut ta’wil yakni diajarkan ta’wil tentang sunatullah dan takdir Allah di dalam kehidupan.

And Muhmmad PBUH prayed, “Oh God please give him the understanding of islam and teach him ta’wil or interpretation of Quran. From the prayer above we know how far Muhammad PBUH have wished for Abdullah bin Abbas R.A.

And because of the blessings from Muhmmad’s prayer Ibnu Abbas becomes the habrul ummah for his understanding and knowledge for every matters. Wa ‘allimhut ta’wil which was taught the sunatullah and what Allah SWT has put in fate for the world.

والصلاة والسلام عليه وعلى أصحابه وآله نجوم سماء الإسلام وجواهر تاجه، وأئمة الدين الذين بهم أضحى أفقُ العلم إثر بزوغ فجره

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi, para sahabatnya, keluarganya yang menjadi bintang di langit Islam dan menjadi permatanya, dan juga kepada para ulama-ulama islam yang karena usaha mereka, islam berada dipuncak keilmuan sejak kemunculan fajar Islam.

Shalawat and salutation may always be cherished to our messenger, his accompanies, his families whom will be always be the brighstar on the constellation of islam and to our beloved islamic teachers whose efforts have brought islam from dawn to its golden eriod.

الله أكبر الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله . والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Laa ilaaha illa Allah, wallahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd.

الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا ،لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون، لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وهزم الأحزاب وحده، لا إله إلا الله والله أكبر

Allahu akbar kabira, walhamdulillahi katsira, wa subhaanallahi bukratan wa ashiila, laa ilaaha illa Iyyahu mukhlisiina lahud diin, walau karihal kafiruun, laa ilaaha Illa Allah wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah.laa ilaaha Illa Allah, wallahu akbar.

Allah Maha Besar, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha suci Allah di waktu pagi dan petang. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya, walau orang-orang kafir tidak suka. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha benar dengan janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan sendiri musuh-musuh-Nya. Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Allah Maha Besar.

أما بعد:

فاتقوا الله عباد الله حق التقوى فإنه جل وعلا أهل أن يتقى وأهل أن يغفر: ﴿ وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ هُوَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ ﴾ [المدثر: 56].

Bertaqwalah kepada Allah wahai hamba-hamba Allah dengan sebenar-benarnya, karena Allah patut bagi kita untuk bertaqwa kepada-Nya dan berhak memberikan ampunan. Allah berfirman yang artinya : Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun. (al-Muddatstsir : 56)

And they will not remember except that Allah wills. He is worthy of fear and adequate for [granting] forgiveness

إن الأعياد في الإسلام مواسم مباركة للتقرب من الله سبحانه وتعالى، لا سيما وأنها تنطلق في مشروعيتها من منطلق الهوية الإسلامية المتميزة التي جاءت على لسان النبي صلى الله عليه وسلم في الحديث الذي رواه أنس بن مالك رضي الله عنه وفيه أن أهل الجاهلية كان لهم يومان كل سنة يلعبون فيهما، فلما قدم النبي [ المدينة قال: «كان لكم يومان تلعبون فيهما، وقد أبدلكم الله بهما خيرا منهما؛ يوم الفطر ويوم الأضحى»

Sesungguhnya iid  (perayaan) di dalam Islam merupakan moment yang penuh berkah dan waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Terlebih karena perayaan itu berawal dari identitas islam yang istimewa yang bersumber dari lisannya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anan bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang menjelaskan bahwa di dalam masa jahiliyah, ada dua hari raya yang di setiap tahunnya yang dirayakan dan mereka bermain-main pada kedua hari tersebut. ketika Nabi sampai di kota Madinah beliau bersabda, “Kalian dahulu punya dua hari untuk bermain-main, sungguh Allah telah menggantinya dengan yang lebih baik dari keduanya, yakni hari raya idul fitri dan idul adha. (HR. An-Nasa’i)

The celebration of eid in islam is an eventful moment and full of blessings. Moreover this event if started off with the identity of islam. On the hadith by Anas bin Malik R.A.
The Messenger of Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) came to Madinah and the people had two days when they would play and have fun. He said, ‘What are these two days?’ They said, ‘We used to play and have fun on these days during the Jaahiliyyah (Days of Ignorance). The Messenger of Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said, ‘Allah has given you something better than them, the day of (Eid) Adhaa and the day of (Eid) Fitr.’”

