Artikel

Ini Ciri-Ciri Orang Beriman yang Sesungguhnya

IMAN menjadi syarat utama yang harus dimiliki oleh setiap Muslim. Tanpa keimanan, segala sesuatunya hanya kosong dan tidak berarti. Selain meyakini rukun iman sebagai bukti, Allah Swt. juga menyebutkan di dalam Surat Al-Anfal ayat 2-3 tentang ciri-ciri orang beriman yang sesungguhnya. Allah Swt. berfirman;

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ. الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (QS Al Anfal: 2-3)

Bagaimana seharusnya kalbu seorang mukmin ketika disebutkan nama Allah?

Orang-orang beriman itu, mereka yang jika dinasehati dengan nama Allah maka bergetarlah hati mereka, tunduk, dan patuh tanpa syarat. Orang-orang yang beriman dengan tingkat kepercayaan yang mutlak kepada Allah, jika disebutkan nama-Nya maka bergetarlah getaran cinta dan takut, getaran harap dan pasrah yang ditujukan hanya kepada Allah. Hentikanlah fikiran-fikiran yang dikacaukan oleh hawa nafsu untuk segera tunduk kepada Allah.

Orang beriman itu, ketika dibacakan ayat-ayat Allah, apabilan Al-Qur’an diperdengarkan di telinganya, maka bertambahlah iman mereka. Mari kita periksa hati kita masing-masing, saat disebut nama Allah, adakah getaran-getaran cinta, takut, harap, dan pasrah kepada-Nya? Ketika dibacakan ayat-ayat Allah apakah volume iman bertambah? Orang beriman itu, hanya kepada Allah mereka bertawakkal. Orang beriman itu kuat dan sandaran mereka hanya kepada Allah Swt. seperti tidak pernah membutuhkan lagi sandaran-sandaran selain Allah.

Orang-orang beriman itu memiliki satu kekuatan di dalam hatinya. Jika dia sudah merasakan keindahan nama Allah disebut di dalam hatinya, maka dia tidak pernah membutuhkan hiburan paling indah selain sebutan nama-Nya. Orang-orang beriman, jika ada ancaman yang diperdengarkan di telinganya, lalu dibacakan ke telinganya ayat-ayat Allah Swt. maka semua ancaman itu tiba-tiba menguap tanpa bekas sepeti asap yang naik ke langit. Orang beriman itu ketika diberi ancaman, tiba-tiba yang ada dalam jiwanya hanya Allah Swt. seperti yang dicontohkan para sahabat nabi dan orang-orang shalih.

Sesungguhnya orang kafir Quraisy sudah bersekutu untuk menyerang orang beriman di Madinah, jumlah mereka sangat banyak dan umat Islam waktu itu sedikit. Tetapi, hal itu sama sekali tidak menyiutkan dan menakuti orang-orang beriman ketika disebutkan Allahu Akbar. Ketakutan dalam hati mereka tiba-tiba seperti asap yang menguap ke atas tanpa bekas dan yang muncul dalam hati mereka adalah keberanian dan mengharapkan kematian. Iman mereka bertambah padahal ancaman diperdengarkan di telinga mereka.

Orang-orang beriman memiliki satu sandaran di dalam jiwanya, yaitu tawakkal. Sehingga mereka tidak pernah membutuhkan sandaran lain selain Allah. Karena orang-orang yang bersandar dari selain Allah seperti yang hanyut di arus yang deras, apa pun yang bisa digapai bahkan ranting lemah, rapuh, dan patah dia pegang untuk menyelamatkan diri. Begitulah kondisi orang-orang yang mencari sandaran dari selain Allah.

Dan ciri yang kalah penting adalah, “orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” Shalat menjadi kunci diterimanya semua ibadah di akhirat kelak. Shalat adalah tiang agama. Jika ibadah ini sudah ditinggalkan maka dipastikan orang yang meninggalkan itu telah jauh dari Allah, bahkan bisa mencapai derajat kafir.

Seseorang dikatakan beriman kepada Allah adalah ketika ia gemar menginfakkan hartanya di jalan Allah. Allah SWT berfirman yang artinya,

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki Nya di antara hamba-hamba Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki Nya)’, dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba [34]: 39).

Dari ayat di atas (Al Baqarah: 255) kita mengambil kesimpulan bahwa ciri-ciri orang beriman itu adalah; pertama,  jika disebut nama Allah maka bergetarlah getaran cinta, harap, takut, patuh, dan pasra hanya di dalam hatinya, kedua, apabila dibacakan ayat-ayat Allah maka berambahlah iman mereka, dan ketiga, hanya kepada Allah mereka bertawakkal. Keempat, mendirikan shalat. Dan kelima, gemar berinfak di jalan Allah Swt. (dikutip dari tausiyah UBN)

 

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close