أيها السادات، فإن أحكام الشّريعة جاءت لتحقّق مصالح العباد في الدّنيا والآخرة، وقد وردت كثير من النصوص الدالة على أن الشريعة وُضعت لمصالح العباد في العاجل والآجل، منها قوله تعالى:{لعلكم تهتدون} (البقرة:53)، وقوله سبحانه: {لعلكم تتقون} (البقرة:21)، وقوله عز وجل: {ولكم فيها منافع} (غافر:80) إلى غير ذلك من الآيات والأحاديث التي تؤكد هذه القضية.

Para jamaah yang terhormat,
Sesungguhnya hukum-hukum syariat yang telah ditetapkan bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan umat baik di dunia maupun di akhirat. Banyak sekali teks-teks wahyu yang menjelaskan bahwa syariat islam datang sebagai pembawa kemaslahatan bagi manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Di antaranya firman Allah.

To my dearest brothers and sisters, indeed, the shariat of islams is intended for the goodness for the ummat itself in this world and herafter. There are many references correspond to this matter which one of them is.

{لعلكم تهتدون} (البقرة:53)
artinya supaya kalian mendapatkan petunjuk

And [recall] when We gave Moses the Scripture and criterion that perhaps you would be guided.

: {لعلكم تتقون} (البقرة:21)

artinya supaya kalian mendapatkan ketaqwaan

O mankind, worship your Lord, who created you and those before you, that you may become righteous –

{ولكم فيها منافع} (غافر:80)
artinya Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu

And for you therein are [other] benefits and that you may realize upon them a need which is in your breasts; and upon them and upon ships you are carried.

Dan banyak lagi teks-teks ayat al-Qur’an maupun hadits yang menjelaskannya.
And many others from Quran and hadiths which explanied.

والأعياد عندنا -نحن المسلمين- لا تخرج في الجملة عن أحكام الشريعة التي شُرِعَت لعدد من الحِكَمِ والمقاصد، التي يمكن تلمُّسها وتدبرها من خلال النصوص الواردة في هذا الشأن.
Perayaan di dalam Islam tidak keluar dari hukum-hukum syariat yang  telah disyariatkan dengan mengandung beberapa hikmah dan tujuan yang mungkin bisa digali dan ditadabburi dari teks-teks al-Quran dan hadits yang menjelaskan permasalahan ini (yakni perayaan di dalam islam).

The celebration within islam is not apart from the syariat with many values contained and purpose that can be sought further from the text of Quran and Hadith

فمن أهم المقاصد التي شُرِعَ العيد لأجلها الالتقاء بين المسلمين والاجتماع فيما بينهم، وأبرز ما يتجلى ذلك في صلاة العيد، وهم يذكرون الله ويكبرونه “الله أكبر الله أكبر”، وما يستشعره كل فرد منهم من رابطة الأخوة التي تجمع بينهم، والإيمان الذي يوحد قلوبهم، تحت راية واحدة، هي راية الإسلام، وشعار واحد هو شعار التوحيد (لا إله إلا الله) ولأجل هذا المعنى كان من السُّنَّة أداء صلاة العيد في المصلى، حيث يجتمع معظم أهل البلد في مكان واحد، وعلى صعيد واحد، يؤدون صلاة واحدة، ويتبادلون أطراف الحديث في أمر دينهم ودنياهم.

Di antara maksud dan tujuan disyariatkannya hari raya adalah bertemu dan berkumpulnya kaum muslimin. Dan tanda yang paling tampak adalah ketika shalat hari raya, dengan berdzikir dan bertakbir. Setiap muslim akan merasakan hubungan persaudaraan yang mempersatukan mereka dan juga keimanan yang menyatukan hati-hati mereka. Mereka berada di satu bendera yaitu bendera Islam dan berada pada satu syiar yaitu syiar tauhid laa ilaaha illa Allah. Untuk alasan ini, shalat hari raya dianjurkan untuk dilaksanakan di lapangan, sekiranya bisa menampung sebanyak mungkin kaum muslimin di suatu wilayah di satu tempat. Mereka melaksanakan shalat raya bersama, dan mereka bisa berbincang-bincang sesama mereka baik terkait urusan dunia maupun urusan akhirat.

Among the intentions of celebration in islam is to gather among the muslims. The most significant act is during the mass prayer along with zikr and praising God. The brotherhood within individuals is what keeps their heart together. They are on under the same entitiy of islam and for the solely purpose of divining the one and only God. For this reason the mass prayer of eid is reccomended to be performed on a wide field so as to accomodate all the worshippers within one place.

ومن مقاصد العيد إدخال الفرحة على المسلمين بعد أدائهم لفرائض الله، واجتهادهم في عبادته، فعيد الفطر يأتي بعد صوم شهر رمضان، وعيد الأضحى يأتي بعد انقضاء أعظم أركان الحج، وهو يوم عرفة، فالعيد مرتبط بالعبادة ولصيق بها، وفي ذلك إشارة عظيمة إلى أن تعب المتعبدين يأتي بعده الفرح والسرور، وأن العيد إذا كان جائزة المتعبدين في الدنيا، فإن الجائزة الكبرى في الآخرة جنات عدن تجري من تحتها الأنهار، ورضوان من الله أكبر؛ مصداقاً لقول المصطفى صلى الله عليه وسلم: (للصائم فرحتان فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه) متفق عليه.

Dan di antara maksud dan tujuan disyariatkan hari raya islam adalah dalam rangka memberikan rasa gembira kepada kaum muslimin setelah mereka melaksanakan kewajiban yang ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan kesungguhan mereka dalam melaksanakan ibadah mereka. Hari raya idul fitri disyariatkan setelah kaum muslimin menunaikan ibadah puasa Ramadhan, sedangkan idul adha disyariatkan setelah umat islam melaksanakan rukun haji yang paling penting, yakni wukuf di Arafah.
Hari raya berhubungan erat dengan ibadah. Ini memberikan isyarat bahwa setelah lelah dalam melakukan suatu ibadah, maka akan datang setelahnya kegembiraan dan kesenangan. Hari raya menjadi hadiah bagi orang-orang yang beribadah di dunia, dan di akhirat kelak akan mendapatkan hadiah yang lebih besar yaitu surga Allah subhanahu wa ta’ala yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan tentu saja yang paling besar adalah keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala. Ini sesuai dengan yang jelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam sabdanya, “Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiaraan, kegembiraan ketika berbuka, dan kegembiraan ketika bertemu dengan Allah subhanahu wa ta’ala. (Muttafaqun ‘alaih)

The celebration of eid is closely related to the act of worshipping itself. It gives sign that after harshful days for performing worshipping then will come a day of joys and jolly. The celebration is a gift for those who worships and soon will have its much more appreciated gifts in herafter where the river flows in Jannah. And surely the greatest ones could ever have is the blessing of Allah SWT as mentioned by Muhammad PBUH referenced by Muttafaqun ‘alaih that the joy of those who fast are when they’re having the break and the joy of meeting their God

الله أكبر الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله . والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Laa ilaaha illa Allah, wallahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd.

ومن مقاصد العيد أنه يفتح مجالاً لوصل ما انقطع بين الأرحام والأقارب والأصدقاء، فليس هناك وقت أدعى لصفاء النفوس، وطهارة القلوب وإزالة الشحناء والبغضاء مثل أيام الأعياد، فحري بكل من في نفسه شيء على أخيه أن ينبذه، وحري بكل قريب هجر قريبه أن يصله، لتتصافى النفوس، وتتآلف القلوب، وتتعانق الأرواح في سماء المحبة والأخوة.

Di antara maksud dan tujuan disyariatkan hari raya islam adalah hari raya menjadi momen untuk menyambung hubungan keluarga, kerabat, dan teman yang sebelumnya terputus. Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk membersihkan diri, menyucikan kalbu, menghilangkan permusuhan dan kebencian seperti waktu hari raya.

Maka sangat tepat bagi setiap jiwa yang merasa di dalam jiwa ada keburukan kepada saudaranya untuk segera mencabutnya. Sangat tepat bagi setiap kerabat yang sebelumnya terputus untuk segera menyambungnya. Ini dimaksudkan agar jiwa saling membersihkan, hati menjadi saling bersatu, dan jiwa-jiwa saling berangkulan dalam kasih sayang dan persaudaraan.

As it was mentioned that the celebration of eid is a moment to build a greater harmony within families, friends, and acquaintances. Therefore, there aren’t any other days which is more appropriate to forgive them other than this day of celebration.

ومن مقاصد العيد إغناء الفقراء والمحتاجين، وفرحهم بالعيد كما يفرح غيرهم، وعدم تعريضهم لذل السؤال في هذا اليوم، ومن أجل ذلك شرع الله صدقة الفطر، وقد ورد في الحديث عن ابن عمر رضي الله عنهما أنه قال: (فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر، وقال أغنوهم في هذا اليوم) رواه الدار قطني.

Di antara maksud dan tujuan disyariatkan hari raya islam adalah memenuhi keburuhan orang-orang fakir dan yang membutukan. Kegembiraan yang mereka rasakan dengan datangnya hari raya seperti orang lain yang merasakan kegembiraan tersebut. dan mereka tidak perlu untuk merendahkan diri dengan meminta-minta pada hari ini. Oleh karenanya, Allah subhanahu wa ta’ala mensyariatkan zakat fitrah. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, belaiu berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah, lalu bersabda, ‘Cukupkanlah mereka pada hari ini.’” (HR. Daruquthni)

The other reason for this celebration is to fulfilled the needs for our needing brothers and sisters. The joy that we must share with them without having them to ask for. Therefore Allah SWT commands his worshippers to do Zakat al-fitr. Citated from Ibn Umar R.A., Muhammad PBUH said that he obliged for his followers to do zakat al-fitr and said “fulfill their needs today”

الله أكبر الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله . والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Laa ilaaha illa Allah, wallahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd.

ومن مقاصد العيد المعتبرة، تغيير نمط الحياة المعتاد، وكسر رتابتها الثابتة، وذلك أن من طبيعة النفس الإنسانية حبها وتطلعها إلى التغيير والتجديد، فيجيء العيد ليضفي هذه المسحة، ويصبغ الحياة بشعور جديد يحسه الإنسان في أعماق نفسه وفيمن حوله.

Di antara maksud dan tujuan disyariatkan hari raya islam adalah merubah pola hidup yang sebelumnya sudah terbiasa dan memecahkan rutinitasnya. Ini dikarenakan tabiat jiwa manusia yang suka dan mencoba untuk melakukan perubahan dan pembaharuan. Dan hari raya datang untuk memenuhi keinginan tersebut, dan mewarnai kehidupan dengan rasa baru yang dapat dirasakan oleh manusia di dalam jiwanya dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

The third reason for us to celebrate this event is to refresh our daily basis activities from which we already accustomed to. As to human nature that sought changes this time is also be part of fulfilling our humanities.

ومن مقاصد العيد التوسعة على النفس والأهل والأولاد بالترفيه البريء، والمتعة الحلال، واللهو المباح، يرشدنا إلى هذا المعنى قوله عليه الصلاة والسلام لـأبي بكر رضي الله عنه، وقد دخل على عائشة رضي الله عنها في يوم عيد، ووجد عندها جاريتين تغنيان، فأنكر عليها ذلك، فقال له صلى الله عليه وسلم: (يا أبا بكر! إن لكل قوم عيداً وهذا عيدنا) متفق عليه. وليس المراد من قوله عليه الصلاة والسلام: (هذا عيدنا) أن يُعرِّف أبا بكر بأن ذلك اليوم كان يوم عيد؛ فإن أبا بكر كان يعلم ذلك ولا شك، ولكن المراد أن لكل قوم في عيدهم فرحاً ومسرةً وشيئاً من اللهو المباح، فقوله: (وهذا عيدنا) إعلام بالرخصة في غناء الجاريتين، لأجل كون اليوم يوم عيد، قال بعض أهل العلم: وفيه إيماء إلى علة الترخيص، وهو أن من جملة المقاصد في تشريع العيد إجمام النفوس وارتياحها.

Dan di antara maksud dan tujuan disyariatkan hari raya islam adalah memberikan keluasan kepada diri, keluarga, dan anak dalam hiburan yang dibolehkan, kesenangan yang halal, dan permainan yang mubah. Hal ini berdasarkan petunjuk yang dijelaskan oleh baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Saat itu Abu Bakar datang ke Aisyah radhiyallahu ‘anha pada hari raya idul fitri dan menemukan di sisinya ada dua budak wanita yang bernyanyi, lalu Abu Bakar mengingkarinya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan saat ini adalah hari raya kita.” (Muttafaqun ‘alaih)

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Abu Bakar, “Saat ini adalah hari raya kami.” Bukan dalam rangka memberitahu Abu Bakar bahwa hari tersebut adalah hari raya, karena Abu Bakar sudah tahu bahwa hati itu adalah hari raya, akan tetapi maksud Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bahwa setiap kaum memiliki hari raya yang di dalamnya ada kegembiraan, kesenangan, dan sedikit ada permaianan yang diperbolehkan.

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Saat ini adalah hari raya kami.” Menunjukkan rukhshah (keringanan) yang diberikan oleh syariat terkait nyanyian dua budak di rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha, karena hari tersebut adalah hari raya.
Sebagian ulama berkata, “hadits tersebut mengandung alasan diberikan rukhsah (keringanan), bahwa salah satu maksud dan tujuan disyariatkan hari raya adalah kesenangan jiwa.

The fourth reason is the celebration of eid is also intended to permit joy within families with delined entertainment. As accordance to one of the hadith

In al-Bukhari’s version, ‘Aishah said: “The Messenger of Allâh (!), entered the house and I had two girls who were singing about the battle of Bu’ath. The Prophet lied down on the bed and turned his face to the other direction. Aboo Bakr entered and spoke harshly to me, ‘Musical instruments of the Satan in the presence of the Messenger of Allâh (!)!’ The Messenger of Allâh sallallaahu ‘alayhi wa sallam turned his face to him and said: ‘Leave them.’When Aboo Bakr became inattentive I signaled to the girls to leave. It was the day of ‘Eid and the Africans were performing with their shields and spears. Either I asked him or the Prophet sallallaahu ‘alayhi wa sallam asked if I would like to watch them [I don’t recall now]. I replied in the affirmative. At this the Prophet sallallaahu ‘alayhi wa sallam made me stand behind him and my cheek was against his. He was saying: ‘Carry on, O tribe of Arfadah,’until I tired. The Prophet sallallaahu ‘alayhi wa sallam asked: ‘Is that enough for you?’ I replied: “yes,” so he said: ‘Leave [then].’ “

ومن ذلك أيضاً: مباسطة الأهل ومداعبتهم والتوسعة عليهم، خاصة بعد أن اختل ميزان العلاقات الاجتماعية، وباعدت تكاليف الحياة وشؤونها بين الأب وأبنائه، وبين الزوج وزوجته، وبين القريب وقريبه، فيأتي العيد لِيُعيد شيئاً من ذلك التوازن المفقود، ويصحح الوجهة وفق الهدف المنشود.

Dan di antara hikmah hari raya adalah memperlakukan keluarga dengan kasih sayang, bermain bersama mereka, dan membuat mereka tidak merasa sempit, khususnya setelah hilangnya keseimbangan dalam hubungan dengan masyarakat, dan urusan-urusan dunia yang membuat jauh antara ayah dan anaknya, antara suami dan istrinya, dan antar sesama kerabat. Dan datang hari raya untuk mengembelikan kesemibangan yang hilang dan meluruskan arah hidup sesuai dengan visi yang diinginkan.

And among other reasons is the celebration of eid is to act upon familes with kindness, spare some good times, and make them feel included, if once were far apart. To ease the worldly matters that separates between father and his sons, husband and his wife, and among acquaintances. And the emergence of eid is to restore balance and reorient life to the desired purpose

فهل يتنبه المسلمون لهذه المعاني الرفيعة في مشروعية العيد، فيلتمّسوها ويمتثلوها { إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ ﴿٣٧﴾} (ق:37).

Apakah kaum muslimin faham akan makna-makna agung disyariatknya hari raya, maka hendaklah mereka memahami dan melaksanakannya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya :

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (Qaf : 37)

Will the faithbelievers understand the divine values within the celebration of eid? Therefore Allah said

Indeed in that is a reminder for whoever has a heart or who listens while he is present [in mind].

الله أكبر الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله . والله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Laa ilaaha illa Allah, wallahu akbar, Allahu akbar walillahil hamd.

أعلموا أن نبيكم صلى الله عليه وسلم ندبكم لصيام ستة أيام من شوال ((من صام رمضان ثم أتبعه ستاً من شوال كان كصيام الدهر)).

Ketahuilah, para jamaah sekalian, bahwa Nabi kalian telah menganjurkan kalian untuk melengkapi puasa Ramadhan dengan puasa 6 hari di bulan Syawal. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan lalu diikuti dengan puasa 6 hari di bulan Syawal, maka seperti puasa setahun.” (HR. Muslim)

And shall be known to my brothers and sisters that Muhammad PBUH recommend you to complete the Ramadhan with additional 6 days of fasting in syawal. As it was mention in hadith citated by Muslim
“Whoever fasts Ramadaan and follows it with six days of Shawwaal, it will be as if he fasted for a lifetime.”

ثم اعلموا أن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه، وثنى بملائكته المسبحة بقدسه، وثلث بكم أيها المؤمنون من جنه وإنسه، فقال قولا كريما: {إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً} [الأحزاب: 56]. اللهم صلِّ وسلم على عبدك ورسولك محمدٍ، وارضَ اللهم عن الخلفاء الأربعة أصحاب السنة المتبعة أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، وعن سائر الصحابة أجمعين، وعن التابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، وعنا معهم بفضلك وكرمك، وجودك وإحسانك يا أرحم الراحمين.

Ketahuilah, para jamaah sekalian, sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan suatu perintah yang dimulai dari-Nya, lalu memerintahkan para malaikatnya yang senantiasa bertasbih, dan memerintahkan kepada orang-orang beriman, baik jin maupun manusia. Dia berfirman yang artinya,” Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (al-Ahzaab : 56)

Ya Allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba-Mu, Rasul-Mu, Muhammad. Dan ridhailah khulafaur rasyidin, Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali. Dan ridhailah para sahabat-sahabat yang lainnya, para tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari Kiamat.
Dan ridhailah kami bersama mereka dengan Karunia-Mu, Kemuliaan-Mu, Kedermawanan-Mu, dan Kebaikan-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih.

And shall be known to my brothers and sisters that Allah SWT gives command that start from Him, then to His Angels, and then to the faithbelievers among the jinn and human. And He said ndeed, Allah confers blessing upon the Prophet, and His angels [ask Him to do so]. O you who have believed, ask [ Allah to confer] blessing upon him and ask [ Allah to grant him] peace. (Al-Ahzaab, 56)

Oh God, please prevail on us, Your messengers, and Muhammad PBUH Your blessings. And give Your forgiveness upon our leaders, Abu Bakr, Umar, Utsman, and Ali, also to other accompanies and their followers until hereafter due upon them.
And also please prevail us with all the goodness within You.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات،

Ya Allah, Ampunilah kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, yang hidup maupun sudah meninggal
Oh God, please give mercy upon our dead and living brothers and sisters

اللهم اغفر لنا ولوالدِينا وارحمهم كما ربونا صغارا، اللهم اجعلنا مقيمي الصلاة ومن ذرياتنا، ربنا وتقبل دعاء.

Ya Allah ampunilah kami, orang tua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka mendidik kami saat masih kecil. Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang mendirikan shalat dan juga keluarga kami, wahai Rabb kami, terimakah doa kami.

Oh Gof, please give mercy upon us and our parents, love them the way they did upon us during our childhood. Oh God, please make us among those who stood fast with our prayers and also our family. For The Sole divine entity please accept our prayers.

اللهم أعز الإسلام والمسلمين. اللهم أعز الإسلام والمسلمين. اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، ودمر أعداء الدين، واجعل بلد إندونيسيا آمناً مطمئناً سخاءً رخاءً وسائر بلاد المسلمين.

Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, Ya Allah hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, hancurkanlah musuh-musuh Islam.
Jadikanlah negeri Indonesia negeri yang aman, tenang, dermawan, dan sejahtera. Dan jadikan juga seperti itu negeri-negeri kaum muslimin.

Oh God, please be glory upon Islam and the moslems, Oh God let the shirk and those who practice be in vile, destroy the opponents of the moslems.

اللهم وفق جميع ولاة المسلمين في تحكيم شرعك واتباع سنة نبيك محمد – صلى الله عليه وسلم -.

Ya Allah, berilah taufik kepada pemimpin kaum muslimin dalam menjalankan syariat-Mu dan mengikuti sunnah nabi-Mu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Oh God, please show guidance to our leaders and their practice based on your messenger Muhammad PBUH.

اللهم طهر المسجد الأقصى من رجس اليهود. اللهم طهر المسجد الأقصى من رجس اليهود. اللهم عليك باليهود الغاصبين والصهاينة الغادرين. اللهم عليك بهم فإنهم لا يعجزونك.

Ya Allah, sucikanlah Masjidil Aqsa dari orang-orang Yahudi, Ya Allah, sucikanlah Masjidil Aqsa dari orang-orang Yahudi, Ya Allah berilah hukuman kepada orang-orang Yahudi dan Zionis yang telah merampas tanah Palestina. Ya Allah berilah hukuman kepada mereka, seseungguhnya mereka tidak akan bisa melemahkan-Mu.

Oh God, please protect the Al-Aqsa from the Jews and Your enemies. And prevail on the zionists and their followers with catastrophic destrucyion. For they can never weaken You upon your power.

اللهم اختم لنا شهر رمضان بغفرانك. اللهم اختم لنا شهر رمضان بغفرانك والعتق من نيرانك، وعُمَّنا بألطافك وإحسانك، واجعل شهرنا شاهداً لنا بأداء فضلك، ولا تخزنا بقبائح أعمالنا يوم عرضك يا رب العالمين.

Ya Allah, tutuplah Ramadhan kami dengan ampunan-Mu, Ya Allah, tutuplah Ramadhan kami dengan ampunan-Mu dan terbebas dari api Neraka. Berilah kepada kami kasih sayang dan kebaikan-Mu. Ya Allah, jadikanlah bulan kami sebagai saksi bagi kami dengan menunaikan anugerah-Mu. Dan janganlah membuat kami sedih dengan keburukan yang telah kami buat pada saat ditampakkan amal, wahai Rabb semesta alam.

Oh God, please this Ramadhan is closed with your greatest mercy and freed us from the reach of hellfire. Oh God, please prevail us with your blessings and let this month bewitness our devotion to Your greatness. And please don’t let us fail when our deeds shown upon our very own eyes.

اللهم إنا قد تولينا صيام شهرنا وقيامه على تقصير، وأدينا فيه من حقك قليلاً من كثير، وقد أنخنا ببابك سائلين ولمعروفك طالبين .. اللهم تقبل ما قدمنا من الصيام والقيام، واغفر لنا ما اقترفنا فيه من الآثام.

Ya Allah, kami telah melaksanakan ibadah puasa dan shalat qiyamullail dengan kelalaian, dan kami hanya tunaikan sedikit hak-Mu yang seharusnya banyak kami lakukan. Kami bersimpuh di depan pintu-Mu untuk memohon ampunan dan kebaikan-Mu.

Oh God, we have done fastings and the night prayers with imperfection and we didn’t offer the best that we could to You. We kneel upon your door of forgiveness and we ask for your kindness upon us.

Ya Allah, terimalah ibadah yang telah kami lakukan seperti puasa dan qiyamullail. Dan ampunilah kami atas segala dosa yang telah kami perbuat.

Oh God, please accept our prayers and give mercy on our wrongdoings.

اللهم ما قسمت في آخر هذا الشهر الكريم من عتق وغفران، ورحمة ورضوان، وعفو وامتنان، وكرم وإحسان فاجعل لنا منه أوفرَ الحظ وأفضل الأقسام برحمتك يا أرحم الراحمين.

Ya Allah, Engkau pada akhir bulan Ramadhan yang mulia ini telah membagikan pembebasan dari api neraka, memberikan ampunan, rahmat, ridha, memberi maaf, memberikan anugerah, kedermawanan, dan kebaikan, maka jadikanlah kami mendapat bagian yang banyak dari pembagian tersebut dan juga pembagian yang paling utama, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih.

Oh God, by the end of this holy month of Ramadhan You have shown your powers to freed upon your chosen ones from the hellfire, gives forgiveness, blessing, and all Your goodness to those who claimed. Therfore, please make us be among those who claim it.

اللهم أعد علينا شهر رمضان أعواماً عديدة وأزمنة مديدة ونحن في صحة وعافية وحياة سعيدة يا أرحم الراحمين. اللهم بارك لنا فيما أعطيتنا، ولا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا. اللهم اجعل رزقنا رغدا، ولا تُشمت بنا أحدا، ولا تجعل لكافر علينا يدا.

Ya Allah, anugerahkan kepada kami untuk bisa menikmati kembali Ramadhan dalam tahun-tahun berikutnya dalam keadaan kami sehat dan bahagia, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.

Ya Allah, berkahilah kami atas apa yang telah Engkau anugerahkan kepada kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami  rizki yang banyak dan baik, janganlah Engkau membuat seseorang gembira atas penderitaanku, dan janganlah Engkau menjadikan orang kafir berkuasa atas kami.
Oh God, please let us feel the joy of Ramadhan upon the upcoming years in health and happiness. Oh God, please guide our heart to the tendencies of good deeds and not wrongdoings, give us fortune and dont’t let others be happy upon my sufferings or let the unbelievers among our imperial.

اللهم في هذه الساعة المباركة لا تدع لنا ذنباً إلا غفرته، ولا هماً إلا فرجته، ولا كرباً إلا كشفته، ولا مبتلىً إلا عافيته، ولا مريضاً إلا شفيته، ولا حقاً إلا استخلصته، ولا عاصياً إلا هديته، ولا أسيراً إلا فككته، ولا حاسداً إلا خيبته، ولا عدواً إلا خذلته، ولا متربصاً لنا بالشر والحقد إلا عنا قد صرفته، وعن طريقنا أبعدته برحمتك يا أرحم الراحمين.

Ya Allah di saat yang penuh berkah ini, janganlah jangan Engkau tinggalkan kami dosa, melainkan Engkau telah mengampuninya. Janganlah Engkau biarkan kesedihan hati melainkan Engkau telah menghilangkannya. Janganlah Engkau biarkan kesusahan melainkan Engkau menghilangkannya. Janganlah Engkau biarkan orang yang mendapatkan cobaan melainkan Engkau telah membuatnya sehat. Janganlah Engkau biarkan orang yang sakit melainkan Engkau telah menyembuhkannya. Janganlah Engkau biarkan orang yang memiliki hak orang lain melainkan Engkau telah menyelesaikannya. Janganlah Engkau biarkan orang yang bermaksiat melainkan Engkau telah memberikannya petunjuk. Janganlah Engkau biarkan orang yang tertawan melainkan Engkau telah membebaskannya. Janganlah Engkau biarkan orang yang hasad melainkan Engkau telah menggagalkan kedengkiannya. Janganlah Engkau biarkan musuh melainkan Engkau telah mengalahkannya. Janganlah Engkau biarkan orang yang berbuat buruk dan dengki kepada kami melainkan Engkau telah menjauhkannya dari kami dan menjauhkannya dari kami, wahai Dzat yang Maha pengasih.

Oh God, in this sacred moment please don’t let our sins upon our shoulder but You have lifted them, don’t let sadness fill our days but You have changed them with happpiness, don’t let sufferings be on our way but You have cleared them, don’t let trials be burdened but You have eased them. Please God, don’t let us ill unless You have cured them, don’t others have what they’re not entitled to but You have put your judgement, don’t let us do bad deeds but You have given guidance, don’t let us behind bars unless You have freed us, don’t let Your enemies prevailing on us but You have destined glory upon us, and don’t let people harm us but You have pushed them away from us, oh solely Divine Entity.

اللهم اغفر لنا ولآبائنا وأمهاتنا، وقرابتنا ومشايخنا وعلمائنا يا أرحم الراحمين ..

Ya Allah, ampunilah kami, orang tua kami, ibu-ibu kami, kerabat kami, guru-guru kami, ulama’-ulama’ kami, wahai Dzat yang Maha pengasih.

Oh God, please give mercy on us, on out parents, our mothers, acquaintances, our teachers.

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

Wahai Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari api neraka.

Oh God, please gives upon of the goodness in this world and protect us from the hellfire.

عباد الله

{إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاء ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ} [النحل: 90]. فاذكروا الله العظيم الجليل يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Wahai hamba Allah, Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

Berdzikir dan ingatlah kepada Allah yang Maha Agung, maka Allah akan meningatmu. Bersyukurlah atas segala nikmat-nikmat dari-Nya, maka Allah akan menambah kenikmatanmu. Allah Maha Besar, dan Allah Maha mengetahui atas apa yang kalian lakukan.

Oh God, you obliged us to act rightly and do good deeds, sharing to our relatives, and forbid us to wrongdoings and creating conflivts. He gives you teaching so that you can understand.

Be remind of your God and do repentance, then God will be reminded ofyou. Be grateful for all His Blessings and He will gives you more. He knows everything and all what you’re doing.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close